Pesawaran
Maju Pilbup, Watoni Pastikan Siap Sejahterakan Masyarakat Pesawaran
Alteripost.co, Pesawaran-
Bersama Masyarakat Membangun Pesawaran menuju Kabupaten Berkualitas, Mandiri, Sejahtera Berbasis Lingkungan dan Teknologi’, demikian komitmen Bakal Calon Bupati Kabupaten Andan Jejama periode 2024-2029, Watoni Noerdin. Jum’at (31/05/2024).
Senior PDI Perjuangan Provinsi Lampung itu, mengatakan saatnya Kabupaten yang memiliki sumber daya alam melimpah, dipimpin oleh kepala daerah yang memberikan komitmen nyata, terhadap masyarakat. Sehingga, pemerataan pembangunan dari segala lini benar-benar dirasakan.
“Pesawaran kaya akan Sumber Daya Alam, mulai dari wisata laut dan wisata alam lainnya, hasil bumi yang melimpah dari mulai perkebunan dan pertanian yang membentang luas, bahkan tambangpun ada, tentu hal ini harus kita support secara maksimal,” kata Anggota DPRD Provinsi Lampung, Watoni Noerdin.
Untuk itu, kata Watoni. Maju di kontestasi Pilkada merupakan langkah awal untuk mengabdi demi mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Pesawaran.
“Saya sangat optimis, ketika kebersamaan, kekompakan, antar masyarakat dan pemerintah di kedepankan. Maka, mewujudkan Pesawaran sejahtera akan mudah tercapai,” ujarnya.
Disini, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung tersebut melanjutkan kualitas Sumber Daya Manusia yang ada, harus dilibatkan secara merata, dengan menggali, membina lulusan perguruan tinggi untuk bersama-sama mewujudkan pembangunan Pesawaran yang unggul dengan berbasis teknologi.
“Saya pastikan, Masyarakat Pesawaran, memiliki kualitas pendidikan yang berkualitas, punya komitmen yang sama. Tinggal, kehadiran pemerintah membina dan merangkul mereka. Inilah komitmen yang harus kita wujudkan,” ungkapnya.
Karena, lanjut Watoni, tanpa, melibatkan seluruh komponen yang ada. Sulit mewujudkan Bumi Andan Jejama menjadi lebih baik. Sebab, persoalan sejumlah wilayah khususnya Kabupaten Pesawaran sangat Kompleks, mulai dari kesejahteraan Petani, Tenaga Pendidik, buruh, nelayan, dan konflik Agraria dan yang lainnya sangat nyata.
“Pemikiran, dan kerja keras satu orang dalam membangun sebuah pemerintahan, tidak akan bisa terwujud. Tanpa support semua pihak, khususnya Alumni-alumni Perguruan tinggi, dan masyarakat,” tegasnya.
Untuk diketahui Watoni Noerdin resmi mendaftar sebagai Calon Bupati Pesawaran Periode 2024-2029 melalui DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung dan telah mengikuti fit and proper test di hari terakhir Kamis, 30 Mei 2024 yang lalu. (Rls)
Pesawaran
Pesantren Jadi Pusat Inklusi Keuangan Syariah, OJK Lampung Resmikan Program EPIKS
Alteripost Pesawaran – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pesawaran meluncurkan Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren dan perluasan akses keuangan syariah di masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh.Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung, Ibu Rinvayanti; Bupati.Pesawaran, Ibu Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M.; Wakil Bupati Pesawaran, Bapak Antonius Muhammad Ali, S.H.; Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto Fitriandy; Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, Kyai Hi. Ahmad Ma’shum Abror, M.Pd.I; Bendahara JP3M Provinsi Lampung, Ibu Nyai Hj. Maryam Maulida; Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pesawaran, Ibu Desy Anggraini; serta perwakilan Bank Sampah Sahabat Gajah, perangkat desa Gerning, dan para santri Pondok Pesantren Al-Hidayat.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto Fitriandy,
menegaskan bahwa program EPIKS merupakan bagian dari upaya memperkuat peran suatu daerah atau lembaga, yang dalam hal ini adalah pondok pesantren selaku lembaga pendidikan keagamaan dalam ekosistem keuangan syariah. “OJK siap membersamai TPAKD Kabupaten Pesawaran agar tahun depan dapat meraih TPAKD Awards. Kami melihat Pesawaran memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keuangan syariah karena lebih dari 96% penduduknya beragama Islam dan terdapat lebih dari 80 pondok pesantren di wilayah ini,” ujar Otto.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa dalam kegiatan EPIKS kali ini diluncurkan program bank sampah di pondok pesantren dengan mengaktifkan agen laku pandai syariah yang dapat membantu pengolahan limbah sampah, menjadi bernilai ekonomis. Selain itu, telah dilakukan pembukaan 650 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) berbasis syariah bagi santri Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, di mana hasil penukaran sampah akan dimasukkan ke dalam tabungan santri.
“Sinergi antara rekening SimPel syariah dan bank sampah ini adalah inovasi yang luar biasa. Santri tidak hanya belajar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga belajar menabung, mengelola keuangan, dan berkontribusi pada ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” tambah Otto.
Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung yang diwakili oleh Ibu Rinvayanti, menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena merupakan provinsi dengan jumlah pondokpesantren terbesar kedua di Sumatera, yaitu sebanyak 1.196 lembaga. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, OJK, lembaga keuangan syariah, dan pesantren dalam memberdayakan masyarakat melalui sistem ekonomi yang adil, etis, dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pesawaran, Ibu Hj. Nanda Indira Bastian,
mengapresiasi dukungan OJK dan BSI yang telah membuka 600 rekening pelajar bagi santri. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat semangat kemandirian dan literasi keuangan syariah di kalangan santri serta mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat, Kyai Hi. Ahmad Ma’shum Abror, turut
menyampaikan bahwa santri di Al-Hidayat tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dibekali keterampilan kewirausahaan seperti membuat roti, meracik kopi, hingga mengelola pertanian. Ia berharap program EPIKS ini dapat memperluas manfaat ekonomi pesantren sekaligus membantu pengelolaan sampah menjadi
bernilai ekonomis.
Melalui peluncuran program EPIKS ini, OJK mempertegas komitmennya untuk
mendorong keuangan syariah sebagai pilar penting inklusi keuangan nasional,
dengan menjadikan pesantren sebagai pusat penggerak ekonomi umat dan agen
perubahan menuju masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan cerdas finansial.(*)

