Connect with us

Ruwajurai

Demi Keamanan, Penukaran E-Tiket NDX AKA Wajib di Kampus IIB Darmajaya

Published

on

Alteripost.co Bandar Lampung – Pekan Raya Lampung (PRL) 2023 terus dipadati pengunjung, yang antusias ingin melihat perkembangan pembangunan di Provinsi Lampung. Artis-artis tanah air yang dihadirkan juga mendapat perhatian publik, salah satunya NDX AKA, yang akan tampil pada Rabu (11/10)2023) malam.

Bahkan, pembeli tiket pada Rabu malam itu sudah membludak hingga mencapai angka 20 ribu lebih. Panitia PRL 2023 pun menyiapkan langkah taktis, guna mengantisipasi menumpuknya pengunjung di pintu masuk yang ingin menukarkan tiket online atau e-tiket.

Menurut Arkan Yusuf selaku Wakil Head Office PRL 2023, khusus pembeli tiket NDX AKA sudah disiapkan tempat khusus untuk menukarkan e-tiketnya dengan gelang.

“Bagi warga yang sudah membeli tiket tanggal 11 Oktober, lokasi penukaran e-tiketnya di Kampus IIB Darmajaya, yang berada di Jl. ZA. Pagar Alam No.93, Gedong Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung,” ungkapnya di Sekretariat PRL 2023, PKOR Way Halim, Selasa siang.

Penukaran e-tiket sudah mulai dibuka sejak hari ini, Selasa 10 Oktober hingga Rabu besok mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 WIB. Jadi, menurut Arkan, nantinya tidak ada penukaran e-tiket di pintu masuk PRL.

“Semua itu demi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Jadi tidak ada penukaran e-tiket dengan gelang di lokasi PRL. Pihak panitia juga sangat berterimakasih dengan antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan PRL 2023,” pungkasnya. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.

Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.

Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.

Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.

Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading