Connect with us

Lampung

Sang Senior Berikan Petuah, Jaga Kondusivitas dan Kebersamaan Dalam Besarkan IJP

Published

on

Foto:Heris yang merupakan salah satu wartawan senior yang masih aktif meliput di Pemprov Lampung (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Perkuat solidaritas dan kebersamaan adalah kunci dari keberhasilan dan kemajuan dalam suatu misi misi. Yakni tidak lain untuk kemajuan Ikatan Jurnalis Pem Provinsi (Pemprov) (IJP) dalam mengawal dan mensinergikan berbagai program Gubernur ke depan.

“Apapun wadah organisasi dan komunitasnya, jaga kondusivitas, kekompakan dan kebersamaan adalah kunci utama dalam memajukan IJP ini,” kata Heris sapaan akrabnya, Senin (14/2/2022).

Menurut sang Senior, dalam menjalin kekompakan di suatu organisasi atau komunitas tidaklah mudah. Ia menyarankan agar saling mendukung dan memberi support dalam suatu kegiatan, supaya pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berhasil dengan maksimal dan tidak dipandang sebelah mata dari luar komunitas tersebut.

Selain itu, tantangan terbesar kita saat ini adalah bagaimana cara untuk merajut kekompakan, kebersamaan yang nantinya akan timbul ide-ide kreatif untuk memajukan wadah komunitas ini. Di mana pekerja jurnalis dalam kontek Komunitas bernama IJP harus bersinergi bersama mitra kerja dilingkup Pemprov Lampung.

Karena itu, kata alumni lulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Jenjang Utama angkatan tahun 2018 ini, perlu disikapi bersama. Kekompakan, Pendekatan, soliditas, dan kerjasama seluruh stakeholder dan sebagainya merupakan hal yang harus terus kita dorong, indikator-indikator positif harus kita pertahankan, timbulkan energi positif dengan berkarya dengan semangat yang pada akhirnya akan timbul suatu kesejahteraan pada seluruh anggota IJP.

“Saya Apresiasikan kepada teman teman wartawan aktif yang bertugas di lingkup Pemprov Lampung yang mendukung kembali IJP yang telah lama Vakum,” timpalnya.

Semoga ke depannya IJP akan semakin solid, kompak untuk memberikan yang terbaik, berkarya dan tetap semangat untuk kemajuan wadah Komunitas dan menjadi mitra dalam mendukung berbagai program Pemprov Lampung.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana

Published

on

Foto: Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.

“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).

Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.

Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.

“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.

Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.

Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.

“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.

Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.

“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.

Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.

“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.

Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.

“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.

Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading