Connect with us

Lampung

Ketentuan OJK, Arinal: Modal Inti Bank Lampung Berpotensi Menjadi Tiga Triliun

Published

on

Foto: Gubernur Lampung Arinal Djunaidi

 

Alteripost.co, Bandarlampung- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengajak seluruh pimpinan daerah, pemegang saham, stakeholder, dan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan modal inti Bank Lampung menjadi Rp3 triliun di tahun 2024, supaya sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dalam Roadshow Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Terkait Pemenuhan Modal Inti BPD Sesuai POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum, yang dilaksanakan di Ballrom Hotel Novotel, Bandarlampung, Kamis (10/6/2021).

Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Gubernur Arinal menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilainya merupakan upaya untuk meningkatkan daya saing dan peran dari Bank Lampung.

Menurut Gubernur, Bank Lampung adalah perusahaan milik masyarakat Lampung yang didirikan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dari sektor jasa perbankan. Di sisi lain Bank Lampung juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tentunya kita semua sebagai pemilik dari Bank Lampung menginginkan Bank ini dapat memaksimalkan fungsinya sebagai lembaga intermediasi dan menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi dunia usaha, baik berupa investasi dan produksi, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di daerah tercinta kita Lampung,” jelas Gubernur Arinal.

Untuk itu, apa yang menjadi amanah dari OJK tentang kewajiban Bank dalam memenuhi modal inti sebesar Rp3 Triliun paling lambat tanggal 31 Desember 2024 memang perlu menjadi agenda serius untuk didalami bersama.

“Saya selaku PSP mengimbau kepada Seluruh Pimpinan Daerah beserta seluruh OPD untuk bersungguh-sungguh mendukung pemenuhan setoran modal tersebut baik melalui penganggaran setiap tahun dalam APBD/ APBDP masing-masing pemerintah daerah atau melalui penyetoran kembali seluruh dividen yang diterima sebagai setoran modal pada Bank Lampung,” ujar Gubernur Arinal.

Arinal juga mengharapkan dukungan dan peran dari DPRD Provinsi/ Kabupaten/ Kota se-Provinsi Lampung dan Komisi yang membidangi Keuangan dan Anggaran untuk dapat berkenan membantu Bank Lampung dalam hal penambahan penyertaan modal daerah kedalam Modal Saham.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur BUMD, BLUD dan BMD Kemendagri Budi Santosa mengatakan bahwa Kemendagri terus mendorong Pemerintah Daerah untuk meningkatkan modal inti Bank Pembangunan Daerah (BPD) nya menjadi di atas Rp 3 triliun agar memenuhi ketentuan OJK.

Dirinya mengungkapkan bahwa modal inti Bank Lampung masih bisa ditingkatkan dengan dukungan seluruh pemegang saham, stakeholder, dan pemangku kepentingan.

“Untuk itu, seluruh pihak harus bersama-sama berkomitmen dalam meningkatkan modal inti Bank Lampung,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) Busrul Imam, mengharapkan adanya dukungan penuh dari stakeholder Bank Lampung baik Pemerintah Provinsi, maupun Kabupaten/Kota, serta pemangku kepentingan sehingga pemenuhan modal inti Rp. 3 Triliun ditahun 2024 dapat tercapai.

Sedangkan Advisor Koordinator Pengawasan Perbankan OJK Panca Hardi Suyatno menjelaskan, Bank Pembangunan Daerah sebagai bank umum di daerah memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pemerintah daerah dalam mendorong perekonomian daerah dan menggerakkan pembangunan daerah.

Terkait perannya dalam mendorng perekonomian daerah, BPD diharapkan dapat mendukung ekonomi daerah yang berkelanjutan, mendukung program pemerintah daerah salam pembanguna daerah san mensejahterakan masyarakat.

Kemudian, pengelolaan APBD yang efektif, efisien, dan memenuhi prinsip tata kelola yang baik, serta memberikan pelayanan publik yang andal.

Adapun strategi pembangunan BPD dalam menjawab tantangan yang ada, BPD harus melakukan resolusi dan recovery pasca pandemi Covid-19, peningkatan peran BPD dalam perekonkomian daerah, penguatan struktur dan daya saing, serta perlu transformasi digital.

Berdasarkan data, hingga Desember 2020 dari total 27 BPD di seluruh Indonesia, tercatat baru 11 BPD yang memiliki modal inti di atas Rp 3 triliun, atau telah memenuhi ketentuan modal inti minimum sesuai Ketentuan OJK. Di sisi lain terdapat, 16 BPD yang memiliki modal intinya di bawah Rp3 triliun. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Gubernur Arinal Mengapresiasi Bank Lampung Yang Berkomitmen Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri HUT ke – 58 Bank Lampung Tahun 2024 dengan tema ‘Bank lampung telah hadir di UMKM’ bertempat di Graha Wangsa, Sabtu (02/03/2024).

