Connect with us

Lampung Selatan

Bupati Nanang Sambut kedatangan Jajaran Kejari Lampung Selatan

Published

on

Foto: Bupati Nanang saat menerima kedatangan jajaran Kejari Lampung Selatan

 

Alteripost.co, Lampung Selatan-
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan, Dwi Astuti Beniyati, SH, MH melakukan silaturahmi dengan Bupati Lampung Selatan.

Kedatangan Kajari muda ini diterima langsung Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto didampingi Sekda Thamrin, beserta pejabat utama setempat. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang bupati Lampung Selatan, Rabu (2/6/2021).

Dwi Astuti Beniyati mengungkapkan, kunjungannya tersebut dalam rangka mempererat silaturahmi dan memperkenalkan personel baru Kejaksaan Negeri Lampung Selatan.

“Hari ini sekaligus saya perkenalkan rekan-rekan Kasi (Kepala Seksi) yang baru kita lantik, kepada pak bupati dan jajaran,” ujar Dwi Astuti Beniyati kepada tim usai pertemuan.

Dwi Astuti Beniyati menambahkan, kunjungan itu juga dalam rangka melakukan penandatanganan kerjasama (MoU) antara Kejaksaan Negeri Lampung Selatan dengan Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Selatan.

“Alhamdulillah kerjasama dengan pak bupati selama ini sangat baik. Banyak MoU yang sudah kita jalin dan semakin bertambah. Karena kita mempunyai tujuan yang sama yaitu pelayanan kepada masyarakat untuk kemajuan Lampung Selatan. Semoga kita semakin solid dan Lampung Selatan semakin berkembang,” katanya.

Kejari Lampung Selatan, Dwi Astuti Beniyati melakukan penandatanganan MoU dengan Dinas Perikanan Lampung Selatan.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyambut baik kunjungan silaturahmi Kajari Lampung Selatan dan jajaran.

“Saya terima kasih atas kunjungan hari ini. Selamat datang kepada pejabat yang baru. Saya berharap sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah semakin baik,” ujarnya.

Nanang juga berharap, dengan adanya berbagai kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, senantiasa dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) khususnya kepatuhan terhadap tata aturan yang berlaku.

Untuk itu, pihaknya selaku kepala daerah juga mengharapkan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan untuk tetap menjadi lembaga yang dapat memberikan saran atau masukan bagi para aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Kami juga ingin ada pendampingan dari Kejaksaan. Jadi, sebelum melangkah kami sudah ada rambu-rambu. Sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan itu tidak terjadi. Kami mohon bimbingan juga dari rekan-rekan di Kejaksaan,” kata Nanang.

Diketahui, empat Kasi di Kejaksaan Negeri Lampung Selatan diisi oleh wajah baru. Prosesi serah terima jabatan dipimpin langsung Kajari pada Selasa, 18 Mei 2021 lalu.

Masing-masing yakni, Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum) dijabat oleh Rivaldo Valini S, Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) saat ini dijabat oleh Hery Susanto.

Kemudian, Kasi Intelijen dijabat oleh Samiadji Noer serta Kasi Pengelolaan Barang Bukti (BB) dan Barang Rampasan dijabat oleh Eko Supramurbada. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Karang Pucung Mantapkan Langkah Menuju Nasional pada Lomba Desa 2026

Published

on

Alteripost Way Sulan – Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, kembali optimis untuk mengulang prestasi gemilang di ajang Lomba Desa/Kelurahan.

Setelah pernah meraih Juara Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung dan Juara III Tingkat Nasional pada 2018, desa tersebut kini menatap peluang melangkah hingga tingkat nasional dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.

Optimisme itu disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat menghadiri Klarifikasi Lapangan Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Aula Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, Kamis (25/6/2026).

Menurut Syaiful, Desa Karang Pucung memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Namun, lebih dari sekadar mengejar gelar juara, keberhasilan desa tersebut tercermin dari kemampuannya melakukan transformasi pembangunan yang berkelanjutan melalui penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan ketahanan pangan.

“Keberhasilan Desa Karang Pucung bukan hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi dari kemampuannya melakukan transformasi pembangunan desa melalui penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Inilah semangat Desa HELAU menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Syaiful.

Dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”, Desa Karang Pucung menampilkan berbagai inovasi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu transformasi yang menjadi unggulan adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan.

Saat ini, BUMDes Karang Pucung mengembangkan usaha peternakan ayam petelur berbasis teknologi melalui kerja sama dengan Bank Lampung.

Program tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyerapan hasil produksi petani dan peternak lokal, sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Syaiful menjelaskan, pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga mendorong modernisasi pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, serta pelestarian lingkungan.

Upaya itu selaras dengan Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) yang mendorong desa mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengembangkan ekonomi berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.

“Kami berharap Desa Karang Pucung dapat menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat desa mampu membangun daerahnya secara mandiri, inovatif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Syaiful.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, yang juga merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi Provinsi Lampung menegaskan bahwa kemajuan Provinsi Lampung sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa sebagai pusat kehidupan masyarakat.

“Sesungguhnya wajah Provinsi Lampung ada di desa. Jika desa maju, maka Lampung juga akan maju. Karena itu, pembangunan desa harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Slamet.

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini terus mengakselerasi pembangunan desa melalui Program Desaku Maju guna mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, terutama melalui pemerataan infrastruktur dasar dan peningkatan pelayanan masyarakat.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mendorong hilirisasi pertanian berbasis inklusif di tingkat desa agar hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda di pedesaan.

Slamet juga mengajak seluruh pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk mengintegrasikan peran BUMDes dengan program ketahanan pangan nasional, termasuk mendukung kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis melalui penyerapan hasil produksi petani dan peternak lokal.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading