Lampung
Lewat LaSEF 2026, BI dan Gubernur Lampung Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Baru
Alteripost Bandar Lampung – Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 sukses digelar pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall, Bandar Lampung. Hingga penutupan acara pada 10 Mei 2026, festival ini berhasil menarik sekitar 7.000 pengunjung, mencatat transaksi hingga ratusan juta rupiah, serta menghasilkan komitmen business matching senilai Rp230 miliar untuk tahun 2026 melalui kolaborasi bersama OJK Provinsi Lampung.
Selama tiga hari penyelenggaraan, LaSEF 2026 menghadirkan berbagai program strategis yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari pemberdayaan UMKM, penguatan halal lifestyle, literasi ekonomi syariah, talkshow edukatif, hingga beragam kompetisi kreatif berbasis ekonomi syariah.
Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 40 pelaku usaha yang menampilkan beragam produk unggulan, seperti kuliner, olahan pangan dan minuman, kopi khas Lampung, hingga produk wastra daerah. Sejumlah kompetisi turut memeriahkan rangkaian acara, di antaranya Lampung Brewpreneur Challenge 2026, Harmony in Syariah: Nasyid Competition, dan Kompetisi Dakwah Ekonomi Syariah yang menjadi ruang ekspresi bagi barista, grup nasyid, dan da’i muda berbakat.
Selain itu, LaSEF 2026 juga menghadirkan booth Ketahanan Pangan melalui pembagian bibit cabai gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian pangan melalui pilar Penguatan Halal Value Chain.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, lembaga keuangan syariah, akademisi, pondok pesantren, dan pelaku usaha diharapkan mampu menjadikan ekonomi syariah sebagai penggerak utama penguatan sektor riil dan pemberdayaan masyarakat di Provinsi Lampung.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi penyelenggaraan LaSEF 2026 yang dinilai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata dukungan Bank Indonesia terhadap pembangunan daerah.
Berbagai program yang dihadirkan dinilai selaras dengan target prioritas pembangunan daerah dalam RPJMD Provinsi Lampung, khususnya dalam penguatan industri halal, pengembangan UMKM, serta kemandirian pesantren. Pemerintah Provinsi Lampung juga mengapresiasi inisiatif Wakaf Sumur Produktif sebagai solusi konkret untuk mendukung produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan El Nino.
“Satu sumur, membawa seribu keberkahan,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi untuk Ekonomi Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan”, LaSEF 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia sepakat bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Momentum LaSEF 2026 diharapkan menjadi pijakan awal dalam memperkuat transformasi ekonomi daerah yang berlandaskan nilai keberlanjutan, inklusivitas, dan kesejahteraan masyarakat.
LaSEF 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian Road to FESyar Sumatra 2026. Para pemenang kompetisi akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatra 2026.
Melalui penguatan literasi ekonomi syariah, pengembangan talenta kreatif, dan partisipasi generasi muda, Bank Indonesia optimistis Provinsi Lampung mampu meningkatkan daya saing ekonomi syariah di tingkat regional maupun nasional. (Gus)
Lampung
Pemprov Lampung Matangkan Persiapan Pornas Korpri 2027, Peluang Dongkrak UMKM dan Pariwisata
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mulai mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) XVIII Tahun 2027.
Hal tersebut ditegaskan dalam Rapat Supervisi Persiapan Pornas Korpri XVIII Tahun 2027 yang digelar di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Senin (11/5/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Lampung dan dihadiri Ketua Badan Pembina Olahraga (Bapor) Korpri Pusat Prof. Asrorun Ni’am, jajaran pejabat pimpinan tinggi Pratama di lingkup Pemprov Lampung, serta pengurus Korpri Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Marindo Kurniawan menyampaikan rasa syukur dan optimisme atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Pornas Korpri XVIII Tahun 2027.