Gubernur Lampung dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa HUT Bank Lampung ke-58 ini merupakan momen bersejarah perjalanan Bank Lampung.

“Ini menjadi perayaan yang luar biasa oleh sebuah institusi keuangan, tetapi juga merupakan penghormatan atas dedikasi, keberhasilan, dan kontribusi yang telah dibawa Bank Lampung bagi masyarakat dan perekonomian Provinsi Lampung,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Lampung berharap Bank Lampung akan terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika yang terus berubah.

“Kita terus berinovasi, beradaptasi dengan dinamika yang terus berubah dalam industri keuangan dan ini merupakan hal yang sangat strategis. Kehadiran teknologi digital, strategi bisnis yang adaptif, serta komitmen untuk memperluas akses keuangan bagi semua lapisan masyarakat,” lanjutnya.

Dengan kehadiran teknologi digital dan strategi bisnis yang adaptif, Gubernur juga berharap Bank Lampung dapat menjangkau transaksi-transaksi di desa dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Ini merupakan suatu cara untuk
Bank Lampung secepatnya untuk masuk ke desa karena transaksi-transaksi yang akan kita lakukan melalui BUMDES menggerakkan ekonomi kerakyatan, Bank Lampung harus didepan,” tegasnya.

Menurut Gubernur, Bank Lampung saat ini juga telah menjadi mitra yang handal bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Provinsi Lampung.

“Melalui berbagai program dan inisiatif, Bank Lampung telah memberikan dukungan finansial kepada pelaku usaha kecil, menengah, hingga korporat, serta turut serta dalam memajukan sektor-sektor strategis dalam pembangunan daerah terutama dalam mengembangkan UMKM,” lanjutnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasinya atas dedikasi Bank Lampung dalam upaya secara terus menerus untuk memperkuat modal inti.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Bank Lampung atas dedikasinya dalam memperkuat modal inti, yang kini mencapai Rp 1.3 triliun. Modal yang kuat adalah fondasi yang penting bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ucapnya.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan kebanggaannya atas tercapainya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan akses keuangan di masyarakat.

“Data menunjukkan bahwa jumlah agen L-Smart mencapai 2.933 agen, tersebar di 1.564 kelurahan/desa, mencakup hampir 59% dari keseluruhan kelurahan/desa di Provinsi Lampung. Pengguna L-Online mencapai 93.294 pengguna, sedangkan merchant QRIS telah mencapai 6.707. Ini adalah langkah penting menuju inklusi keuangan yang lebih luas dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Dengan pencapaian tersebut tentu juga terdapat peran penting dari infrastruktur fisik seperti Jaringan kantor yang telah dibangun, termasuk kantor cabang, kantor cabang pembantu, kantor kas, payment point, mobil kas, dan mesin ATM.

“Kita siap membantu demi Bank Lampung pada masa yang akan datang. Sehingga rakyat akan menjadi nyaman dan ada kemudahan yang diberikan kepada masyarakat Lampung untuk mengakses layanan keuangan,” tegas Gubernur.

Diakhir Gubernur juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada jajaran Bank Lampung yang telah berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran direksi, manajemen, dan karyawan Bank Lampung yang telah berkomitmen keras untuk menjaga standar keunggulan dalam memberikan layanan kepada para nasabah. Dedikasi dan semangat kalian telah menjadi kunci kesuksesan Bank Lampung selama ini. Saya juga mengucapkan selamat kepada Para Nasabah yang beruntung memenangkan undian,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Lampung Presley Hutabarat, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa saat ini Bank Lampung telah sukses membuktikan komitmennya dalam mendukung Pemerintah Daerah.

“Bank Lampung telah sukses membuktikan komitmennya mendukung peran pemerintah provinsi Lampung dan kabupaten kota se-Provinsi Lampung dengan memberikan kemudahan dan pinjaman KUR (kredit usaha rakyat),” ucapnya.

Presley Hutabarat juga mengajak seluruh jajaran Bank Lampung untuk terus bersinergi dan berkomitmen dalam mendukung Bank Lampung di tahun berikutnya menjadi lebih baik lagi.

Adapun dalam kegiatan tersebut Gubernur Lampung bersama Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Riana Sari Arinal juga melakukan pengundian hadiah utama berupa Mobil Toyota Avanza dan Sepeda Motor dalam Undian Tabungan Lokal Bank Lampung Tahun 2024.

HUT Bank Lampung ke-58 Tahun 2024 dengan tema ‘Bank lampung telah hadir di UMKM’ ini juga turut menghadirkan Grup Musik Armada sebagai Bintang Tamu. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading