Connect with us

Lampung Selatan

Musda II JMSI Lampung, Bupati Lampung Selatan Dianugerahi Daerah Harmonis dan Keberlanjutan

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Komitmen Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, dalam membangun daerah yang harmonis dan berkelanjutan kembali mendapat pengakuan. Pada Musyawarah Daerah (Musda) II Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung, Radityo Egi Pratama dianugerahi Anugerah Daerah Harmonis dan Keberlanjutan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Musda II JMSI Lampung yang digelar di Hotel Azana, Bandar Lampung, Minggu (21/12/2025).
Anugerah diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Anasrullah, yang mewakili Bupati Radityo Egi Pratama. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum JMSI Pusat, Teguh Santosa, dalam forum Musda yang mengusung tema “Pers Sehat, Profesional Menuju Indonesia Emas.”
Tema tersebut menegaskan peran strategis pers sebagai mitra pembangunan dalam mendorong kemajuan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi JMSI atas kontribusi signifikan Bupati Lampung Selatan dalam mendorong pembangunan daerah, menjaga stabilitas sosial, serta keberhasilannya membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Ketua JMSI Lampung Selatan, Gandi Yusnadi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.
“Anugerah JMSI ini merupakan sebuah kehormatan, tidak hanya bagi Pemkab Lampung Selatan, tetapi juga bagi JMSI. Ini menjadi bukti terjalinnya sinergi yang baik antara pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat,” ujar Gandi.
Ia berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat terus memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Musda II JMSI Provinsi Lampung Tahun 2025 turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Dajusal, Ketua Umum JMSI Pusat Teguh Santosa, Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan, serta pengurus JMSI kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.
Selain Bupati Lampung Selatan, sejumlah tokoh dan kepala daerah lainnya juga menerima penghargaan JMSI atas dedikasi mereka dalam memajukan daerah serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan media.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading

Lampung Selatan

Karang Pucung Mantapkan Langkah Menuju Nasional pada Lomba Desa 2026

Published

on

Alteripost Way Sulan – Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, kembali optimis untuk mengulang prestasi gemilang di ajang Lomba Desa/Kelurahan.

Setelah pernah meraih Juara Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung dan Juara III Tingkat Nasional pada 2018, desa tersebut kini menatap peluang melangkah hingga tingkat nasional dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.

Optimisme itu disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat menghadiri Klarifikasi Lapangan Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Aula Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, Kamis (25/6/2026).

Menurut Syaiful, Desa Karang Pucung memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Namun, lebih dari sekadar mengejar gelar juara, keberhasilan desa tersebut tercermin dari kemampuannya melakukan transformasi pembangunan yang berkelanjutan melalui penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan ketahanan pangan.

“Keberhasilan Desa Karang Pucung bukan hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi dari kemampuannya melakukan transformasi pembangunan desa melalui penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Inilah semangat Desa HELAU menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Syaiful.

Dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”, Desa Karang Pucung menampilkan berbagai inovasi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu transformasi yang menjadi unggulan adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan.

Saat ini, BUMDes Karang Pucung mengembangkan usaha peternakan ayam petelur berbasis teknologi melalui kerja sama dengan Bank Lampung.

Program tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyerapan hasil produksi petani dan peternak lokal, sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Syaiful menjelaskan, pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga mendorong modernisasi pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, serta pelestarian lingkungan.

Upaya itu selaras dengan Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) yang mendorong desa mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengembangkan ekonomi berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.

“Kami berharap Desa Karang Pucung dapat menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat desa mampu membangun daerahnya secara mandiri, inovatif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Syaiful.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, yang juga merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi Provinsi Lampung menegaskan bahwa kemajuan Provinsi Lampung sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa sebagai pusat kehidupan masyarakat.

“Sesungguhnya wajah Provinsi Lampung ada di desa. Jika desa maju, maka Lampung juga akan maju. Karena itu, pembangunan desa harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Slamet.

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini terus mengakselerasi pembangunan desa melalui Program Desaku Maju guna mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, terutama melalui pemerataan infrastruktur dasar dan peningkatan pelayanan masyarakat.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mendorong hilirisasi pertanian berbasis inklusif di tingkat desa agar hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda di pedesaan.

Slamet juga mengajak seluruh pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk mengintegrasikan peran BUMDes dengan program ketahanan pangan nasional, termasuk mendukung kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis melalui penyerapan hasil produksi petani dan peternak lokal.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading