Lampung
Riana Sari Arinal Hadiri Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 dan Jambore Nasional
Alteripost Surakarta – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Riana Sari Arinal menghadiri acara puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-52 dan Jambore Nasional Kader PKK Se-Indonesia di Taman Balekambang, Surakarta, Kamis (16/05/2024) malam.
Acara berlangsung khidmat. Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Jokowi) didampingi istri Wakil Presiden RI Wury Ma’aruf Amin dan para ibu Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (Oase-KIM).
Sedangkan Ibu Riana, dalam acara itu, didampingi Sekretaris TP PKK Provinsi Lampung Fitrmianita, Ketua Pokja IV Desnely Ardianingsi dan Anggota Pokja IV Meriyanti.
Dalam kesempatan itu, Ibu Negara Iriana Jokowi secara langsung mengucapkkan selamat Hari Kesatuan Gerak ke-52 ke penggerak PKK dan kader PKK di Seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketua umum PKK Tri Tito Karnavian mengatakan kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Keluarga Sejahtera untuk Indonesia Maju.”
Dalam laporannya, Ibu Tri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri kader PKK dari Aceh sampai Merauke sebanyak 8.083 kader.
Dalam acara ini, juga dilakukan pemberian penghargaan kepada kader PKK yang memiliki prestasi dalam pembangunan berbagai sektor, maupun yang telah lama mengabdi menjadi kader PKK.
Selain itu diberikan juga penghargaan Adhi Bakti Utama bagi kader PKK yang telah mengabdi selama 25 tahun. Salah satu Kader PKK dari Provinsi Lampung meraih penghargaan tersebut atas nama Ismaniar Rahman Sakti yang merupakan pengurus TP PKK Kabupaten Tanggamus.
Pada kesempatan ini, Ibu Suparti dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Mulia Kabupaten Lampung Tengah meraih penghargaan tokoh perempuan berjasa di bidang pertanian.(*)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

