Lampung
Safari Ramadan di Kabupaten Lamteng, Gubernur Arinal Djunaidi Berikan Sejumlah Bantuan
Alteripost Lampung Tengah – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyatakan bahwa Bulan suci Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga sebagai momentum yang tepat untuk memperdalam keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, dan memperkuat hubungan antar umat beragama.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung saat melakukan kegiatan Safari Ramadan 1445H di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah, Senin (25/03/2024).
Gubernur Lampung juga menyatakan bahwa kegiatan Safari Ramadan bukan sekadar serangkaian acara keagamaan, tetapi juga merupakan ajang untuk menggalang kerjasama antar umat beragama dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan harmonis.
“Saya percaya bahwa keragaman agama adalah anugerah yang harus kita jaga dan rawat bersama sebagai modal utama dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Lampung juga menyampaikan apresiasinya atas progres pembangunan di Kabupaten Lampung Tengah yang begitu pesat di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah.
Lebih lanjut, Gubernur menyebutkan bahwa Kabupaten Lampung Tengah merupakan kabupaten yang potensial dalam sektor Pertanian, Peternakan, Perikanan, Pariwisata dan Jasa.
“Dengan beragam potensi inilah hendaknya pemanfaatan bersama-sama teknologi tepat guna dan promosi serta pemasaran bisa lebih baik,” tegasnya.
Melalui Forum ini, Gubernur Lampung mengajak seluruh pihak untuk mendukung program – program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
“Saya berharap pondok ini juga selain memperdalam tentang iman juga punya karya kreativitas bagaimana caranya pondok ini punya kreasi didalam membangun, mengembangkan UMKM karena di Lampung ini UMKM di sektor pertanian tidak akan pernah punah karena hilirisasinya atau hulunya dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia,” lanjutnya.
Diakhir, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk terus menciptakan suasana yang kondusif di tahun 2024 ini.
“Saya mengingatkan bahwa pada Tahun 2024 ini kita semua memasuki tahun politik. Untuk itu perkenankan saya mengajak kita semua untuk menciptakan suasana yang kondusif dan meminimalisir perpecahan di kalangan masyarakat, seraya bergandengan tangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Lampung Tengah dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Pj. Sekretaris Daerah Lampung Tengah Kusuma Riyadi berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan ukhuwah Islamiah dan meningkatkan kerukunan bermasyarakat.
“Kami berharap kiranya kunjungan tim Safari Ramadan Provinsi Lampung dapat meningkatkan ukhuwah Islamiah dan sekaligus dapat menjaga kerukunan bermasyarakat, lebih meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara di Kabupaten Lampung Tengah khususnya dan di Provinsi Lampung umumnya,” harapnya.
Adapun tausiyah pada kegiatan Safari Ramadan 1445H di Pondok Pesantren Darussa’adah, Kabupaten Lampung Tengah ini diisi oleh K.Η. Bukhari Muslim.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Arinal Djunaidi juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada beberapa masjid di Kabupaten Lampung Tengah, santunan kepada anak yatim, paket sembako, bantuan BOS dan bantuan revitalisasi sekolah, pemberian buku, telur untuk 5 pondok pesantren, serta bantuan berupa benih padi inbrida, bantuan benih padi biofortifikasi, motor roda tiga, bangsal pasca panen, dan alat pengelola pasca panen hortikultura.(*)
Lampung
Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global Bagi Generasi Muda
Alteripoat Bandar Lampung – Gubernur Lampung tegaskan dukungan pemerintah provinsi Lampung dalam membuka akses bagi generasi muda untuk meraih peluang di tingkat global.
Dukungan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung dalam kegiatan Halal Bihalal sekaligus pelepasan Mahasiswa Nusadaya Academy dalam program magang di Taiwan bertempat di Nusadaya Academy, Selasa (21/04/2026).
Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi, penyediaan pelatihan bahasa yang terjangkau, hingga fasilitasi pembiayaan keberangkatan, sehingga generasi muda Lampung memiliki kesiapan dan daya saing untuk menembus dunia kerja internasional.
“Kami juga dari pemerintah Provinsi Lampung mendorong pendidikan vokasi supaya apa yang dipelajari di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hari ini ada program namanya Vokasi Migran di sekolah ada program vokasi. Saya juga terus mendorong lembaga-lembaga pendidikan, semua tempat-tempat bahasa Itu saya dorong untuk buat les-lesnya dan yang paling penting harus murah,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sekitar 1.000 lulusan SMA dapat diberangkatkan ke luar negeri setelah melalui pelatihan bahasa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.
“Di perbankan juga saya dorong bagaimana memberikan dana talangan untuk tenaga kerja migran kita dan insya Allah Kami targetkan Tahun ini Ada hampir mungkin ada 1000 orang Yang akan kita berangkatkan dari jenjang SMA dari 7.500 yang kita latih bahasa selama setahun. Target kami untuk ke Jepang aja dalam 2-3 tahun ke depan mngkin setiap tahun 10 sampai dengan 15 ribu orang diberangkatkan untuk ke Jepang,” tambahnya.
Gubernur menilai pelepasan ini merupakan momen yang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena kembali mengirim generasi muda untuk menimba pengalaman di tingkat internasional sekaligus membawa nama baik daerah.
Lampung memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia (SDM). Dengan sekitar 71 persen populasi berada pada usia produktif, provinsi ini memiliki kekuatan demografi yang signifikan untuk mendorong pembangunan. Namun demikian, ia menyoroti masih terbatasnya daya tampung pendidikan tinggi yang hanya mampu menampung sekitar 10 persen lulusan SMA/SMK setiap tahun.
Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci kemajuan daerah dan negara. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan berarti tanpa didukung oleh SDM yang unggul dan berkarakter.
Dalam konteks global, Gubernur menjelaskan bahwa banyak negara maju seperti Jepang dan Taiwan saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja akibat berakhirnya bonus demografi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Lampung, untuk mengisi kebutuhan tersebut.
“Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter. SDM Indonesia dikenal ramah, adaptif, dan memiliki etos kerja yang baik. Ini menjadi keunggulan yang harus dijaga,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Lampung memiliki karakter kuat hasil perpaduan budaya yang telah terbangun sejak lama, seperti semangat gotong royong dan nilai ‘Piil Pesenggiri’. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam bersaing di kancah global.
Gubernur berharap para mahasiswa yang berangkat tidak hanya berperan sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai duta daerah dan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama berada di luar negeri karena akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia.
“Jadilah representasi terbaik Indonesia. Jika kalian menunjukkan kualitas dan sikap yang baik, maka peluang bagi generasi berikutnya akan semakin terbuka,” pesannya.
Gubernur berharap setelah menyelesaikan progam ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.
Sementara itu, Direktur Nusadaya Academy, Radep Riyantoro, menjelaskan bahwa mahasiswa dari program magang ini akan menjalani program magang sekaligus studi selama kurang lebih 18 bulan di Taiwan. Selama di sana, mereka tetap berstatus sebagai mahasiswa aktif, mendapatkan pengalaman kerja internasional.
“Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pengalaman global, penguatan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin, serta kesiapan menjadi SDM berkelas dunia,” jelasnya.
Radep menambahkan, setelah menyelesaikan program, mahasiswa akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studi dan diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.
Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjaga nama baik daerah, bangsa, dan almamater selama menjalani program di luar negeri.
“Kalian disana berangkat untuk studi, pertukaran budaya, belajar dan mengambil manfaat-manfaat yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia nanti,” pesannya.(*)

