Connect with us

Pesawaran

Gemilang Lakukan Diskusi Publik Serta Konsolidasi Pemuda di Pesawaran dan Pringsewu

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Pesawaran-
Organisasi nirlaba Gemilang, terus menggelar roadshow Diskusi Publik. Pasca di Pringsewu, 5 September lalu, kini Gemilang menaja acara serupa di Sambal Mewah, Bernung, Pesawaran, Minggu, (08/09/2024).

“Acara ini untuk mengkonsolidasikan pemuda Lampung agar bangkit dan ikut terlibat aktif sebagai subjek pembangunan,” demikian diucapkan Co-CEO Gemilang, Riski Apriadi,ketika membuka acara.

Mewakili CEO Gemilang, Gilang Ramadhan. Riski Apriadi menjelaskan bahwa bukan hanya pelatihan kewirausahaan, diklat manajemen bisnis, atau pendampingan aktifitas sosial kemasyarakatan, termasuk di dalamnya, lanjut dia, anak muda mesti terlibat dan berkiprah di ranah politik.

“Konsolidasi pemuda ini sudah kita buat di Bandarlampung pada 17 Agustus lalu, di Pringsewu pada 5 September, dan hari ini di Pesawaran,” kata Riski, Minggu, 8 September 2024.

Dalam waktu dekat, jelas dia, setelah konsolidasi pemuda ini kita akan menggelar konfrensi pers terkait Manifesto Pemuda Lampung. “Gemilang yang berjargon Pemuda Bangkit Lampung Maju ini, kita maksimalkan aktif di semua lini pembangunan, setidaknya ada kesepakatan bersama,” kata dia.

Pemateri Ideologi Kepemimpinan, DR Afrizal menjelaskan, jika situasi kondisi bangsa maupun daerah kurang kondusif, maka dibutuhkan keterlibatan pemuda. “Bahwa semua kepemimpinan, butuh tauladan yang dicontohkan Nabi Muhammad. Yaitu, mesti punya sifat sidiq, amanah, fatonah, dan al amin. Gemilang harus gigih menyuarakan fundamen kepemimpinan itu,” jelas Afrizal.

Sementara itu, peserta diskusi sekaligus tokoh pemuda di Pringsewu ketika sesi dialog di Raja Pindang, Irsyad Fatoni menegaskan, Gemilang mesti aktif, minimal sebagai gawang moral pemuda agar terlibat dalam Pilgub Lampung. “Kurang tepat jika kita mengaku terlibat aktif tapi tidak ikut memberi warna dalam Pilgub Lampung,” kata dia pada media ini, Kamis, (05/09/2024) lalu.

Senada diucapkan Nurul Azmi, tokoh pemuda Pesawaran ini dalam acara menjabarkan pemahaman, politik baik level kabupaten maupaun provinsi, kebetulan bakal ada Pilkada serentak, Gemilang mesti mengambil sikap.

“Bahwa kemudian ada dukungan pada salah satu calon, itu konsekwensi logis meski harus berbasis kajian dan pertimbangan yang matang,” kata Ketua Karang Taruna Kabupaten Pesawaran ini.

Gemilang sendiri, didirikan oleh Gilang Ramadhan dan Riski Apriadi memiliki visi Pemuda Bangkit Lampung Maju diharapkan jadi rumah besar bagi semua anak muda di sai bumi ruwa jurai. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Pesawaran

Pesantren Jadi Pusat Inklusi Keuangan Syariah, OJK Lampung Resmikan Program EPIKS

Published

on

Alteripost Pesawaran – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Pesawaran meluncurkan Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren dan perluasan akses keuangan syariah di masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung yang dalam hal ini diwakili oleh.Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Lampung, Ibu Rinvayanti; Bupati.Pesawaran, Ibu Hj. Nanda Indira Bastian, S.E., M.M.; Wakil Bupati Pesawaran, Bapak Antonius Muhammad Ali, S.H.; Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto Fitriandy; Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, Kyai Hi. Ahmad Ma’shum Abror, M.Pd.I; Bendahara JP3M Provinsi Lampung, Ibu Nyai Hj. Maryam Maulida; Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pesawaran, Ibu Desy Anggraini; serta perwakilan Bank Sampah Sahabat Gajah, perangkat desa Gerning, dan para santri Pondok Pesantren Al-Hidayat.

Dalam sambutannya, Kepala OJK Provinsi Lampung, Bapak Otto Fitriandy,
menegaskan bahwa program EPIKS merupakan bagian dari upaya memperkuat peran suatu daerah atau lembaga, yang dalam hal ini adalah pondok pesantren selaku lembaga pendidikan keagamaan dalam ekosistem keuangan syariah. “OJK siap membersamai TPAKD Kabupaten Pesawaran agar tahun depan dapat meraih TPAKD Awards. Kami melihat Pesawaran memiliki potensi besar untuk menjadi pusat keuangan syariah karena lebih dari 96% penduduknya beragama Islam dan terdapat lebih dari 80 pondok pesantren di wilayah ini,” ujar Otto.

Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa dalam kegiatan EPIKS kali ini diluncurkan program bank sampah di pondok pesantren dengan mengaktifkan agen laku pandai syariah yang dapat membantu pengolahan limbah sampah, menjadi bernilai ekonomis. Selain itu, telah dilakukan pembukaan 650 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) berbasis syariah bagi santri Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning, di mana hasil penukaran sampah akan dimasukkan ke dalam tabungan santri.

“Sinergi antara rekening SimPel syariah dan bank sampah ini adalah inovasi yang luar biasa. Santri tidak hanya belajar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga belajar menabung, mengelola keuangan, dan berkontribusi pada ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” tambah Otto.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung yang diwakili oleh Ibu Rinvayanti, menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena merupakan provinsi dengan jumlah pondokpesantren terbesar kedua di Sumatera, yaitu sebanyak 1.196 lembaga. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, OJK, lembaga keuangan syariah, dan pesantren dalam memberdayakan masyarakat melalui sistem ekonomi yang adil, etis, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pesawaran, Ibu Hj. Nanda Indira Bastian,
mengapresiasi dukungan OJK dan BSI yang telah membuka 600 rekening pelajar bagi santri. Ia berharap kolaborasi ini dapat memperkuat semangat kemandirian dan literasi keuangan syariah di kalangan santri serta mendorong pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayat, Kyai Hi. Ahmad Ma’shum Abror, turut
menyampaikan bahwa santri di Al-Hidayat tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dibekali keterampilan kewirausahaan seperti membuat roti, meracik kopi, hingga mengelola pertanian. Ia berharap program EPIKS ini dapat memperluas manfaat ekonomi pesantren sekaligus membantu pengelolaan sampah menjadi
bernilai ekonomis.

Melalui peluncuran program EPIKS ini, OJK mempertegas komitmennya untuk
mendorong keuangan syariah sebagai pilar penting inklusi keuangan nasional,
dengan menjadikan pesantren sebagai pusat penggerak ekonomi umat dan agen
perubahan menuju masyarakat yang sejahtera, berdaya, dan cerdas finansial.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading