Politik
DPD Gerindra Bersama PIRA Lampung Gelar Baksos, Yel-yel Prabowo Presiden 2024 Terus Bergema
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sayap Partai Gerindra yakni Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Lampung bersama DPD Gerindra Lampung menggelar Bakti Sosial (Baksos) di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan dan Kota Bandarlampung. Giat tersebut merupakan bagian dalam memeriahkan HUT Gerindra ke-14 beberapa waktu lalu.
Ketua PIRA Lampung Elly Wahyuni bersama anggota DPR RI Dwita Ria Gunadi beserta rombongan turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Dalam siaran persnya, Elly Wahyuni mengatakan bahwa sebagai sayap Partai, PIRA terus bergerak berbuat bagi masyarakat banyak. Menurutnya, cita-cita Partai selaras dengan dirinya, yakni berbuat dan mengakomodir kepentingan masyarakat banyak.
“Kita terus bergerak dan berbuat, turun ke tengah-tengah masyarakat untuk membantu dan mendengarkan langsung keluhan warga. Ini nanti jadi catatan khusus kita, jika ranahnya di Provinsi dapat kita perjuangkan melalui jalur parlemen,” kata dia, Selasa (15/02/2022).

Wakil Ketua I DPRD Lampung tersebut juga terharu, di sebagian kegiatan Baksos berlangsung dan saat berinteraksi dengan masyarakat, terdengar Yel-yel Prabowo Subianto Presiden 2024 terus bergema.
Ia meyakini, hal tersebut sebagai bentuk dukungan masyarakat kepada Prabowo agar dapat memimpin negeri ini. Elly juga menilai bahwa Partai Gerindra selalu konsisten dalam memperjuangkan hak dan kepentingan masyarakat banyak.
“Harapannya Pak Prabowo dapat menjadi Presiden di 2024 mendapat. Saya juga menilai sosok Prabowo dapat menjadi jawaban dari kegelisahan yang sedang dialami masyarakat banyak,” pungkasnya.
Perlu diketahui, dalam kegiatan Baksos tersebut, PIRA Lampung mendistribusikan ratusan paket sembako dengan sistem random. Selain itu, mereka juga melakukan kegiatan bersih-bersih Pantai, seperti yang dilakukan di Pantai Clara. (Gus)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

