Lampung
Ibu Riana Sari Arinal Hadiri Acara HUT dan Raker BKOW Provinsi Lampung Tahun 2023
Alteripost.co Bandar Lampung – Penasehat Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Ibu Riana Sari Arinal menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun BKOW Provinsi Lampung ke-62 sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) BKOW Provinsi Lampung tahun 2023 di Ruang Abung Balai Keratun, Rabu (31/5/2023).
Dalam sambutannya, Ibu Riana menyampaikan apresiasi kepada para wanita anggota 65 organisasi kewanitaan yang tergabung kedalam BKOW.
“Ini merupakan suatu kekuatan yang besar untuk para perempuan-perempuan dan ibu-ibu hebat di Provinsi Lampung untuk ikut serta dalam pembangunan dengan cara aktif di organisasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kiprah dan pengabdian BKOW selama 62 tahun ini untuk pembangunan dan masyarakat di Provinsi Lampung.
Ibu Riana mengajak, kepada seluruh pengurus BKOW untuk selalu merefleksikan diri agar ke depan BKOW Provinsi Lampung dapat berkembang dan terus membawa manfaat khususnya bagi perempuan dan anak di Provinsi Lampung.
Selain itu, Ibu Riana berharap melalui rapat kerja pada hari ini, BKOW Provinsi Lampung dapat mengevaluasi organisasi sekaligus program kerja sebelumnya serta menyusun program kerja yang akan datang.
Ia juga berharap Raker tersebut dapat menciptakan inovasi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta jalin komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah dan semua pemangku kepentingan.
“Saya yakin dengan semangat dan niat baik Ibu-Ibu semua, BKOW Provinsi Lampung dapat semakin berkontribusi positif dalam proses pembangunan,” ujarnya.Ibu Riana juga mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun kepada BKOW Provinsi Lampung yang ke-62 tahun.
Dikesempatan yang sama, Ketua Umum BKOW Provinsi Lampung … mengatakan BKOW akan terus berkomitmen untuk bersinergi serta membantu program-program Pemerintah Provinsi Lampung.
Ia juga berharap kepada seluruh organisasi kewanitaan yang tergabung kedalam BKOW untuk terus aktif bekerjasama dalam menjalankan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan program-program pemerintah.(*).
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

