Connect with us

Lampung

Proses Perbaikan Ruas Ir Sutami – Sribawono Dikeluhkan Pengguna Jalan, Kepala BPJN Lampung Merespon

Published

on

Foto: (kiri) Kepala BPJN Lampung Rien Marlia, (kanan) ruas jalan yang sedang diperbaiki (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Proses pengerjaan di ruas Jalan Ir. Sutami – Sribawono Km 17 dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, sebelumnya dalam kegiatannya tersebut pihak terkait tidak segera menutup lubang hasil galian aspal, juga tak ada memberikan lampu penerangan, serta pemasangan rambu dan akhirnya sering menyebabkan kecelakaan.

Merespon hal tersebut, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Lampung Rien Marlia, menjelaskan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti informasi yang sedang berkembang terkait di ruas Ir Sutami – Sribawono.

“Terima kasih, segera kami tindaklanjuti percepatan penutupan lubang dan pemasangan rambu di lapangan,” ucap Rien, Kamis (17/11/2022).

Sebelumnya diberitakan bahwa Kecelakaan itu, menimpa Arif Purnomo Warga Dusun IV Desa Purwodadi Dalam Kecamatan Tanjung Sari. Kronologinya begini, kata Arif, saat itu Ia hendak pulang ke rumahnya dari arah Bandarlampung mengendari sepeda motor berjenis Honda Vario Nomor Polisi BE 2056 DB, dengan kecepatan rata rata 30-40 Km Per/Jam sekira Pukul 23.00 WIB.

Saat itu dari arah yang bersamaan di depan Arif ada pengendara Roda Empat (R4) yang melaju satu arah dengannya. Karena di Jalan Ir. Sutami Km 17 sedang ada pekerjaan Preservasi Jalan, namun dalam proses pengerjaannya tidak memasang rambu rambu atau Police Line pada lubang galian aspal yang sedang dalam perbaikan.

Kendaraan R4 yang melaju di depan Arif itu tiba-tiba ngerem mendadak dikarenakan ada Lubang Patching jalan yang tak kunjung ditambal aspal oleh pihak rekanan, sehingga karena kaget, Arif pun tak sempat mengerem dan akhirnya menabrak Kendaraan R4 tersebut.

”Tadi saya kecelakaan di depan Gardu Induk PLN Ir. Sutami sekitar jam 11 malam. Awalnya saya ngikutin mobil di depan saya, terus mobilnya itu ngerem mendadak karena di depannya ada lubang pekerjaan itu kan, terus saya ngerem tapi nggak berani ngerem ngejut, karena kondisinya saat itu jalan licin habis hujan, akhirnya saya nabrak belakang mobil itu,” kata Arif Purnomo, Rabu (16/11/2022) malam.

Menurut Arif, keteledoran itu sangat membahayakan sekali. Ia pun meminta jalan yang sedang diperbaiki itu segera ditambal aspal. Supaya kedepan tidak ada lagi kejadian kecelakaan seperti ini.

“Alhamdulillah, saya masih diberikan keselematan oleh Allah, cuman motor saya yang rusak cukup berat,” lanjut Arif.

Terpisah, Rino selaku Paman korban berharap pihak terkait agar melakukan evaluasi, sehingga lebih memprioritaskan keamanan dan keselamatan para pengguna jalan, khususnya di wilayah 1.5 Ruas Jalan Ir. Sutami – Sribawono.

”Kami berharap pihak terkait, seperti Kepala Balai, serta rekanan supaya segera menyelesaikan pekerjaan perbaikan jalan Ir. Sutami tepatnya di KM 17 ini, jangan ditunda lagi. Sebab, banyak sekali kejadian kecelakaan akibat lubang jalan aspal yang tidak segera ditambal aspal,” harapnya.

”Parahnya lagi, pihak pengerjaan tidak memberikan rambu rambu atau Police Line pada titik jalan yang sedang diperbaiki. Sehingga pengendara yang melintas di malam hari tidak tahu jika jalan tersebut sedang diperbaiki, kalau begitu bisa membahayakan pengendara, kecelakaan seperti ini sudah terjadi beberapa kali di ruas Ir. Sutami, pada saat perbaikan jalan seperti ini,” cetus Rino. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Gubernur Tegaskan Dukungan Akses Global Bagi Generasi Muda

Published

on

Alteripoat Bandar Lampung – Gubernur Lampung tegaskan dukungan pemerintah provinsi Lampung dalam membuka akses bagi generasi muda untuk meraih peluang di tingkat global.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung dalam kegiatan Halal Bihalal sekaligus pelepasan Mahasiswa Nusadaya Academy dalam program magang di Taiwan bertempat di Nusadaya Academy, Selasa (21/04/2026).

