Politik
Kembalikan Berkas Pencalonan, Wiyadi Maju Pilwako Bandarlampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Di akhir penutupan penjaringan Bakal Calon (Balon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung, di DPC PDI-Perjuangan, Ketua DPRD Bandarlampung Hi. Wiyadi mengembalikan berkas pencalonan dirinya sebagai balon Wakil Wali Kota setempat, Selasa (21/05/2024).
Dalam kesempatan itu, dengan penuh kecerian Wiyadi yang juga Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Bandarlampung diiringi beberapa pengurus DPC Yakni Sekretaris Melinda, Bendahara Jares Mugni dan jajaran pengurus lainnya.
Juga terlihat ada beberapa anggota fraksi DPRD setempat yang menghantarkan Wiyadi dalam pengembalian berkas diantaranya, Wiwik Anggaraini, Endang Asnawi, Fandi Tjandra, Dedi Yuginta. Pengembalikan berkas pencalonan Wiyadi diterima tim penjaringan yakni langsung Ketua tim penjaringan DPC PDI-Perjuangan, Dedi Yuginta, didampingi sekretaris penjaringan Suheli.
Menurut Dedi Yuginta, berkas pencalonan Wiyadi nantinya akan dicek panitia penjaringan untuk kemudian jika ada kekurangan berkas harus di lengkapi.
“Kita lihat dulu, nanti kalau ada kekurangan mohon dilengkapi, kita belum tau apa saja yang kurang, karena masih belum kita cek per lembaran nya,” ujar Dedi Yuginta.
Diketahui, DPC PDI-Perjuangan Kota Bandarlampung, terdapat sembilan orang yang mengambil berkas pencalonan, yakni tujuh Balon Wali Kota dan dua Balon Wakil Wali Kota yang mendaftar di DPC PDI-Perjuanhan diantara, Incumbent Eva Dwiana, Yusirwan, Ikhsan, Iqbal Ardiansyah, Putri Maya Rumanti, dr. Reihana dan Yosirizal. Sedangkan bakal calon wakil walikota ada Ketua DPC PDI-Perjuangan Wiyadi dan Bendahara Jares Mugni. (Rls)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

