Connect with us

Lampung

Mewakili Gubernur, Sekdaprov Marindo Lepas Kontingen Korpri Berpartisipasi di Pornas XVII Palembang

Published

on

Foto: Sekdaprov Marindo saat memberikan motivasi kepada para kontingen yang akan berpartisipasi di Pornas XVII Palembang

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Dajusal, secara resmi melepas Kontingen Korpri Provinsi Lampung yang akan berpartisipasi di Pekan Olahraga Nasional (Pornas) XVII Korpri Tahun 2025 di Palembang Sumatera Selatan, Kamis (2/10/25), bertempat di Balai Keratun Lt. III.

Dengan mengusung tema “Korpri Bersinergi dalam Prestasi”, Pornas XVII Korpri 2025 akan digelar pada 5–11 Oktober 2025 di Kota Palembang. Kontingen Korpri Provinsi Lampung akan mengikuti 10 cabang olahraga, yakni Bola Voli, Tenis Meja, Futsal, Renang, Balap Sepeda, Gateball, Bulu Tangkis, Tenis Lapangan, Lari 5K, dan Basket. Sebanyak 139 atlet dan official akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang olahraga tingkat nasional tersebut.

Gubernur Lampung dalam sambutan yang dibacakan Sekdaprov Marindo Kurniawan, menyampaikan bahwa apresiasi dan penghargaan kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang akan berlaga di Pornas XVII Korpri.

“Keikutsertaan saudara-saudara dalam ajang ini bukan hanya membawa nama pribadi maupun instansi, tetapi juga mengemban amanah untuk mengharumkan nama Pemerintah Provinsi Lampung di tingkat nasional. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjaga sikap dan perilaku yang baik,” ujar Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur berpesan agar seluruh atlet tetap menjaga semangat juang, kerjasama, dan menjadikan ajang ini sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui olahraga.

“Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu memberikan usaha terbaik dengan penuh integritas. Dengan kerja keras, sinergi, dan semangat juang yang tinggi, saya optimis Kontingen Provinsi Lampung dapat meraih prestasi membanggakan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BKD Provinsi Lampung selaku Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Provinsi Lampung, Rendi Reswandi, menyampaikan bahwa ajang Pornas XVII Korpri akan dibuka pada Minggu, 5 Oktober 2025 pukul 18.30 WIB di Stadion Jakabaring Sport City, Kota Palembang, dan ditutup pada Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 14.30 WIB di Plaza Jakabaring Sport City.

Sebagai informasi, pada Pornas XVI Korpri Tahun 2023 di Semarang, Kontingen Provinsi Lampung berhasil meraih dua medali perak dari cabang olahraga Tenis Meja serta satu medali perunggu dari Bola Voli Putri. Pada penyelenggaraan tahun ini, diharapkan Lampung dapat meraih hasil yang lebih baik lagi. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.

Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.

“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.

“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.

Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.

“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.

Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading