Ekonomi dan Bisnis
Stan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Memiliki Desain Yang Menarik
Alteripost.co Bandar Lampung – Stan OPD yang ada di Pekan Raya Lampung menampilkan hal hal yang menarik untuk memikat para pengunjung Pekan Raya Lampung (PRL) agar berkunjung ke stand perangkat daerah.
Salah satunya stan dari Dinas Kehutanan Provinsi Lampung yang berada di Gedung Hall C Pkor Wayhalim, memiliki desain stan yang menarik dengan konsep stan yang dipenuhi daun dan juga pohon hijau serta ornamen kayu yang sangat memanjakan mata.
Bahkan banyak pengunjung Pekan Raya Lampung yang memanfaatkan moment untuk foto bersama distan tersebut.
“Bagus hasilnya foto di stan dinas kehutanan, seger liat dedaunan disini,” ujar Mutiara Langit salah satu pengunjung PRL usai berfoto di stan Dinas Kehutanan.
Selain dapat berfoto saat berkunjung ke Stan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung pengunjung dapat menikmati
Minuman jahe hangat yang sudah disedu serta jajanan pasar yang dapat dinikmati secara gratis saat berkunjung ke Stan Dinas Kehutanan.
Konsep Stan Dinas Kehutanan yang menarik ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si.Stan Dinas Kehutanan ini dapat menarik para pengunjung Pekan Raya Lampung untuk dapat berkunjung ke hall C.
“Saya lagi keliling ke Hall C,, liat Stan Dinas Kehutanan ini menarik jadi saya foto, dan disini ada jualan gula semut dan aneka cemilan,” ujar Yani salah satu pengunjung PRL.
Masyarakat Lampung bisa berkunjung ke Pekan Raya Lampung yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Lampung Bekerjasama dengan APINDO berlangsung dari tanggal 6 hingga 21 Oktober 2023.(*)
Ekonomi dan Bisnis
Mengulas Kenaikan BI Rate ke 5,75, Apakah Sudah Efektif Dalam Menjaga Stabilitas Rupiah?
Alteripost.co, Nasional-
Posisi rupiah sempat beberapa hari menguat di saat Bank Indonesia (BI) menaikkan BI-rate menjadi 5,75 persen. Namun, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat kembali melemah ke level sekitar Rp.17.950. Hal ini memicu pertanyaan, apakah langkah Bank Indonesia sudah cukup efektif dalam menjalankan kebijakan moneternya?.
Dalam beberapa bulan terakhir, patut diakui bahwa Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis. Suku bunga dinaikkan, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia dibuat semakin menarik, dan berbagai instrumen moneter digunakan untuk menjaga stabilitas Rupiah. Kebijakan ini dijalankan di tengah situasi global yang sedang tak bersahabat.
Penguatan Dollar Amerika Serikat, ketidakpastian geopolitik, serta perubahan arah kebijakan bank sentral negara maju memang memberikan tekanan yang tidak ringan bagi hampir seluruh negara berkembang (emerging markets).
Pihak Bank Indonesia (BI) menegaskan kenaikan BI Rate sebesar 25 basispoin (bps) menjadi 5,75 persen merupakan bagian dari upaya mendorong stabilitas nilai tukar rupiah.
“Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo beberapa waktu lalu.
Selain itu, suku bunga deposit facility juga meningkat sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan suku bunga lending facility juga naik sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen.
Tentunya kita sebagai masyarakat terus menanti kebijakan-kebijakan strategis lainnya ke depan dari Institusi-instusi terkait, dalam menjaga keseimbangan pasar guna memperkuat ekosistem ekonomi dalam negeri.
Selain itu, kita juga sebagai masyarakat perlu berperan dan mendukung pemerintah dalam upaya-upaya yang sedang dan telah dilakukan. Seperti mencintai produk-produk lokal, menjaga kondusivitas, serta menciptakan iklim yang bersahabat untuk meningkatkan kepercayaan dari pihak investor baik dari dalam negeri ataupun dari luar negeri.
Salam Hangat
Agus Sihotang

