Lampung
Gubernur Arinal Bersama Bupati Musa Gowes Bersama di Lampung Tengah
Alteripost.co, Lampung Tengah-
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama para guru SMA/SMK di Kabupaten Lampung Tengah berolahraga sepeda santai, atau Gowes Ki Hadjar untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan Covid-19, pada Sabtu (12/6/2021) pagi.
Pelaksanaan sepeda santai ini tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) dan para pesepeda dilakukan per sesi dengan masing-masing sesi 10 pesepeda.
“Selamat bersepeda, jangan lupa tetap patuhi protokol kesehatan,” ujar Gubernur Arinal.
Gowes Ki Hadjar ini juga diikuti Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan Ardito Wijaya beserta jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Tengah.
Untuk rute yang dilalui yakni dimulai dari Sesat Agung Nuwo Balak, Rumah Dinas Bupati Lampung Tengah dan berakhir di Lapangan Prosida.
Kegiatan sepeda santai atau dinamakan Gowes Ki Hadjar ini, merupakan program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang dibentuk pada awal pandemi Covid-19.
Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh sekaligus menjaga kesehatan.
Pada kesempatan itu, Arinal juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru yang terus berjuang mencerdaskan anak bangsa meski disaat pandemi.
“Terimakasih kepada guru telah mengajar melalui sistem daring atau online, memang ini sulit, tetapi jangan berfikir mengenai kesulitannya. Karena ini untuk mencerdaskan anak bangsa,” katanya.
Arinal menyebut, telah banyak perjuangan para guru yang kemudian melahirkan anak didiknya menuju kesuksesan.
Menurutnya, berkat jasa guru pula yang menghantarkan dirinya menjadi seorang Gubernur. “Para guru luar biasa pengorbanannya,” katanya.
Ke depan, Arinal mengatakan apabila sekolah tatap muka dilaksanakan, para guru diminta sudah melakukan vaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan harus ketat dilakukan di sekolah.
“Masker harus dipakai, menjaga jarak dan hindari kerumunan,” ujarnya.
Pada bagian lain, Arinal meminta dukungan masyarakat untuk mensukseskan berbagai program Pemerintah Provinsi Lampung untuk disinergikan di Kabupaten Lampung Tengah.
Seperti program Kartu Petani Berjaya (KPB), Smart Village dan Smart School termasuk mendukung pelaksanaan pembangunan infrastrukur jalan Provinsi di Kabupaten Lampung Tengah.
“Karena Lampung juga menjadi salah satu Provinsi yang terus menjadi perhatian ditingkat nasional, baik dalam penumbuhan dan kestabilan ekonomi maupun penanganan Covid-19,” pungkasnya. (Rls)
Lampung
Gubernur Lampung Dorong Samsat Lebih Ramah, Mudah dan Transparan
Alteripost Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung menempatkan masyarakat sebagai fokus utama dalam mendorong transformasi pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat).
Pelayanan yang mudah, cepat, ramah, transparan, dan memberikan kepastian dinilai penting untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak kendaraan sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Samsat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Ballroom Hotel Novotel, Selasa (22/9/2026).
Rakorda mengusung tema “Sinergi Kolaboratif untuk Transformasi Layanan Kesamsatan yang Berkelanjutan dan Peningkatan Kepatuhan.”
Gubernur mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan Samsat menjadi bagian penting dalam membangun dan memperkuat kembali kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Menurutnya, Samsat merupakan salah satu layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam jumlah besar setiap harinya. Dengan rata-rata sekitar 5.000 masyarakat yang dilayani setiap hari, kualitas pelayanan di setiap titik Samsat turut membentuk persepsi masyarakat terhadap pemerintah.
“5.000 itu puas, dia akan cerita puas. 5.000 tidak puas, dia akan cerita tidak puas. Sampai akhirnya terbentuk persepsi pelayanan publik,” katanya.
Karena itu, Gubernur menegaskan bahwa peningkatan kepatuhan masyarakat membayar pajak harus diawali dengan pembenahan kualitas pelayanan pemerintah.
“Kalau kita nggak bicara ke kepatuhan orang bayar pajak, kita bicara diri kita dulu. Salah kita. Bukan salah masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta aparatur Samsat menjalankan tugas secara profesional dan mengedepankan budaya melayani masyarakat.
“Abdi negara itu pelayan negara, negara tugasnya melayani masyarakat, ya kita pelayan. Bukan disuruh nerima duit, tapi disuruh melayani,” tegasnya.
Gubernur juga mengaitkan kualitas pelayanan dengan pertumbuhan ekosistem ekonomi daerah. Menurutnya, budaya melayani yang baik dapat mendukung perkembangan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, UMKM hingga perhotelan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut menekankan pentingnya optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk mendukung pembangunan Lampung.
Ia menyebut Lampung merupakan provinsi dengan karakteristik ekonomi pertanian dan memiliki jaringan jalan provinsi sekitar 1.700 kilometer. Kondisi tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang besar untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
“Jadi teman-teman Samsat, Bapenda, kalau malas, kalau nggak mau kerja, korbannya rakyat banyak Bapak Ibu sekalian,” tegasnya.
Menurut Gubernur, optimalisasi penerimaan pajak harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan. Ia mendorong Samsat dan Bapenda memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, kepolisian, Jasa Raharja, serta pemangku kepentingan lainnya.
Penguatan inovasi, penyederhanaan birokrasi, evaluasi berkala, peningkatan kualitas pelayanan dan percepatan digitalisasi juga menjadi perhatian.
“Ke depan pelayanan di 2027, kalau kita nggak dorong tingkatan pendapatan ya agak susah. Tingkatkan pelayanan, tingkatkan kualitas, evaluasi, sederhanakan birokrasi, dan digitalisasi,” ujarnya.
Gubernur mengapresiasi Polda Lampung dan Jasa Raharja yang selama ini turut mendukung inovasi pelayanan Samsat.
“PKB dan STNK adalah pendapatan utama Provinsi Lampung. Kita harus melayani masyarakat, kesehatan harus dilayani, pendidikan harus dilayani, jalan harus dilayani, dan dilayani itu harus dengan anggaran. Anggaran itu dengan bayar pajak. Pajak dengan pelayanan dan kemudahan,” pungkasnya.
Sementara itu, Tim Pembina Samsat Tingkat Provinsi Lampung sekaligus Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Saipul, mengatakan Rakorda Samsat 2026 bukan sekadar forum administratif dan evaluasi rutin, melainkan forum strategis untuk menyatukan perspektif seluruh unsur Samsat.
“Rakorda pada hari ini kami tempatkan bukan semata-mata sebagai forum administratif dan evaluasi rutin, tetapi sebagai strategic forum dari Tim Pembina Samsat Provinsi Lampung untuk menyatukan perspektif, mengevaluasi capaian dan tantangan, serta merumuskan langkah kolaboratif dalam pembangunan pelayanan Samsat yang semakin profesional,” ujar Saipul.
Ia berharap Rakorda menghasilkan kesamaan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mendorong kepatuhan masyarakat secara berkelanjutan, serta mengoptimalkan penerimaan PKB, BBNKB, Opsen PKB, Opsen BBNKB, SWDKLLJ dan PNBP melalui sinergi seluruh unsur Samsat di Provinsi Lampung. (Agus)

