Tulang Bawang Barat
Pj Bupati Firsada Resmikan RSIA Pertama Di Tubaba
Alteripost Tubaba – Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Drs. M. Firsada, meresmikan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) pertama di Kabupaten Tubaba, pada Rabu (03/01/2024).
RSIA bernama Ummi Athayya ini sebelumnya merupakan Klinik bersalin Ibu dan Anak Ummi Athayya, yang berlokasi di Tiyuh/Desa Candra Mukti, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tubaba, Lampung.
Menurut Pj Bupati M. Firsada, RSIA Ummi Athayya ini sangat penting dan bernilai strategis dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Keberadaan rumah sakit ibu dan anak ini, harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik dari aspek kualitas maupun kuantitas, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas derajat kesehatan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Tubaba,” kata Pj Bupati M. Firsada.
Dia mengungkapkan sejak awal masa jabatannya sebagai Pj Bupati, salah satu fokus utama adalah meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama ibu dan anak.
Dengan adanya RSIA Ummi Athayya ini, Pj Bupati berharap dapat memberikan pelayanan medis yang berkualitas dan memadai bagi seluruh masyarakat.
“Kami berharap RSIA ini dapat mengurangi angka kematian terhadap ibu dan anak, serta memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam mendapatkan layanan kesehatan yang dibutuhkan,” harapnya
“RSIA Ummi Athayya merupakan bukti komitmen kita semua dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi ibu dan anak-anak di daerah kita. Melalui fasilitas ini, kita menunjukkan bahwa kesehatan mereka adalah prioritas bagi pemerintah dan masyarakat kita,” imbuhnya.
Di moment itu, Pj Bupati M. Firsada juga menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam pembangunan rumah sakit tersebut.
“Kerjasama dan semangat bersama yang telah ditunjukkan adalah bukti kebersamaan dan kepedulian kita terhadap kesehatan masyarakat,” kata dia.
Dengan peresmian RSIA ini, Pj Bupati juga berharap dapat memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi ibu dan anak-anak.
“Kesehatan mereka adalah investasi bagi masa depan bangsa, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan akses terbaik dalam hal ini,” harapnya lagi.
Dirinya berpesan kepada para petugas rumah sakit, baik dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lainnya, agar terus termotivasi dan bersemangat dalam menjalankan tugas, memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat dengan sikap yang ramah, tulus dan ikhlas, agar pasien bisa nyaman dalam menjalani perawatan dan akhirnya lekas sembuh.
Tak lupa, Pj Bupati pun mengajak seluruh masyarakat untuk turut menjaga serta mendukung keberlangsungan dan pengembangan RSIA Ummi Athayya.
“Kita semua memiliki peran penting dalam menjaga dan memastikan pelayanan kesehatan yang baik difasilitas ini. Mari kita jaga bersama-sama fasilitas ini agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat kita,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur RSIA Ummi Athayya, dr. Tanti mengatakan, peresmian RSIA Ummi Athayya ini adalah bukti nyata komitmen dalam rangka menjawab keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna.
“Kami ingat 2 tahun lalu ditempat ini kita melakukan peresmian Klinik Ummi Athayya, yang pada waktu itu diresmikan oleh Bapak Bupati Tubaba, Bapak Umar Ahmad, dan alhamdulillah pada hari ini ada peningkatan kapasitas dari klinik menjadi RSIA,” kata dr. Tanti.
Dengan keberadaan RSIA Ummi Athayya ini, tentunya membuat masyarakat akan semakin dipermudah untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Oleh karena itu, lanjut dr. Tanti, peningkatan jasa pelayanan dibidang kesehatan secara profesional serta peningkatan kinerja seluruh jajaran RSIA Ummi Athayya untuk menunjang kualitas dan mutu layanan mutlak harus dilakukan sebagai acuan inovasi dalam dunia kesehatan di Indonesia, khususnya Kabupaten Tubaba.
“Tentunya dengan fasilitas sarana dan prasarana, tim dokter, dan tenaga kesehatan yang handal, kompeten, serta profesional diharapkan mampu memberikan solusi pelayanan dan kepuasan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya.
dr. Tanti juga menerangkan, RSIA Ummi Athayya memiliki keunggulan dalam pelayanan dan fasilitas yang sangat lengkap, diantaranya yaitu terdapat 38 tempat tidur yang terdiri dari bed rawat inap VVIP, VIP, kelas 1, 2, dan 3.