“Ini merupakan amanah besar sekaligus kehormatan bagi Provinsi Lampung. Kami berkomitmen menyukseskan Pornas Korpri dengan konsep sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses penyelenggaraan,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan, penunjukan Lampung sebagai tuan rumah merupakan hasil keputusan bersama pada Pornas Korpri XVII di Palembang, Sumatera Selatan, setelah Lampung berhasil masuk 10 besar nasional.
Menurut Marindo, Pemprov Lampung saat ini mulai melakukan berbagai persiapan meskipun di tengah tantangan keterbatasan fiskal. Karena itu, seluruh perencanaan dilakukan secara cermat dengan mengedepankan efisiensi tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan kegiatan.
“Kami ingin Pornas Korpri ini tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga ASN, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM dan sektor pariwisata di Lampung,” katanya.
Marindo menilai Pornas Korpri memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi daerah karena melibatkan ratusan kontingen dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah seluruh Indonesia.
“Kalau PON hanya diikuti 38 provinsi, Pornas Korpri melibatkan kementerian, lembaga, bahkan perguruan tinggi. Ini akan menjadi momentum besar untuk memperkenalkan Lampung di tingkat nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bapor Korpri Pusat Prof. Asrorun Niam mengatakan penunjukan Lampung sebagai tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dipersiapkan secara matang.
“Atas nama pengurus pusat Korpri, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Lampung dan Gubernur Lampung atas kesediaannya menjadi tuan rumah Pornas Korpri XVIII Tahun 2027,” ujar Asrorun.
Ia optimistis Lampung mampu menyelenggarakan Pornas Korpri secara lebih baik meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional dan daerah.
“Ini soal prioritas. Saya optimistis dengan kepemimpinan Gubernur dan Sekdaprov Lampung, Pornas Korpri XVIII akan berlangsung sukses dan bahkan lebih meriah,” katanya.
Asrorun menegaskan bahwa Pornas Korpri bukan sekadar ajang seremonial olahraga, tetapi menjadi sarana memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan semangat kebersamaan antar aparatur sipil negara di seluruh Indonesia.
“Olahraga menjadi media memperkuat jejaring dan solidaritas ASN sekaligus meningkatkan kebugaran yang berdampak pada produktivitas kerja,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dipaparkan berbagai rencana teknis dan strategi penyelenggaraan Pornas Korpri XVIII Tahun 2027 oleh Kepala BKD Provinsi Lampung yang juga menjabat Sekretaris Korpri Provinsi Lampung, Rendi Riswandi.
Rendi menjelaskan bahwa Pemprov Lampung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis mulai dari penyusunan timeline kegiatan, penentuan cabang olahraga, kesiapan venue, sistem pendaftaran digital, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
Pornas Korpri XVIII direncanakan mempertandingkan berbagai cabang olahraga populer di kalangan ASN dan 10 diantaranya adalah cabang olahraga wajib seperti bulu tangkis, tenis lapangan, tenis meja, bola basket, futsal, catur, atletik, renang, pencak silat, senam Korpri, hingga balap sepeda. Selain itu, akan digelar berbagai kegiatan pendukung seperti pameran UMKM, promosi wisata daerah, dan festival rakyat.
Asrorun juga menambahkan bahwa Pornas Korpri XVIII akan menjadi momentum penting bagi Lampung dalam menguji kesiapan daerah menyelenggarakan event olahraga berskala besar nasional.
“Lampung memiliki infrastruktur olahraga yang sangat memadai. Ini bisa menjadi simulasi dan penguatan pengalaman menuju event-event olahraga besar berikutnya,” katanya.
Selain fokus pada sukses penyelenggaraan dan prestasi, rapat juga menekankan pentingnya dampak sosial dan ekonomi dari penyelenggaraan Pornas Korpri.
Pemprov Lampung menargetkan ajang tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM lokal.
Rapat supervisi tersebut menjadi langkah awal konsolidasi seluruh perangkat daerah dalam menyambut Pornas Korpri XVIII Tahun 2027.
Pemprov Lampung berharap ajang olahraga nasional ASN itu nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memperkuat citra Lampung sebagai tuan rumah event nasional yang profesional, ramah, dan berdaya saing. (Rls)

