Connect with us

Ruwajurai

Keakraban Jurnalis Bersama Polda Lampung Dalam Acara Family Gathering

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Polda Lampung adakan acara Family Gathering Jurnalis, untuk menjalin silahturahmi antar Jurnalis dan polda, para Jurnalis diberikan kupon nomor undian oleh panitia, bagi peserta yang beruntung akan mendapatkan hadiah menarik.

Dalam acara Family Gathering hadir Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik, Ketua Jurnalis Polda Lampung Dra. Kusumawati Fatahong, Wakil Ketua Jurnalis Polda Lampung Wahyudi, Wartawan senior Juniardi beserta seluruh Jurnalis yang tergabung di Mitra Humas Polda Lampung.

Dalam sambutan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik, mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan Jurnalis Polda Lampung yang hadir, “jalinan silaturahmi ini akan terus terjalin antara Polda Lampung bersama Jurnalis yang tergabung di Mitra Humas Polda Lampung.”.

“Sinergi ini akan sangat terasa dampaknya bagi ketenteraman dan keamanan masyarakat Lampung, sebab berita yang mengangkat tentang Lampung adalah wilayah yang aman dan kondusif, akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat Lampung”. Ucapnya.

Kemudian Ketua Jurnalis Polda Lampung Dra. Kusumawati Fatahong, mengucapkan terimakasih kepada Bu Kabid Humas Polda Lampung beserta jajaran. Atas digelarnya acara ini, semoga apa yang telah dipersembahkan untuk kami para Jurnalis ini menjadi ladang pahala buat Bu Umi dan Bapak Kapolda Lampung.

“Bahwa Jurnalis Polda Lampung siap untuk melaksanakan apa yang menjadi himbauan Kabid Humas Polda Lampung. Kami para Jurnalis yang tergabung di Polda Lampung, siap untuk menjaga Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Thun 2024 di Lampung ini, agar damai, jurdil, aman dan kondusif”. Terangnya. (Len).

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ruwajurai

BI Lampung: Inflasi 0,19 Persen, Stabil di Tengah Tekanan Global

Published

on

Alteripost Lampung – Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami inflasi sebesar 0,19 persen (month to month/mtm), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang tercatat 0,36 persen (mtm). Angka ini juga sejalan dengan rata-rata inflasi Februari dalam tiga tahun terakhir yang berada di level 0,19 persen.

Secara tahunan, inflasi Lampung tercatat sebesar 1,16 persen (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48 persen (yoy).

Inflasi Maret terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain daging ayam ras (0,05 persen), bensin (0,04 persen), telur ayam ras (0,03 persen), dan beras (0,03 persen).

Kenaikan harga pangan tersebut dipicu meningkatnya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.

Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2026, seiring dinamika harga minyak global.

Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,09 persen dan -0,02 persen (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi di Pesawaran dan Lampung Tengah.

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut menekan harga emas perhiasan dengan andil -0,02 persen.

Ke depan, Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan (KPw) Lampung memprakirakan inflasi tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1 persen (yoy) hingga akhir 2026. Meski demikian, sejumlah risiko masih perlu diwaspadai.

Dari sisi inflasi inti, risiko berasal dari peningkatan permintaan akibat kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35 persen yang direalisasikan bertahap sepanjang 2026, serta potensi kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Sementara itu, pada komponen volatile food, risiko dipicu oleh rendahnya realisasi tanam akibat curah hujan tinggi pada Maret 2026 yang berpotensi menekan hasil panen. Selain itu, berdasarkan analisis BMKG, curah hujan diprakirakan rendah pada April–September, serta adanya potensi El Nino lemah pada semester II yang dapat mengganggu produksi pangan dan hortikultura.

Dari sisi administered prices, risiko inflasi berasal dari potensi kenaikan harga BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia, serta dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar terhadap biaya transportasi dan harga barang.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Langkah konkret yang dilakukan antara lain operasi pasar beras, penguatan kerja sama antar daerah, perbaikan distribusi pangan, hingga optimalisasi komunikasi publik guna menjaga ekspektasi inflasi di tengah ketidakpastian global.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading