Pendidikan
Final Honda DBL, Tim Basket Putri SMA YP Unila Singkirkan SMA Fransiskus
Alteripost Bandar Lampung – Babak final Honda DBL with Kopi Good Day 2023/2024 Lampung Series mempertemukan tim basket Putri SMA YP Unila dengan SMA Fransiskus di GSG Universitas Lampung (Unila), Sabtu (3/2/2024).
Srikandi Smanila (SMA YP Unila Bandar Lampung) meraih gelar juara setelah Dinda Cantika dan kolega berhasil mengalahkan tim basket SMA Fransiskus dengan skor 46-31.
Pada kuarter pertama, SMA Fransiskus sempat unggul dengan poin 9-6. Sementara pada kuarter kedua, SMA YP Unila bisa membalikkan keadaan dan unggul 15-14.
Memasuki kuarter empat, SMA YP Unila semakin menguasai lapangan, sehingga skor pun semakin menjauh. Hingga akhirnya SMA YP Unila keluar sebagai juara tim putri Honda DBL with Kopi Good Day 2023/2024 Lampung Series setelah unggul 46-31 di kuarter akhir.
Perasaan senang dan lelah diungkapkan Dinda Cantika Aulia Ari Kesuma, selaku Kapten Tim Basket SMA YP Unila Bandar Lampung usai timnya keluar sebagai juara.
Anak kelima dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan ini mengatakan, bahwa perjalanan untuk meraih juara 1 tidaklah mudah.
“Tim kami harus menghadapi banyak tantangan serta persaingan ketat. Namun, segala pengorbanan dan kerja keras tim terbayar dengan gelar juara ini,” ucap Dinda Cantika.
Lebih lanjut Dinda menyampaikan, bahwa fokus dan konsentrasi tim semakin meningkat seiring berjalannya kompetisi. Dalam setiap pertandingan, tim-nya belajar dari pengalaman dan kesalahan, yang akhirnya membantu mereka mencapai kemenangan di final.
“Kami berharap agar SMA YP Unila Bandar Lampung, khususnya tim basket putri dapat mempertahankan gelar di turnamen mendatang. Serta terus meningkatkan kualitas permainan kami,” kata Dinda Cantika melalui keteranganya persnya.
Tak lupa, Dinda juga mengucapkan terima kasih kepada Honda BDL dan kopi Good Day yang telah memberikan wadah dan kesempatan bagi para atlet muda untuk berpartisipasi dalam Honda DBL with Kopi Good Day 2023/2024 Lampung Series.
“Saya yakin bahwa ini adalah awal dari pencapaian-pencapaian besar di masa depan, dan semoga tim basket SMA YP Unila Bandar Lampung dapat terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Dinda Cantika Aulia Ari Kesuma.
Diketahui, Dinda Cantika Aulia Ari Kesuma merupakan anak kelima dari Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lampung Selatan Anasrullah. Dinda Cantika berjuang bersama tim SMA YP UNILA Bandar Lampung meraih juara 1 dan menjadi First Team dari 10 nominasi terpilih 5 pemain, hasil dari seleksi dibeberapa sekolah yang berada di Provinsi Lampung. (Rls).
Pendidikan
Kadisdikbud Lampung Pantik Semangat Inovasi Untuk Ribuan Mahasiswa Baru FKIP Unila
Alteripost.co, Bandarlampung-
Suasana Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila) mendadak hening ketika Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico, melontarkan analogi tajam di hadapan ribuan mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kamis (13/8/2026).
Di tengah riuk acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 tersebut, Thomas menantang para calon pendidik untuk tidak sekadar datang mengajar, melainkan membawa arah baru bagi mutu pendidikan di Bumi Ruwa Jurai.
“Saya mengajak kalian sebagai calon pendidik untuk berpikir dari sekarang. Bagaimana nanti meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Lampung? Ingat, di sekolah itu tidak ada Google Maps,” ujar Thomas tegas.
Lewat analogi itu, Thomas menyentil realita ruang kelas masa kini. Dalam navigasi jalan, Google Maps bisa memberi petunjuk otomatis secara instan. Namun dalam kegiatan belajar-mengajar, tidak ada peta digital yang langsung memecahkan persoalan siswa. Siswa lah yang harus belajar menjelajah, menganalisis, dan menerjemahkan teori.
Sayangnya, eksplorasi di kelas 10, penguatan di kelas 11, hingga akselerasi di kelas 12 sering kali belum terpetakan dengan presisi.
Peta Jalan Baru dan “Lampu Merah” Matematika IPA
Guna membenahi celah tersebut, Disdikbud Lampung kini tengah menyiapkan peta jalan (roadmap) transformasi pendidikan di sekolah-sekolah. Sistem ini diibaratkan sebagai progress tracker untuk memantau rekam jejak akademik tiap anak secara berkala.
Thomas tak segan membeberkan peta kekuatan siswa Lampung yang berdasarkan kajian internal masih memiliki kelemahan mendasar.
“Hasil kajian kami, Lampung itu masih lemah di matematika dan IPA. Jadi, kalau ada sekolah mengklaim dirinya sekolah unggulan, dua mata pelajaran itu wajib hukumnya kuat,” bebernya.
Kepada mahasiswa baru, khususnya dari jurusan matematika dan sains, Thomas berpesan agar menjadikan masa perkuliahan sebagai kawah candradimuka. Mereka diminta aktif merancang desain pembelajaran yang aplikatif dan menyenangkan agar siswa kelak tak lagi ‘alergi’ saat bertemu soal-soal rumit.
Belajar dari SMAN 14 dan SMAN 1 Tegineneng
Dua contoh nyata dibagikan Thomas untuk membuktikan bahwa pemetaan dan inovasi guru bisa mengubah peta hasil belajar secara drastis.

Ia memaparkan pencapaian fenomenal SMAN 14 Bandar Lampung pada kelulusan tahun 2026. Sebanyak 284 siswa dari delapan rombongan belajar (rombel) mencatatkan rekor fantastis 100 persen lolos masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Angka ini melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 89 persen.
“Di SMAN 14 itu tim percepatan pembelajarannya ada, komite pembelajarannya hidup, dan manajemen sekolahnya aktif. Yang menarik, di sana ada 9 guru matematika yang sangat produktif,” puji Thomas.
Langkah serupa juga terjadi di SMAN 1 Tegineneng, Lampung Selatan, yang sukses meloloskan 99,42 persen kelulusannya ke PTN. Keberhasilan itu dipicu oleh hadirnya seorang guru matematika yang menjadi pioneer dan guru penggerak, mampu mengorkestrasi kolaborasi antarguru mata pelajaran.
Kedua sekolah ini, lanjut Thomas, menerapkan teknologi Information Technology Reset (ITR) serta Quick Check. Dengan alat uji dan pemantauan berkala ini, nilai passing grade serta target pencapaian tiap siswa bisa diukur secara objektif untuk diberikan intervensi yang tepat.
Mengunci Masa Depan dengan Digitalisasi
Mengakhiri pembekalannya, Thomas menekankan bahwa keterlibatan teknologi informasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan yang mengubah lanskap pendidikan secara mendasar.
Ia berharap perguruan tinggi seperti Unila terus memperkuat ekosistem pembelajaran digital. Dengan skema digitalisasi yang matang, civitas akademika termasuk para mahasiswa yang kelak menjadi guru akan memiliki jangkauan sumber ilmu yang tak terbatas oleh sekat-sekat fisik kelas formal.
Di tangan para calon guru yang hadir di GSG Unila hari itulah, peta jalan baru pendidikan Lampung kini dipertaruhkan. (Rls)

