Connect with us

Lampung

Gubernur Mirza dan Bupati Egi Serukan Persatuan Saat Safari Ramadan

Published

on

Alteripost Lampung Selatan – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat Kabupaten Lampung Selatan untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong demi kemajuan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Lampung 1447 Hijriah di Masjid Al-Falah, Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (5/3/2026).

Gubernur Mirza menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.

“Saya mengajak kita semua untuk selalu menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong. Jangan sampai masyarakat kita terpecah belah hanya karena perbedaan. Pada akhirnya kita semua sama, yaitu masyarakat Lampung,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menegaskan, kebersamaan masyarakat merupakan modal utama dalam membangun daerah ke arah yang lebih baik.

“Kita harus membawa Lampung ke depan menjadi lebih baik. Karena bagi saya, modal besar pembangunan bukan hanya APBD, infrastruktur, teknologi, atau pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga kebersamaan, kerukunan, dan persatuan masyarakat di seluruh Provinsi Lampung,” katanya.

Mirza mengungkapkan rasa syukurnya melihat antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah Ramadan. Menurutnya, semangat masyarakat tersebut menjadi kekuatan besar bagi daerah.

“Kami melaksanakan Safari Ramadan ke desa-desa dan melihat semangat masyarakat dalam menjalani Ramadan ini. Semangat beribadah, berpuasa, dan berkumpul bersama. Insyaallah ini menjadi modal besar bagi Provinsi Lampung,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Mirza mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan.

“Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta memperbanyak kebaikan kepada sesama,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Kecamatan Penengahan, khususnya warga Desa Pisang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Kecamatan Penengahan, terutama Desa Pisang. Kebersamaan seperti inilah yang membuat kita yakin bahwa Lampung akan terus maju,” ujarnya.

Mirza pun berharap Ramadan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Lampung.

“Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi rumah-rumah kita, memberikan kesehatan bagi orang tua kita, membawa rezeki bagi masyarakat, serta masa depan yang cerah bagi anak-anak kita. Semoga Allah SWT menjaga Provinsi Lampung menjadi daerah yang aman, damai, dan penuh keberkahan,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus bekerja maksimal dalam mewujudkan aspirasi masyarakat.

“Kepada masyarakat Lampung Selatan, Bapak Gubernur dan seluruh jajaran, saya bersama seluruh jajaran pemerintah daerah terus memberikan perhatian dan bekerja keras semaksimal mungkin untuk mewujudkan aspirasi masyarakat,” ujar Egi.

Dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut, turut dilakukan penyerahan berbagai bantuan kepada masyarakat, di antaranya bantuan sembako, dana hibah untuk pembangunan masjid, serta santunan bagi anak yatim piatu.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global Bagi Generasi Muda

Published

on

Alteripoat Bandar Lampung – Gubernur Lampung tegaskan dukungan pemerintah provinsi Lampung dalam membuka akses bagi generasi muda untuk meraih peluang di tingkat global.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung dalam kegiatan Halal Bihalal sekaligus pelepasan Mahasiswa Nusadaya Academy dalam program magang di Taiwan bertempat di Nusadaya Academy, Selasa (21/04/2026).

Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi, penyediaan pelatihan bahasa yang terjangkau, hingga fasilitasi pembiayaan keberangkatan, sehingga generasi muda Lampung memiliki kesiapan dan daya saing untuk menembus dunia kerja internasional.

“Kami juga dari pemerintah Provinsi Lampung mendorong pendidikan vokasi supaya apa yang dipelajari di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hari ini ada program namanya Vokasi Migran di sekolah ada program vokasi. Saya juga terus mendorong lembaga-lembaga pendidikan, semua tempat-tempat bahasa Itu saya dorong untuk buat les-lesnya dan yang paling penting harus murah,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sekitar 1.000 lulusan SMA dapat diberangkatkan ke luar negeri setelah melalui pelatihan bahasa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.

“Di perbankan juga saya dorong bagaimana memberikan dana talangan untuk tenaga kerja migran kita dan insya Allah Kami targetkan Tahun ini Ada hampir mungkin ada 1000 orang Yang akan kita berangkatkan dari jenjang SMA dari 7.500 yang kita latih bahasa selama setahun. Target kami untuk ke Jepang aja dalam 2-3 tahun ke depan mngkin setiap tahun 10 sampai dengan 15 ribu orang diberangkatkan untuk ke Jepang,” tambahnya.

Gubernur menilai pelepasan ini merupakan momen yang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena kembali mengirim generasi muda untuk menimba pengalaman di tingkat internasional sekaligus membawa nama baik daerah.

Lampung memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia (SDM). Dengan sekitar 71 persen populasi berada pada usia produktif, provinsi ini memiliki kekuatan demografi yang signifikan untuk mendorong pembangunan. Namun demikian, ia menyoroti masih terbatasnya daya tampung pendidikan tinggi yang hanya mampu menampung sekitar 10 persen lulusan SMA/SMK setiap tahun.

Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci kemajuan daerah dan negara. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan berarti tanpa didukung oleh SDM yang unggul dan berkarakter.

Dalam konteks global, Gubernur menjelaskan bahwa banyak negara maju seperti Jepang dan Taiwan saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja akibat berakhirnya bonus demografi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Lampung, untuk mengisi kebutuhan tersebut.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter. SDM Indonesia dikenal ramah, adaptif, dan memiliki etos kerja yang baik. Ini menjadi keunggulan yang harus dijaga,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Lampung memiliki karakter kuat hasil perpaduan budaya yang telah terbangun sejak lama, seperti semangat gotong royong dan nilai ‘Piil Pesenggiri’. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam bersaing di kancah global.

Gubernur berharap para mahasiswa yang berangkat tidak hanya berperan sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai duta daerah dan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama berada di luar negeri karena akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia.

“Jadilah representasi terbaik Indonesia. Jika kalian menunjukkan kualitas dan sikap yang baik, maka peluang bagi generasi berikutnya akan semakin terbuka,” pesannya.

Gubernur berharap setelah menyelesaikan progam ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.

Sementara itu, Direktur Nusadaya Academy, Radep Riyantoro, menjelaskan bahwa mahasiswa dari program magang ini akan menjalani program magang sekaligus studi selama kurang lebih 18 bulan di Taiwan. Selama di sana, mereka tetap berstatus sebagai mahasiswa aktif, mendapatkan pengalaman kerja internasional.

“Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pengalaman global, penguatan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin, serta kesiapan menjadi SDM berkelas dunia,” jelasnya.

Radep menambahkan, setelah menyelesaikan program, mahasiswa akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studi dan diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjaga nama baik daerah, bangsa, dan almamater selama menjalani program di luar negeri.

“Kalian disana berangkat untuk studi, pertukaran budaya, belajar dan mengambil manfaat-manfaat yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia nanti,” pesannya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading