Lampung Selatan
Dipimpin Bupati Nanang, Pemkab Lamsel Lakukan Upacara Peringati Hari Kesaktian Pancasila
Alteripost.co, Lampung Selatan-
Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto secara langsung memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021, yang digelar di halaman kantor Bupati setempat, Jumat pagi (1/10/2021).
Seperti halnya upacara 17 Agustus, upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini dilaksanakan sangat sederhana dan penuh hikmat. Mengingat pandemi Covid-19 yang belum berakhir, meski demikian upacara tetap berjalan lancar.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu, hanya diikuti peserta dari unsur Forkopimda Lampung Selatan, satuan dari TNI-Polri dan Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Pramuka, serta pejabat di lingkup Pemkab Lampung Selatan.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto. Sementara Komandan Upacara didapuk Letda Inf Tatang Sulaiman yang saat menjabat sebagai Komandan Unit Intel Kodim 0421/Lampung Selatan.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila diawali dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Inspektur Upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila.
Kemudian pembacaan UUD 1945 oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Agus Sartono. Setelah itu, dilanjutkan pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila oleh Kajari Lampung Selatan Dwi Astuti Benyati.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila ditutup dengan pembacaan doa oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan, Ashari.
Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2021 ini, Bupati Lampung Selatan mengharapkan warga masyarakat untuk bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila di dalam diri dengan sebaik-baiknya.
Bupati Nanang juga berharap, agar masyarakat mengetahui bahwa ujian Pancasila di era modern saat ini bukan lagi menghadapi perang atau musuh. Namun musuh itu justru ada di dalam diri sendiri. (*)
Lampung Selatan
Bersama Bima Arya, Bupati Egi Tekankan Pentingnya Kepemimpinan dan Penguatan SDM
Alteripost Kalianda – Seminar Nasional Bedah Buku Babad Alas karya Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menjadi ruang berbagi pengalaman kepemimpinan sekaligus penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dihadiri Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, akademisi, mahasiswa, serta unsur Forkopimda.
Seminar tersebut mengupas isi buku Babad Alas yang memuat refleksi perjalanan Bima Arya selama satu dekade memimpin Kota Bogor. Melalui pendekatan ideologi, strategi, dan taktik pemerintahan, buku tersebut menawarkan berbagai pembelajaran mengenai kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, hingga pelayanan publik.
Turut hadir sebagai pengulas buku Feni Rosalia, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, perwakilan Universitas Muhammadiyah Kalianda, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Pembangunan Kalianda, Universitas An-Nur, serta para mahasiswa dan akademisi.
Kegiatan dimoderatori Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.
Menurut Egi, negara maju tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kemampuan masyarakatnya dalam mengelola dan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada.
Ia menilai, buku Babad Alas menyajikan banyak pelajaran berharga mengenai tantangan, dinamika, dan proses pengambilan keputusan yang dihadapi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan.
“Pengalaman yang tertuang dalam buku Babad Alas memberikan pelajaran bahwa perubahan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan dari keberanian mengambil langkah, membangun kolaborasi, dan bekerja secara konsisten untuk mencapai tujuan yang lebih besar,” ujar Egi.
Lebih lanjut, Egi mengajak mahasiswa dan civitas akademika untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berintegritas, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa Babad Alas merupakan catatan perjalanan kepemimpinannya selama 10 tahun memimpin Kota Bogor yang berangkat dari semangat pemerintahan yang bersih dan melayani masyarakat.
Menurut Bima, ideologi kepemimpinan harus diterjemahkan ke dalam strategi yang tepat agar mampu menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
“Pemimpin adalah agen harapan. Ideologi tanpa strategi tidak akan efektif. Harapan itu harus dicicil melalui kerja-kerja nyata dan dibangun bersama tim yang loyal, solid, militan, dan kompeten,” kata Bima.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya juga mengapresiasi berbagai terobosan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama, terutama dalam pembenahan sektor pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta upaya memperkuat identitas daerah.
Melalui seminar nasional ini, diharapkan lahir berbagai gagasan, inspirasi, dan pembelajaran yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

