Lampung
Ketua TP. PKK Provinsi Lampung Ajak Kaum Milenial Wujudkan Generasi Remaja Berkualitas
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, membuka Acara Puncak GenRe (Generasi Berencana) Awards Provinsi Lampung Tahun 2022, di Swiss Bell Hotel Bandarlampung, Kamis (23/06/2022).
Hadir dalam acara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Drs. Rudy Budiman, Kepala BNN Provinsi Lampung, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung, Pimpinan Perguruan Tinggi dan sekolah di Provinsi Lampung, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Lampung.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, dalam sambutannya mengatakan bahwa Program Generasi Berencana (GenRe) merupakan program yang dikembangkan oleh BKKBN sebagai salah satu upaya untuk membantu remaja agar memiliki perencanaan kehidupan yang baik serta memiliki pengetahuan, kesadaran sikap serta perilaku kehidupan yang sehat dan bertanggung jawab.
Berbagai kegiatan yang dilakukan dalam Program GenRe difokuskan pada Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR) dengan tujuan agar remaja terhindar dari perilaku beresiko, yaitu Pernikahan usia anak, dimana usia ideal untuk menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki- laki, seks sebelum menikah, dan penyalahgunaan NAPZA.
Saat ini, pemerintah Indonesia sedang menggalakkan upaya penurunan prevalensi stunting dimana ditargetkan menjadi 14% di tahun 2024. Kondisi anak yang stunting sulit untuk diperbaiki, sehingga menjadi hal yang sangat penting adalah bagaimana mencegah terjadinya stunting. Dan dalam hal ini, remaja memiliki peran yang penting dalam pencegahan kondisi stunting di Indonesia, yaitu melalui Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).
Sebagai upaya dalam mencapai generasi remaja yang berkualitas melalui promosi dan pemahaman program GenRe, maka diperlukan figur motivator dari dari kalangan remaja. Figur motivator inilah yang akan menjadi wakil atau Duta GenRe.
Dengan adanya Duta GenRe, sosialisasi dan promosi program di lingkungan remaja akan lebih efektif karena komunikasi yang terjalin dilakukan dengan pendekatan dari, oleh dan untuk remaja.
“Melalui kesempatan yang baik ini, saya berharap kepada seluruh peserta agar mampu menjadi agen pembaharuan yang dapat membantu mempromosikan dan mensosialisasikan program GenRe kepada remaja di Provinsi Lampung, demi menyongsong Bonus Demografi dan Generasi EMAS 2045. Ibu yakin bahwa anak-anakku yang hadir hari ini adalah putra putri Lampung terbaik,” paparnya.
Riana Sari Arinal juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R), Bina Keluarga Remaja (BKR), Forum GenRe dan GenRe Competition yang telah terpilih sebagai pemenang. (rls)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

