Ruwajurai
Untuk Indonesia Adil dan Makmur, Gerindra Lampung Dukung Pemekaran Kabupaten SBM
Alteripost.co, Bandarlampung-
Wacana pemekaran Kabupaten Sungkai Bunga Mayang (SBM) masih terus berproses. Sebelumnya, DPRD setempat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara telah menyerahkan syarat administrasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk selanjutnya di teruskan ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Wacana pemekaran daerah otonomi baru Kabupaten SBM ini, sebenarnya telah berlangsung sejak 17 tahun yang lalu, yaitu tepatnya sejak tahun 2004. Namun, karena ada beberapa rintangan, wacana tersebut belum dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Pembentukan Kabupaten SBM didukung seluruh Desa yang ada, yaitu delapan Kecamatan dan 85 Desa atau 100 persen dari jumlah desa dalam cakupan wilayah calon pemekaran.
Diketahui, sebagai salah satu persyaratan pengajuan daerah otonomi baru diharuskan adanya hibah tanah dari tokoh masyarakat setempat, dengan luas minimal 30 hektar yang di peruntukan bagi pembangunan wilayah perkantoran.

Wakil Ketua DPD Gerindra Lampung Mikdar Ilyas, merasa terharu atas perhatian yang diberikan seluruh elemen masyarakat untuk terbentuknya Kabupaten SBM ini.
”Sebagai salah satu tokoh masyarakat juga, saya melihat langsung proses penyerahan sertifikat tanah seluas 40 hektare yang diberikan kepada Pemkab Lampung Utara, sebagai salah satu persyaratan pemekaran daerah otonomi baru,” ujar Mikdar.
Mikdar berujar, pemekaran ini adalah mimpi semua warga Sungkai Bunga Mayang, bukan hanya dari suku Sungkai, tetapi juga dari suku Jawa, Sumatera Selatan dan yang lainnya yang tinggal di Sungkai.
“Karena kami menyadari dengan pemekaran ini banyak dampak positif yang akan didapat, baik dari kesejahteraan maupun dari kehidupan bersosial dan bernegara,” ucap Mikdar.
Kata Mikdar, proses administrasi pemekaran Kabupaten SBM terus berproses dan hampir rampung untuk selanjutnya diserahkan ke Pemprov Lampung, kemudian diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Selain itu, Mikdar Ilyas juga menambahkan, pemekaran Kabupaten Sungkai Bunga Mayang akan memberikan dampak positif bagi Kabupaten Induk, yakni Kabupaten Lampung Utara dimana dalam segi anggaran tidak akan lagi membebani kabupaten induk.
Lanjut Mikdar, pemekaran Kabupaten SBM ini juga selaras dengan keinginan Pak Prabowo Subianto agar terjadi peningkatan dan pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan yang merata di suatu daerah.
“Pemekaran Kabupaten SBM ini juga selaras dengan Cita-cita Bapak Prabowo Subianto untuk Indonesia Adil dan Makmur, maka kami khususnya dari jajaran DPD Gerindra Lampung sangat mendukung dan harus ikut terlibat aktif dalam proses terbentuknya Kabupaten Sungkai Bunga Mayang.”
“Kami dari (Gerindra Lampung,red) yakin pemekaran salah satu langkah untuk adanya pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya. (Rls/Gus)
Ruwajurai
Dari Gereja untuk Kemanusiaan, GPIB Marturia Lampung Perkuat Ketangguhan Masyarakat
Alteripost Bandar Lampung – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, Satgas Pelayanan Bencana (Satgas PB) GPIB Jemaat Marturia Lampung menggelar Pelatihan Tanggap Bencana pada Sabtu (30/5/2026) di Saung Sekar dan Senin (1/6/2026) di Kolam Renang Unila dan penutupan kegiatan di Saung Sekar Bandar Lampung.
Mengusung tema “Siap, Peduli, Bertindak!”, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen gereja dalam membangun jemaat yang peduli dan siap siaga terhadap sesama, serta siap memberikan pelayanan kemanusiaan saat terjadi bencana.
Pelatihan diikuti oleh anggota jemaat bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) kota Bandar lampung. Dalam pelatihan ini, peserta yang berjumlah 30 orang, mendapatkan pembekalan mengenai penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, koordinasi bantuan kemanusiaan, hingga langkah-langkah penyelamatan dasar yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi krisis.
Kegiatan pelatihan dibuka oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Marturia Lampung ibu Pdt Deasy Elizabeth Watimena Kalalo. “Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman dan pengetahuan yg luas dlm penanggulangan bencana, saling tolong menolong dlm situasi apapun baik antar jemaat maupun di tengah masyarakat serta menjadi Garda terdepan dlm menghadapi bencana” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua panitia kegiatan sekaligus Ketua Satgas, Charles Case, menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jemaat agar mampu merespons bencana secara cepat, tepat, dan terorganisasi. Selain membekali peserta dengan pengetahuan teoritis, kegiatan juga diisi dengan simulasi penanganan bencana untuk memperkuat keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan jemaat. Bencana dapat terjadi kapan saja, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang siap, peduli, dan mampu bertindak dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Diharapkan, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam mendukung pelayanan kemanusiaan serta membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat.
Melalui pelatihan tanggap bencana ini, GPIB Jemaat Marturia Lampung menegaskan perannya tidak hanya sebagai wadah pembinaan iman, tetapi juga sebagai komunitas yang aktif membangun ketangguhan masyarakat dan siap hadir memberikan pertolongan bagi sesama yang membutuhkan.(*)

