Connect with us

Lampung

Gubernur Arinal Gelar Silturahmi dan Ramah Tamah dengan Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jendral TNI Naudi Nurdika

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menggelar acara silaturahmi dan ramah tamah dengan Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jendral TNI Naudi Nurdika di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Kamis (16/5/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Arinal diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto.

Membacakan sambutan Gubernur, Sekdaprov Fahrizal mengucapkan selamat datang di Provinsi Lampung kepada Pangdam Sriwijaya/II beserta rombongan.

Menurutnya, kehadiran Pangdam beserta rombongan merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat dan jajaran Pemerintah Provinsi Lampung.

“Semoga kunjungan ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh komponen masyarakat di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Sekdaprov Fahrizal menuturkan bahwa Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang Sumatera memiliki potensi besar dalam berbagai sektor, baik pertanian, perikanan, pariwisata maupun sektor industri.

Ia juga mengatakan Provinsi Lampung senantiasa berkontribusi terhadap pertahanan nasional, khususnya pada sektor ketahanan pangan.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan jumlah produksi padi sebesar 3,2 juta ton menempati peringkat ke-5 nasional pada tahun 2023, produksi ubi kayu sebesar 7,1 juta ton menempati peringkat ke-1 nasional, serta produk-produk unggulan lainnya seperti jagung, kopi, lada dan nanas.

Sekdaprov Fahrizal berharap sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan TNI, khususnya Kodam II/Sriwijaya dapat terus ditingkatkan.

“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada dan membawa Provinsi Lampung menuju kemajuan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sekdaprov Fahrizal mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi juga berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program TNI yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia meyakini kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama dalam bidang pertanian, ketahanan pangan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“saya ingin mengajak kita semua untuk terus memperkuat semangat persatuan dan kesatuan. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Provinsi Lampung. Dengan kebersamaan, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya.

Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jendral TNI Naudi Nurdika mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan Gubernur Arinal beserta jajaran.

“Lampung ini menyejukan, saya masuk ke sini tadi wajah-wajahnya itu senyum tulus yang saya rasakan,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa Provinsi Lampung dengan jumlah penduduk 8 juta orang mengalami kemajuan yang cukup pesat.

Hal tersebut menurutnya dapat dilihat dari kesadaran berdemokrasi masyarakat Lampung yang tinggi serta laju pertumbuhan ekonomi yang pesat.

“Saya juga memantau tentang penyelenggaraan pemilu presiden kemarin, Lampung cukup kondusif terima kasih, tentunya ini karena kolaborasi dan koordinasi yang sangat baik, sinergitas yang sangat baik,” ujarnya.

Pangdam berharap hal tersebut dapat terus berlanjut di masa yang akan datang, terlebih kedepan Provinsi Lampung akan menghadapi Pilkada Gubernur, Walikota dan Bupato serentak.

Ia berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat untuk terus membangun sinergitas yang baik serta menjaga netralitas.

Lebih dari itu, Pangdam juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menjalankan program-program strategi TNI-AD dalam hal ketananan pangan, manunggal air, lingkungan hidup, penanganan kemiskinan ekstrim dan penurunan angka stunting.

“Salah satu tugas pokok kami adalah membantu pemerintah daerah, jangan ragu-ragu pak memberdayakan TNI termasuk Polda, bisa dikomunikasikan butuh tenaga dan butuh fikiran silahkan,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading