Tulang Bawang
Kapolres Tuba Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2024, Ini 11 Sasarannya
Alteripost Tulang Bawang – Kapolres Tulang Bawang (Tuba) AKBP James H Hutajulu melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau tahun 2024 sekaligus pencanangan aksi keselamatan jalan yang berlangsung di lapangan Mapolres setempat, Sabtu (02/03/2024).
Selain Kapolres kegiatan itu juga dihadiri PJU Polres, Forkopimda, komunitas pengendara sepeda motor dan mobil, tukang ojek, serta perwakilan pelajar yang ada di Kabupaten Tulangbawang.
“Operasi Keselamatan Krakatau 2024 ini akan berlangsung selama 14 hari, dimulai sejak tanggal 4 hingga 17 Maret 2024 di seluruh wilayah hukum Polres Tulangbawang dengan mengedepankan fungsi Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas),” papar Kapolres.
Adapun tujuan digelarnya Operasi Keselamatan Krakatau 2024 itu guna menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta tingkat fatalitas pada kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah hukum Polres Tulangbawang.
“Selain dilaksanakan Apel Gelar Pasukan, pada Operasi Keselamatan Krakatau 2024 kali ini juga diadakan kegiatan Gebyar Keselamatan berupa pembacaan ikrar, penandatangan dukungan, dan pembagian helm SNI secara gratis kepada warga,” ungkapnya.
Kapolres menerangkan, ada 11 sasaran khusus penindakan pada pelaksanaan Operasi Keselamatan Krakatau 2024 yang digelar oleh Sat Lantas Polres Tulangbawang selama 14 hari nantinya.
Antara lain menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara dibawah umur, pengendara sepeda motor berbonceng lebih dari 2 orang, tidak menggunakan helm SNI dan tidak menggunakan safety belt, Over dimension dan overload (Odol), Melawan arus lalu lintas, melebihi batas kecepatan.
“Selain itu terdapat juga berkendara dibawah pengaruh alkohol, knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (knalpot brong), kendaraan yang menggunakan lampu isyarat (strobo) dan isyarat bunyi (sirine) serta kendaraan yang menggunakan plat nomor khusus atau rahasia,” terangnya.
Ia juga mengajak kepada masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas guna mewujudkan kamseltibcar lantas di Kabupaten Tulangbawang.
“Ingat selalu untuk mengutamakan keselamatan berlalu lintas dengan tetap disiplin, mentaati semua aturan dan rambu-rambu lalu lintas di jalan,” tandasnya. (Can).
Tulang Bawang
Jelang HUT RI ke-81, Pemkab Tuba Gelar Rapat Persiapan Giat Pawai dan Seni Budaya
Alteripost Tulang Bawang – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang menggelar rapat persiapan Pawai dan Seni Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Rapat tersebut digelar di aula rapat lantai II Bupati setempat, Kamis (06/08/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Antoni. Hadir juga pada kesempatan itu, jajaran Forkopimda, Kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah, serta perwakilan komunitas seni se-Kabupaten Tulangbawang.
Dalam pawai budaya tersebut nantinya direncanakan akan menampilkan beragam penampilan, salah satunya lomba Drum band dari Tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-kabupaten Tulangbawang
Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulangbawang menyampaikan bahwa salah satu agenda utama adalah pawai dramband yang akan dilaksanakan di Kota Menggala Rute Tangga Raja – Aspol Menggala.
“Untuk peserta dramband kita libatkan total 16 grup. Rinciannya 6 dari SD, 6 dari SMP, dan 4 dari SMA yang memiliki ekstrakurikuler dramband di Kabupaten Tulangbawang,” ungkapnya.
Menurutnya, Kegiatan pawai ini bukan hanya hiburan. Ini bentuk syukur kemerdekaan. Saya harap semua peserta tampil maksimal, tertib, dan menjadi contoh yang baik,” tuturnya.
Selain pawai dramband, rapat juga membahas persiapan pertunjukan seni budaya, penentuan rute, jadwal, serta unsur pengamanan dan ketertiban.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan meminta seluruh OPD, sekolah, dan komunitas terkait untuk berkoordinasi dengan baik.
“Kita ingin HUT RI ke-81 di Tulangbawang ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan menampilkan kekayaan budaya daerah yang ada,” terang Antoni. (Can)

