DPRD
Wakil Ketua DPRD Elly Wahyuni Komitmen Menjaga dan Melestarikan Budaya Ke Senian Tradisional
Alteripost.co Pesawaran – Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung,Elly Wahyuni komitmen menjaga dan melestarikan budaya kesenian tradisional.
Kata politisi Gerindra Lampung ini, dengan melestarikan budaya dapat menjadi jembatan mempererat tali silaturahmi antar warga masyarakat.
melestarikan budaya, yang memang sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Apalagi, kesenian tradisional kuda kepang memang sudah melekat di Provinsi Sai Bumi Ruwa Jurai. Dan dengan budaya kita mampu mempererat tali silaturahmi antar warga,” kata dia.
Saat menghadiri acara suro-an, di Desa Tamansari Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Minggu (13/8/2023).
Terlebih, kata Ketua PIRA Lampung ini. Sesuai amanah Ketua Umum Gerindra sekaligus Calon Presiden Republik Indonesia 2024 mendatang, Prabowo Subianto yang menginstruksikan pada kader bahwa petugas partai yang ada di daerah untuk terus berbaur, dekat dengan masyarakat dan turut serta membumikan empat pilar kebangsaan.
“Melestarikan adat dan budaya merupakan implementasi dari Pancasila dan Bhineka Tunggal ika. Dan Bapak Prabowo selalu berpesan kepada kami untuk terus berada ditengah-tengah masyarakat dalam kondisi apapun,” ujar Bendahara DPD Gerindra Lampung ini.
Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab kami, sebagai wakil rakyat memberikan support dan dukungan terhadap kelestarian budaya bangsa yaitu kuda kepang. (Rls)
DPRD
DPRD Lampung Apresiasi Keberhasilan Polda Ungkap 379 Kasus Narkoba
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Deni Ribowo, mengapresiasi kinerja Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf beserta jajaran yang berhasil mengungkap 379 kasus penyalahgunaan dan peredaran narkotika dalam Operasi Antik Krakatau 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Deni pada Senin (28/9/2026). Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran narkoba sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Keberhasilan Polda Lampung mengungkap ratusan kasus narkotika dengan jumlah barang bukti yang sangat besar patut diapresiasi. Saya memberikan penghargaan kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras memutus mata rantai peredaran narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Deni.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sabu-sabu sebanyak 85.916,71 gram atau sekitar 85,9 kilogram, ganja, ekstasi, obat-obatan terlarang, tembakau sintetis, serta barang bukti lainnya.
Total nilai ekonomis barang bukti yang diamankan disebut mencapai sekitar Rp158,8 miliar.
Menurut Deni, keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang diungkap, tetapi juga dari dampaknya terhadap upaya melindungi masyarakat Lampung dari bahaya narkotika.
“Pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat penegak hukum. Perlu dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Deni menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, dan keluarga. Upaya pencegahan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penegakan hukum.
Ia juga mengajak masyarakat melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika di lingkungan sekitar melalui layanan kepolisian 110.
“Informasi dari masyarakat sangat penting agar aparat dapat bergerak cepat melakukan pencegahan dan penindakan,” ujarnya.
Deni berharap keberhasilan Operasi Antik Krakatau 2026 menjadi momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan Lampung yang aman dan terbebas dari ancaman narkoba, terutama melalui edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkotika.(*)

