Connect with us

Politik

Muda Adalah Kekuatan, AHY Harapan Baru Bagi Indonesia

Published

on

Foto: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (istimewa)

 

Opini-
Jelang Dua puluh tahun Partai Demokrat meramaikan perpolitikan di negeri ini. Partai identik dengan warna biru yang berdiri pada 9 September 2001 dan disahkan pada 27 Agustus 2003 silam ini terbentuk, yang bertujuan untuk menjadikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI kala itu.

Setelah resmi menjadi Parpol, Partai Demokrat langsung tancap gas dengan menunjukkan tajinya di kancah perpolitikan negeri. Walaupun saat itu masih baru dalam dunia politik, Partai berlambang Mercy ini langsung mampu mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden Republik Indonesia (RI) di Pilpres 2004 silam.

Selain itu, lima tahun selanjutnya Partai Demokrat kembali menguasai perpolitikan di tanah air ini, hal ini dibuktikan dengan berhasil terpilihnya mantan Panglima TNI tersebut sebagai Presiden RI setelah kembali menang di Pilpres 2009 silam.

SBY sepertinya telah mewariskan jiwa ksatria, intelektual dan seluruh kemampuannya kepada sang anak yang sekarang menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Ya, dia adalah Agus Harimurti Yudhoyono yang beken dikenal dengan sebutan AHY.

Mantan Mayor di matra TNI Angkatan Darat (AD) tersebut diprediksi bakal menjadi harapan baru untuk kaum pemuda dan seluruh rakyat di negeri ini. Suami dari Annisa Pohan tersebut dinilai sudah pantas menjadi pemimpin bagi bangsa Indonesia, mengingat dirinya telah memiliki kemampuan dalam memimpin, intelektual yang mempuni dan kewibawaan. Tentu ini menjadi modal utama bagi AHY untuk mengabadikan dirinya bagi negeri.

Jiwa Kharismatik dan selalu komitmen dalam memperjuangkan hak rakyat, yang dimiliki AHY dengan slogan Muda Adalah Kekuatan mulai bergaung di penjuru negeri. Contohnya saja di Provinsi Lampung, banyak kader Demokrat yang masih muda tapi sudah unjuk gigi di Pemerintahan seperti Dendi Ramadhona yang mejadi Bupati Pesawaran dan Raden Adipati Surya sebagai Bupati Way Kanan.

Tak hanya di kursi Eksekutif, di jalur Legislatif Partai berlambang Mercy ini telah banyak mendudukan kadernya untuk memperjuangkan aspirasi rakyat di DPRD Provinsi, seperti Deni Ribowo, M Khadafi, Azwar, Angga Satria dan masih banyak lainnya. Tentu ini menjadi bukti Muda Adalah Kekuatan.

Slogan Muda Adalah Kekuatan terus menerus menyebar ke segala penjuru negeri ini. Pria yang memiliki jiwa cinta tanah air yang tinggi tersebut adalah harapan baru bagi kita, Demokrat S14P, Dua Dekade Demokrat, AHY Presiden di 2024, semoga menjadi kenyataan untuk Indonesia yang lebih baik.

Lampung, 27, Agustus, 2021

Agus Maulud Sihotang

#2dekadeDemokrat

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Politik

Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.

Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.

Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.

“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.

Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.

Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.

Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

Facebook Comments Box
Continue Reading