Lampung
Ustadz Das’ad Latif Akan Memeriahkan Peringatan Maulid Nabi di Provinsi Lampung
Alteripost.co Bandar Lampung – Penceramah nasional Ustadz Das’ad Latif., dijadwalkan akan hadir di Provinsi Lampung pada 18 September 2023 pada acara Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammmad SAW 1445 hijriah 2023 masehi yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung.
Ustadz Das’ad Latif, yang juga dikenal dengan nama lengkapnya, Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D, adalah seorang ulama, akademikus, dan dosen ilmu komunikasi yang telah dikenal luas di Indonesia. Beliau secara aktif mengajar di Universitas Hasanuddin, dan pengalaman serta pengetahuannya yang luas telah menjadikannya sosok yang sangat dihormati dalam dunia keagamaan dan akademik.
Pengajian Akbar yang akan di hadiri langsung Gubernur Lampung Arinal Djuniadi ini diharapkan akan menjadi salah satu momen penting dalam peringatan Maulid Nabi tahun ini. Warga di Lampung dan Bandar Lampung khususnya, diundang untuk meramaikan acara yang akan digelar di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.
Acara ini diharapkan akan menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, memberikan inspirasi, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga masyarakat Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung juga berharap bahwa kehadiran Ustadz Das’ad Latif akan memberikan sentuhan khusus pada perayaan Maulid Nabi kali ini, yang diharapkan akan membawa makna dan inspirasi yang mendalam bagi semua yang hadir. Ini juga merupakan kesempatan langka untuk mendengarkan kuliah dan nasihat dari seorang pemikir dan ulama terkemuka.
Melalui undangan terbuka ini, diharapkan masyarakat Lampung dapat bersatu dalam semangat kebersamaan dan mendukung perayaan agama yang penting ini. Semoga acara ini akan menjadi sukses besar dan memperkaya pemahaman keagamaan serta nilai-nilai kemanusiaan bagi semua yang hadir.(*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