Selain itu, sambung dr. Tanti, terdapat Pelayanan Rawat Jalan Dokter Spesialis (Obgyn, Bedah, Anak, Anastesi, dan Penyakit Dalam), Pelayanan Dokter Umum, Pelayanan Kamar Operasi, Pelayanan ICU, Pelayanan NICU, Pelayanan IGD, Pelayanan Ruang Bersalin, Pelayanan Laboratorium, Pelayanan Farmasi, dan Pelayanan Radiologi.
“Pelayanan unggulan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Ummi Athayya yaitu Persalinan normal tanpa nyeri, Operasi SC Eracs, Pelayanan USG 4D Realtime, Sunat tanpa nyeri, perawatan bayi premature Sampai dengan bayi berat 300 gr, dan pelayanan Vaksin lengkap,” sebut dr. Tanti.
“Semoga momentum peresmian ini tidak hanya sekedar kegiatan seremoni, tetapi lebih jauh lagi bisa menjadi kebanggaan, mampu meningkatkan derajat kesehatan dan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat, sekaligus ikut berpartisipasi mengembangkan, meningkatkan dan memajukan pembangunan kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Tulang Bawang Barat khususnya dan provinsi Lampung pada umumnya,” pungkasnya.(*)
Lampung
Gubernur Mirza Tekankan Sinergi Desa dalam Musrenbang RKPD Tubaba 2027
Alteripost Tubaba – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2027 yang digelar di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (4/3/2026).
Musrenbang mengusung tema “Mendorong Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas Sektor Unggulan dan Pemberdayaan UMKM”. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Bupati Tulang Bawang Barat Novriwan Jaya, Wakil Bupati Nadirsyah, unsur Forkopimda Tulang Bawang Barat, para lurah, camat, serta kepala tiyuh.
Dalam sambutannya, Bupati Novriwan Jaya menyampaikan bahwa fokus pembangunan Tulang Bawang Barat ke depan diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan UMKM. Ia menegaskan arah pembangunan tersebut diselaraskan dengan program Presiden melalui Asta Cita serta program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung.
Novriwan juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan berharap sinergi tersebut terus diperkuat.
Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa seluruh pemimpin yang hadir mengemban amanah besar untuk melayani masyarakat dan membawa kemajuan bagi Tulang Bawang Barat.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kesamaan tujuan, kolaborasi yang kuat, sinergi lintas sektor, serta integritas seluruh pemangku kepentingan.
“Kekuasaan ditujukan untuk melayani rakyat. Kita harus punya satu tujuan yang sama. Hal ini tidak bisa dilakukan tanpa kolaborasi, sinergi, dan integritas seluruh stakeholder,” tegasnya.
Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung siap mendukung peningkatan nilai tambah komoditas desa melalui bantuan sarana seperti mesin pengering (dryer), pupuk organik, hingga teknologi pengolahan yang berpotensi meningkatkan nilai jual komoditas hingga 15–20%.
Di tengah keterbatasan fiskal, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi mampu mengoptimalkan kewenangan dan potensi lokal secara kreatif dan inovatif.
Gubernur Mirza juga menginstruksikan agar penyusunan RKPD selaras dengan Asta Cita Presiden. Ia secara khusus menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, serta program Cek Kesehatan Gratis sebagai prioritas nasional yang harus mendapat dukungan optimal di tingkat desa.
Terkait Program Makan Bergizi Gratis, Gubernur meminta kepala tiyuh memaksimalkan peran BUMDes agar dapat menyuplai bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga perputaran ekonomi tetap berada di desa.
“Uangnya jangan sampai keluar dari tiyuh. Maksimalkan BUMDes agar menjadi pemasok dapur SPPG sehingga bermanfaat juga bagi desa dan masyarakatnya,” ujarnya.
Ia juga mendorong optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih guna meningkatkan pendapatan desa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Dalam bidang sumber daya manusia, Gubernur Mirza menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan serta memastikan tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Ia mendorong kepala tiyuh untuk aktif membantu menekan angka putus sekolah di wilayah masing-masing.
Terkait program Cek Kesehatan Gratis, Gubernur Mirza menginstruksikan kepala tiyuh untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Menurutnya, deteksi dini kondisi kesehatan sangat penting untuk mengidentifikasi potensi penyakit serta mendorong pola hidup yang lebih sehat.
“Karena program nasional dan daerah semuanya berfokus di desa, saya minta tolong kepada kepala tiyuh, berhasil tidaknya sangat tergantung kepada kepala tiyuhnya,” ujarnya.
Ia berharap penyusunan RKPD Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2027 benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.(*)

