Ruwajurai
Di Bawah Komando Mbak Nunik, PKB Lampung Kukuhkan 210 Pengurus Baru
Alteripost Bandar Lampung – DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung sukses menggelar pengukuhan pengurus, orientasi politik, dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil). Sebanyak 120 “Pasukan Lebah Lampung” mengikuti pengukuhan di bawah komando Ketua DPW PKB Lampung, Hj. Chusnunia (Mbak Nunik).
Pengukuhan dipimpin Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Ketua Fraksi PKB DPR RI periode 2024–2029, Dr. H. Jazilul Fawaid, SQ., MA. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut setelah pelantikan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) DPW PKB Lampung di Jakarta secara serentak se-Indonesia.
Pada kesempatan tersebut dikukuhkan 40 pengurus harian DPW dan 90 pengurus dari 30 biro, sehingga total pengurus mencapai 210 orang.
Acara dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Hj. Ella Nuryamah, anggota DPR RI Fraksi PKB Dr. H. Muhammad Kadafi, SH., MH., Ketua Bawaslu Lampung, Ketua KPU Lampung, pimpinan partai politik tingkat provinsi, ormas keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, serta organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Pembacaan SK dilakukan Ahmad Fauzi dari DPP PKB, dilanjutkan pengarahan oleh Jazilul Fawaid. Selanjutnya, Sekretaris Wilayah Maulida Zauroh membacakan SK pengukuhan 30 biro DPW PKB Lampung periode 2026–2031.
Dalam sambutannya, Hj. Chusnunia menyampaikan bahwa dirinya menerima amanah memimpin DPW PKB Lampung dengan rasa syukur sekaligus muhasabah.
Ia menekankan pentingnya kaderisasi agar estafet kepemimpinan partai berjalan baik.
“Kepengurusan kali ini kita menggandeng sebanyak mungkin kalangan agar PKB hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat musim kampanye. Pendidikan, kesehatan, pertanian, dan pangan menjadi fokus bersama,” ujarnya.
Pada acara tersebut, DPW PKB Lampung juga menyerahkan bantuan dana kaderisasi kepada 15 DPC PKB kabupaten/kota se-Lampung dengan total Rp1,7 miliar. Setiap DPC menerima Rp100–200 juta sesuai luas wilayah dan kepadatan penduduk.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan serta mengajak seluruh pihak bergandengan tangan membangun daerah. Ia menyoroti sejumlah pekerjaan rumah, di antaranya IPM Lampung yang masih terendah di Sumatera serta perlunya hilirisasi sektor riil.
Sementara itu, Jazilul Fawaid menyampaikan salam Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) kepada seluruh kader. Ia menegaskan pentingnya akhlak dan etika dalam berpolitik.
“Politik PKB adalah politik melayani. Pengurus PKB harus memberi solusi di tengah masyarakat. Menang itu penting, tapi harus dengan akhlakul karimah agar membawa maslahat bagi rakyat,” tegasnya.
Ia menutup arahannya dengan kutipan Jalaluddin Rumi tentang cinta dan pengabdian kepada masyarakat, disertai salam cinta dari Gus Muhaimin.(*)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

