Hukum dan Kriminal
Budhi Condrowati Polisikan Pelaku Diduga Penyebar Hoaks, Lebih Bijak Lagi Dalam Bermedsos!
Alteripost.co, Mesuji-
Merasa dirugikan dengan informasi melalui pemberitaan yang disebarkan oleh Warga Way Serdang Kabupaten Mesuji. Kompak, pengurus DPC PDIP Kabupaten Mesuji mendatangi Polres Mesuji, untuk melaporkan yang bersangkutan. Tindakan ini dilakukan agar pelaku ditindak sesuai dengan perbuatannya.
“Tadi kami bersama jajaran pengurus DPC PDIP Kabupaten Mesuji melaporkan warga Way Serdang penyebar informasi Hoaks yang disana ada foto Sekjen dan Ibu Ketua Umum kami, Megawati Soekarno Putri,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Mesuji, Budhi Condrowati. Minggu (29/01/2023).
Atas pemberitaan Hoaks tersebut, kata Anggota Komisi V DPRD Lampung itu. PDIP merasa dirugikan, apalagi dengan judul yang berkaitan dengan syara’ dan yang paling sadis di dalam frame tersebut ada gambar Ketua Umum dan Sekjen.
“Saya tegaskan, Ibu Megawati itu simbol kami, ketua Umum kami, yang sangat kami hormati. Jadi, ini sudah sangat tidak wajar, dan pelaku harus ditindak,” tegasnya.
Apalagi, kata Ketua BAGUNA Lampung itu. Pelaku penyebar Hoaks ada di Way Serdang Kabupaten Mesuji, yang menjadi wilayah kerja sekaligus wilayah DPC PDIP Mesuji.
“Yang bersangkutan berdomisili di Way Serdang Mesuji. Jadi, saya selaku Ketua DPC merasa gerah, dan punya kewajiban untuk bertindak tegas atas penghinaan partai saya,” ujarnya.
Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa menjelang tahun politik banyak persaingan yang akan terjadi. Namun, kontestasi politik harus bersaing secara sehat, dengan mengeluarkan ide atau gagasan program yang bisa diterima oleh masyarakat. Sehingga, dapat tercipta suasana politik yang damai, dan menghasilkan wakil rakyat atau pun pemimpin yang berkualitas, serta pro-rakyat.
“Saya tidak tau pelaku siapa, dan dibelakangnya siapa, saya gak ngerti. Walaupun pelaku orang kampung, gak ngerti apa – apa. Tapi, karena ini mulai masuk tahun politik, jadi wajar saja DPC PDIP Mesuji bertindak dengan melaporkan ke pihak berwajib,” tegasnya
Ia pun meminta khususnya kepada seluruh elemen masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam Bermedia Sosial (Bermedsos). Jika mendapatkan informasi, sebaiknya ditelaah perihal kebenarannya dan jangan mudah terpancing untuk membagikannya.
“Apa pun itu, jika kita mendapatkan informasi yang sumbernya tidak valid, lebih baik jangan dishare atau dibagikan. Kita mesti selektif dalam menyaring informasi yang berkembang, jadi jangan mudah termakan informasi palsu,” pungkasnya.
Perlu diketahui, kehadiran rombongan ke Polres Mesuji dipimpin langsung oleh. Ketua DPC PDIP Mesuji, Budhi Cndrowati, didampingi Sekretaris, Desta Ardiyanto, Anggota Fraksi PDIP DPRD Mesuji Mego, dan Femi, serta pengurus DPC, PAC serta Ranting.
Dan kehadira Rombongan DPC PDIP Mesuji, diterima oleh Ka ops polres Mesuji, Kompol Agung Ferdika, S.H. M.H, dan Kasat Intel AKP Iwan Dharmawan S.H., M.H. (rls)
Hukum dan Kriminal
Dugaan Penyimpangan Pengelolaan Dana di Bank Syariah Menuai Sorotan, Sahdana Desak APH Bergerak
Alteripost.co, Waykanan-
Dugaan penyimpangan pengelolaan dana di Bank Syariah Waykanan yang kini mulai ditangani Polda Lampung mendapat apresiasi sekaligus sorotan dari Anggota DPRD Provinsi Lampung. Dugaan permainan dana negara yang melibatkan oknum di internal bank tersebut disebut telah menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.
Anggota DPRD Provinsi Lampung, Sahdana, mengungkapkan bahwa sebelumnya persoalan tersebut sempat ditangani Inspektorat Waykanan. Namun, menurutnya, penanganan perkara itu diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Ini uang rakyat, jangan dibuat main-main. Saya berharap penyidik Polda Lampung serius menangani persoalan ini dan membukanya secara transparan kepada publik. Karena uang yang diduga disimpangkan jumlahnya tidak sedikit. Dari informasi yang saya terima, nilainya bahkan mencapai miliaran rupiah,” kata Sahdana dilansir dari media Gema9.com, Kamis (23/07/2026).
Menurut Sahdana, kasus tersebut awalnya terungkap setelah salah seorang pegawai bank diduga melakukan transfer dana kepada suaminya dalam jumlah yang cukup besar.
Temuan itu kemudian memicu proses pengecekan dan audit internal.
Namun demikian, lanjut Sahdana, pegawai tersebut juga diduga mengetahui adanya penyimpangan lain yang melibatkan pegawai maupun pihak pengurus bank.
“Awalnya memang ditangani Inspektorat, tapi sepertinya tidak berjalan. Yang lebih miris lagi, ada dugaan permainan juga terhadap nasabah dari luar kabupaten. Nah, sekarang kalau sudah ditangani Polda, saya berharap semuanya bisa terungkap. Bahkan ada indikasi Bank Syariah itu juga melakukan pinjaman ke bank lain,” ujarnya.
Ia menegaskan, seluruh dugaan penyimpangan tersebut harus diungkap secara menyeluruh dan ditangani secara transparan agar masyarakat mengetahui fakta sebenarnya.
“Harus transparan supaya masyarakat luas tahu, khususnya warga Waykanan. Bagaimana sebenarnya tata kelola Bank Syariah selama ini, dan apakah ada pejabat publik yang ikut terlibat atau tidak. Semua itu harus dibuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi,” tegas Sahdana. (*)

