Connect with us

Ruwajurai

Layanan Hukum Semakin Dekat, Kanwil Kemenkum Lampung Gelar Pengayoman Expo di CFD Tugu Adipura

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Semarak Hari Pengayoman ke-80 dengan tema 80 Tahun Pengayoman: Menjaga Warisan Bangsa, Mewujudkan Reformasi Hukum untuk menyongsong masa depan, Kanwil Kementerian Hukum Lampung menggelar Pengayoman Expo di area Car Free Day , Tugu Adipura Bandar Lampung, Minggu (24/08/2025).

Hadir langsung dalam kegiatan Plt. Kepala Kantor Wilayah, Benny Daryono; Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Yanvaldi Yanuar; Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Arlisa Noviriantono; Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Sari Mesfriati dan JFT/JFU Kantor Wilayah.

Pengayoman Expo yang bertujuan mendekatkan Layanan Publik kepada masyarakat ini terdiri dari Layanan Administrasi Hukum Umum, Layanan Kekayaan Intelektual dan Konsultasi Hukum Gratis.

Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkonsultasi terkait layanan yang ada di booth Pengayoman Expo seperti pendaftaran merek dagang, Pencatatan Hak Cipta hingga informasi terkait badan hukum serta pelayanan Administrasi Hukum Umum lainnya. Kehadiran layanan di ruang publik seperti ini diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi karya dan inovasi melalui kekayaan intelektual, sekaligus memahami aspek legalitas dalam berbagai urusan hukum perdata. Masyarakat yang berkonsultasi langsung sangat antusias mengetahui bagaimana proses pendaftaran merek hingga sertifikatnya terbit.

Dalam kegiatan ini pula, Benny Daryono selaku Plt. Kepala Kantor Wilayah memberikan sertifikat merek kepada pelaku UMKM. Pengayoman expo ini juga memberikan Merchandise menarik bagi masyarakat penggunan Layanan dan hiburan berupa Live Music.

Kegiatan Pengayoman Expo di Car Free Day ini juga menjadi sarana sosialisasi dan edukasi hukum secara langsung, dengan pendekatan yang lebih dekat dan santai di tengah masyarakat. Dengan demikian, nilai pelayanan prima dan semangat “Menjaga Warisan Bangsa dan Perwujudan Reformasi Hukum” semakin nyata dirasakan oleh publik.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Ekonomi dan Bisnis

HIPMI Lampung Dorong Sinergi Pengusaha, Pemerintah dan OJK Lewat FORBISDA 2026

Published

on

Ampunnews Bandar Lampung – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Lampung menggelar kegiatan Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) Tahun 2026 di Hotel Emersia, Senin (11/05/2026).

Kegiatan ini menjadi ajang penguatan jejaring usaha, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi strategis antar pelaku usaha muda di Provinsi Lampung.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI Lampung periode 2025–2028, Gilang Ramadhan beserta jajaran pengurus HIPMI Lampung. Turut hadir mewakili Gubernur Lampung dari unsur Bappeda Provinsi Lampung, Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari OJK hadir Dwi Krisna Yudi Pramono yang turut memberikan sambutan sekaligus pemaparan terkait pentingnya literasi dan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan.

Kegiatan FORBISDA ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Arienaldo Rahman yang menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pengusaha muda untuk memperkuat konektivitas bisnis, memperluas wawasan usaha, serta membangun kolaborasi lintas sektor di Lampung.

“FORBISDA bukan hanya forum diskusi bisnis, tetapi juga wadah mempertemukan ide, inovasi, dan peluang kolaborasi antar pengusaha muda daerah. Kami ingin HIPMI Lampung menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang adaptif dan berdaya saing,” ujar Arienaldo dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, Gilang Ramadhan, menegaskan pentingnya sinergi antara pengusaha, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga jasa keuangan dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini menuntut para pelaku usaha muda untuk lebih inovatif, cerdas dalam pengelolaan keuangan, serta memahami regulasi dan perlindungan konsumen di era digitalisasi ekonomi.

“Kami ingin pengusaha muda Lampung tidak hanya berkembang secara bisnis, tetapi juga memiliki pemahaman kuat terhadap tata kelola usaha yang sehat, transparan, dan berkelanjutan,” kata Gilang.

Dalam kesempatan tersebut, OJK menjadi salah satu fokus utama pembahasan seminar. Dwi Krisna Yudi Pramono menekankan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan terpercaya.

Ia menjelaskan bahwa OJK terus mendorong edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha agar semakin memahami produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai bentuk kejahatan keuangan digital.

“OJK hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pelaku usaha dalam menciptakan sektor jasa keuangan yang aman, sehat, dan inklusif. Pengusaha muda harus memahami pentingnya perlindungan konsumen dan pengelolaan keuangan yang bijak agar usaha dapat tumbuh berkelanjutan,” ujar Dwi Krisna Yudi Pramono.

Selain memberikan edukasi terkait perlindungan konsumen dan perilaku pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), OJK juga membuka ruang diskusi interaktif bersama peserta seminar terkait akses pembiayaan UMKM, digitalisasi layanan keuangan, hingga tantangan pengusaha muda dalam memperoleh permodalan usaha.

Kehadiran Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol. A.F. Indra Napitupulu turut memperkuat pesan pentingnya stabilitas keamanan dan kondusivitas daerah sebagai faktor pendukung pertumbuhan investasi dan dunia usaha di Lampung.

Forum bisnis ini diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, mulai dari pengusaha muda, pelaku UMKM, komunitas bisnis, hingga unsur organisasi kepemudaan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi seminar, diskusi, dan networking bisnis yang berlangsung sepanjang kegiatan.

Melalui FORBISDA 2026, HIPMI Lampung berharap tercipta kolaborasi nyata antara pengusaha muda, pemerintah, dan lembaga strategis seperti OJK dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (Gus)

Facebook Comments Box
Continue Reading