Ekonomi dan Bisnis
Stan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Memiliki Desain Yang Menarik
Alteripost.co Bandar Lampung – Stan OPD yang ada di Pekan Raya Lampung menampilkan hal hal yang menarik untuk memikat para pengunjung Pekan Raya Lampung (PRL) agar berkunjung ke stand perangkat daerah.
Salah satunya stan dari Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang berada di Gedung Hall C Pkor Wayhalim, memiliki desain stan yang menarik dengan konsep stan yang dipenuhi daun dan juga pohon hijau serta ornamen kayu yang sangat memanjakan mata.
Bahkan banyak pengunjung Pekan Raya Lampung yang memanfaatkan moment untuk foto bersama distan tersebut.
“Bagus hasilnya foto di stan dinas kehutanan, seger liat dedaunan disini,” ujar Mutiara Langit salah satu pengunjung PRL usai berfoto di stan Dinas Kehutanan.
Selain dapat berfoto saat berkunjung ke Stan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung pengunjung dapat menikmati
Minuman jahe hangat yang sudah disedu serta jajanan pasar yang dapat dinikmati secara gratis saat berkunjung ke Stan Dinas Kehutanan.
Konsep Stan Dinas Kehutanan yang menarik ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si.Stan Dinas Kehutanan ini dapat menarik para pengunjung Pekan Raya Lampung untuk dapat berkunjung ke hall C.
“Saya lagi keliling ke Hall C,, liat Stan Dinas Kehutanan ini menarik jadi saya foto, dan disini ada jualan gula semut dan aneka cemilan,” ujar Yani salah satu pengunjung PRL.
Masyarakat Lampung bisa berkunjung ke Pekan Raya Lampung yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung Bekerjasama dengan APINDO berlangsung dari tanggal 6 hingga 21 Oktober 2023.(*)
Ekonomi dan Bisnis
Perkuat Literasi Keuangan, OJK Lampung Serahkan 150 Polis Asuransi Jiwa Untuk Guru di Pesisir Barat
Alteripost Pesisir Barat – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Asuransi Astra mengambil langkah konkret dalam memperluas inklusi keuangan di daerah. Kegiatan yang bertempat di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Kabupaten Pesisir Barat ini merupakan sinergi yang menghadirkan edukasi literasiserta bentuk nyata aksi inklusi melalui penyerahan polis asuransi jiwa kepada 150 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru dan tenaga pendidik.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tantangan kerentanan finansial di masyarakat. Kepala OJK Lampung, Otto Fitriandy melalui sambutan yang disampaikan Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa kepemilikan asuransi jiwa bagi seorang ASN dan pendidik merupakan wujud jaring pengaman tambahan (safety net) serta bukti perlindungan nyata bagi keluarga. Jika terjadi risiko tak terduga seperti sakit kritis atau hilangnya pencari nafkah, asuransi memastikan keluarga yang ditinggalkan tetap aman secara finansial dan anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus berhutang atau menjual aset berharga. Literasi harus segera diikuti dengan inklusi kepemilikan produk, agar perlindungannya benar-benar dirasakan dan membawa dampak kesejahteraan.
Mengikis Kesenjangan Melalui Peran Strategis Guru
Merujuk pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46% dan indeks inklusi sebesar 80,51%. Meski angka ini menunjukkan peningkatan, namun masih terdapat kesenjangan (gap) yang mengindikasikan bahwa kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, belum disertai dengan pemahaman mendalam untuk mengelolanya secara bijak. Celah inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber, pinjaman online ilegal, maupun investasi bodong yang merugikan masyarakat saat memiliki kebutuhan pendanaan mendesak.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Zukri Amin, M.P., menyambut baik program yang menyasar tenaga pendidik ini. Menurutnya, guru memegang peranan krusial sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.“Kami menaruh harapan besar agar ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti di sini, tetapi diteruskan kepada para siswa, rekan kerja, dan masyarakat sekitar.
Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Pemkab Pesisir Barat berkomitmen memastikan literasi dan inklusi keuangan berjalan beriringan sehingga masyarakat lebih siap merencanakan masa depan, mengelola risiko, dan meningkatkan perekonomian daerah,” jelas Zukri.
Pengawasan Ketat OJK demi Keamanan Konsumen
Guna memberikan ketenangan bagi masyarakat yang mulai mengakses asuransi jiwa, OJK menjamin adanya pengawasan yang ketat terhadap seluruh lembaga jasa keuangan. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang P2SK, OJK hadir untuk memastikan setiap perusahaan asuransi memberikan manfaat dan memenuhi hak-hak pemegang polis sesuai dengan perjanjian.
Kolaborasi yang turut didukung oleh Asuransi Astra ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap asuransi sebagai kebutuhan yang bisa ditunda.Pemberian 150 polis asuransi ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam mencetak tenaga pendidik yang ‘Cerdas Finansial’. Dengan hati yang tenang karena terlindungi secara finansial, para guru dipastikan dapat memberikan dedikasi yang jauh lebih maksimal dalam membangun kualitas generasi muda di Pesisir Barat.(*)

