Lampung
Awa Cs Optimis Bakal Kawinkan Emas di Cabor Baseball dan Softball
Alteripost.co, Bandarlampung-
Jajaran Pengurus Pengprov Persatuan Baseball dan Softball (Perbasasi) Lampung Periode 2022-2026, resmi dikukuhkan, di Hotel Sheraton, Jumat (09/09/2022) malam.
Dalam sambutannya, Ketua Pengprov Perbasasi Lampung Wiriawan Sada Melindra mengatakan bahwa pihay menargetkan raihan dua emas dari cabang baseball dan softball, pada PON XXI 2024 mendatang di Aceh dan Sumatera Utara.
“Semoga PON 2024, kita dapat mengawinkan dua medali emas,” ujar dia dalam sambutannya.
Pria yang akrab disapa Awa itu juga berterima kasih pada duet kepengurusan sebelumnya yakni Marindo Kurniawan dan Rahmat Mirzani Djausal yang telah berkontribusi dan membawa Perbasasi Lampung menorehkan beragam prestasi, baik tingkat nasional maupun internasional.
“Puncaknya prestasi PON XX tahun 2021, Lampung berhasil meraih satu medali emas dari Softball dan satu medali perak dari Baseball, karena itu tugas saya untuk mempertahankan, dan meningkatkan prestasi, karena (PON XX) ada sejarah tertinggi prestasi Lampung,” katanya.
Atas target tersebut, Awa berharap dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov Lampung), Dispora Lampung, KONI Lampung, stakeholder terkait, pihak swasta, dan seluruh insan Softball dan bisbol.
“Agar pembinaan dan persiapan jelang PON XXI benar-benar maksimal,”katanya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB Perbasasi Huduri Andi Hudli berpesan kepada pengurus yang baru dilantik, bakal memiliki pekerjaan yang berat, karena segudang prestasi telah ditorehkan oleh pengurus sebelumnya.
“Jaman dulu kan Baseball itu, DKI Jabar aja, sekarang ini muncul Lampung, dan puncaknya dapat medali emas dan perak, makanya Ketum berpesan tidak boleh ada yang dilantik dahulu sebelum Lampung,” katanya.
Lanjut Huduri, selain prestasi ditingkat nasional, Atlet Lampung banyak yang memenuhi pelatnas, menjadi skuat Baseball dan Softball Indonesia di kancah internasional, seperti Sea Games dan Asian Games. Karena itu, PB Perbasasi akan mendukung penuh Pengprov Perbasasi Lampung.
“Dan mudah-mudahan bibit-bibit baru akan muncul,” katanya.
Sementara, Asisten III Pemprov Lampung Senen Mustakim, mengatakan Pengprov akan mendukung penuh, Cabor Baseball dan Softball Lampung.
“Agar target PON 2024 tercapai,” katanya Mewakili Gubernur Lampung. (*)
Lampung
Buka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha, Begini Pesan Sekdaprov Marindo
Alteripost.co, Bandarlampung-
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Bagi Pelaku Usaha dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Provinsi Lampung yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) di Hotel Santika Premier Bandar Lampung, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Koperasi (UMKK) di Provinsi Lampung, agar dapat memperluas partisipasi dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Materi yang diberikan meliputi proses on boarding pelaku usaha, pemanfaatan kanal digital, peningkatan kapasitas, serta perluasan akses terhadap peluang pasar.
Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Eka Setyowati mengatakan bahwa pengadaan barang dan jasa pemerintah tidak hanya merupakan proses administratif belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan, dan pemberdayaan pelaku usaha.
“Pengadaan barang dan jasa harus dipandang sebagai bagian penting dari kebijakan pembangunan yang berorientasi pada hasil, di mana setiap rupiah belanja pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Dwi, peluang pasar pengadaan pemerintah sangat besar. Total Rencana Umum Pengadaan (RUP) nasional mencapai Rp722,7 triliun, dengan alokasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK) sebesar Rp376,71 triliun. Peluang tersebut terus berkembang seiring meningkatnya transaksi secara elektronik.
“Peluang pasar pemerintah nyata, besar, dan terus bergerak ke arah transaksi elektronik. Ini merupakan momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas partisipasi dan meningkatkan daya saing,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem pengadaan yang sehat, kompetitif, profesional, dan berintegritas, serta menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. LKPP, lanjutnya, siap menjadi fasilitator dan mitra bagi pelaku usaha melalui pendampingan serta ruang komunikasi yang terbuka.
Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan bahwa pengadaan barang dan jasa memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah.
“Di Provinsi Lampung, pengadaan barang dan jasa bukan sekadar proses administratif, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku usaha daerah,” ujar Marindo.
Ia menjelaskan bahwa dari total APBD Provinsi Lampung Tahun 2026 sebesar Rp8,1 triliun, sekitar Rp3,4 triliun atau 42 persen dialokasikan untuk belanja pengadaan barang dan jasa. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,6 triliun dapat diakses oleh para penyedia melalui belanja barang, pekerjaan konstruksi, maupun berbagai jenis jasa lainnya.

Marindo juga menegaskan komitmen Pemprov Lampung dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan dan akuntabel melalui transformasi digital. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan konsolidasi harga terhadap barang-barang standar agar proses pengadaan lebih efisien, terukur, dan terhindar dari praktik manipulasi.
“Saya menekankan kepada seluruh pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan kepatuhan, meningkatkan profesionalisme dan kompetensi, serta memanfaatkan digitalisasi pengadaan dengan tetap memastikan kualitas dan ketepatan waktu,” tegasnya.
Menurut Marindo, peningkatan kapasitas menjadi kunci agar pelaku usaha, khususnya UMKK, mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih tinggi. Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaku usaha daerah dapat berkembang menjadi penyedia yang profesional, inovatif, serta mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Pemprov Lampung berharap semakin banyak pelaku usaha di Lampung yang mampu naik kelas, lebih profesional, inovatif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha daerah yang mampu memanfaatkan peluang pasar pengadaan pemerintah secara optimal, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Rls)