Dukungan Pemerintah Provinsi Lampung diwujudkan melalui penguatan pendidikan vokasi, penyediaan pelatihan bahasa yang terjangkau, hingga fasilitasi pembiayaan keberangkatan, sehingga generasi muda Lampung memiliki kesiapan dan daya saing untuk menembus dunia kerja internasional.

“Kami juga dari pemerintah Provinsi Lampung mendorong pendidikan vokasi supaya apa yang dipelajari di sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hari ini ada program namanya Vokasi Migran di sekolah ada program vokasi. Saya juga terus mendorong lembaga-lembaga pendidikan, semua tempat-tempat bahasa Itu saya dorong untuk buat les-lesnya dan yang paling penting harus murah,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan sekitar 1.000 lulusan SMA dapat diberangkatkan ke luar negeri setelah melalui pelatihan bahasa. Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan secara bertahap.

“Di perbankan juga saya dorong bagaimana memberikan dana talangan untuk tenaga kerja migran kita dan insya Allah Kami targetkan Tahun ini Ada hampir mungkin ada 1000 orang Yang akan kita berangkatkan dari jenjang SMA dari 7.500 yang kita latih bahasa selama setahun. Target kami untuk ke Jepang aja dalam 2-3 tahun ke depan mngkin setiap tahun 10 sampai dengan 15 ribu orang diberangkatkan untuk ke Jepang,” tambahnya.

Gubernur menilai pelepasan ini merupakan momen yang dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung karena kembali mengirim generasi muda untuk menimba pengalaman di tingkat internasional sekaligus membawa nama baik daerah.

Lampung memiliki potensi besar dari sisi sumber daya manusia (SDM). Dengan sekitar 71 persen populasi berada pada usia produktif, provinsi ini memiliki kekuatan demografi yang signifikan untuk mendorong pembangunan. Namun demikian, ia menyoroti masih terbatasnya daya tampung pendidikan tinggi yang hanya mampu menampung sekitar 10 persen lulusan SMA/SMK setiap tahun.

Gubernur menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai kunci kemajuan daerah dan negara. Ia mengingatkan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak akan berarti tanpa didukung oleh SDM yang unggul dan berkarakter.

Dalam konteks global, Gubernur menjelaskan bahwa banyak negara maju seperti Jepang dan Taiwan saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja akibat berakhirnya bonus demografi. Kondisi ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk dari Lampung, untuk mengisi kebutuhan tersebut.

“Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga karakter. SDM Indonesia dikenal ramah, adaptif, dan memiliki etos kerja yang baik. Ini menjadi keunggulan yang harus dijaga,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Lampung memiliki karakter kuat hasil perpaduan budaya yang telah terbangun sejak lama, seperti semangat gotong royong dan nilai ‘Piil Pesenggiri’. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam bersaing di kancah global.

Gubernur berharap para mahasiswa yang berangkat tidak hanya berperan sebagai peserta magang, tetapi juga sebagai duta daerah dan bangsa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama berada di luar negeri karena akan mencerminkan citra Indonesia di mata dunia.

“Jadilah representasi terbaik Indonesia. Jika kalian menunjukkan kualitas dan sikap yang baik, maka peluang bagi generasi berikutnya akan semakin terbuka,” pesannya.

Gubernur berharap setelah menyelesaikan progam ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.

Sementara itu, Direktur Nusadaya Academy, Radep Riyantoro, menjelaskan bahwa mahasiswa dari program magang ini akan menjalani program magang sekaligus studi selama kurang lebih 18 bulan di Taiwan. Selama di sana, mereka tetap berstatus sebagai mahasiswa aktif, mendapatkan pengalaman kerja internasional.

“Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pengalaman global, penguatan bahasa asing seperti Inggris dan Mandarin, serta kesiapan menjadi SDM berkelas dunia,” jelasnya.

Radep menambahkan, setelah menyelesaikan program, mahasiswa akan kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studi dan diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor-sektor strategis seperti pariwisata dan hospitality yang tengah berkembang di Lampung.

Ia juga berpesan kepada para peserta agar menjaga nama baik daerah, bangsa, dan almamater selama menjalani program di luar negeri.

“Kalian disana berangkat untuk studi, pertukaran budaya, belajar dan mengambil manfaat-manfaat yang baik yang bisa diterapkan di Indonesia nanti,” pesannya.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading