Ekonomi dan Bisnis
Jajaran Bank Lampung Siap Sambut HUT ke-57
Jajaran Bank Lampung Siap Sambut HUT ke-57
Alteripost.co, Bandarlampung-
Bank Lampung menyambut dan memeriahkan HUT ke-57 melalui rangkaian kegiatan dengan mengusung tema “Growth and Sustainability” (Tumbuh dan Berkelanjutan).
Hari ini, Selasa (31/1/2023) dipimpin Dirut Bank Lampung Presley Hutabarat upacara peringatan HUT Ke-57 Bank Lampung digelar di kantor pusat Bank Lampung dan diikuti oleh seluruh pekerja Bank Lampung.
“Hari ini Bank Lampung memberikan penghargaan kepada pegawai dengan masa bhakti 30 tahun dan untuk FO dan AO terbaik. Penghargaan ini merupakan ungkapan terima kasih dan apresiasi terhadap dedikasi mereka untuk Bank Lampung, ” ujar Presley Hutabarat.
Dalam kesempatan tersebut Presley Hutabarat mengungkapkan sebagai mitra strategis Pemda yaitu Pemprov Lampung dan Pemda Kota/Kabupaten se-Lampung, Bank Lampung turut andil langsung dalam mensukseskan program pembangunan Daerah. Serta mendukung seluruh visi misi Kepala Daerah.
Diantaranya dalam penyaluran KUR, layanan pembayaran pajak dan retribusi daerah serta penyaluran kredit kepada sektor produktif yang merupakan sektor unggulan pembangunan daerah.
Penyaluran KUR di tahun 2022 mencapai target yang ditetapkan yaitu sebesar Rp 600 Miliar. Disamping itu Bank Lampung mensupport fasilitas tapping box guna monitoring PAD yang saat ini sudah berjumlah 1.275 unit yang tersebar di seluruh Kabupaten dan Kota se-Lampung.
Untuk memperkuat layanan transaksi berbasis digital kepada masyarakat, Bank Lampung telah melakukan penetrasi pasar untuk memperkuat positioning produk layanan mobile banking L-Online.
Saluran distribusi layanan Bank diperkuat melalui penyebaran Agen L-Smart di daerah-daerah sentra ekonomi yang saat ini telah berjumlah 2.404 Agen.
Untuk lebih memperkenalkan Bank Lampung kepada masyarakat, diulang tahunnya yang Ke-57, Bank Lampung akan menggelar acara yang diperuntukan bagi seluruh masyarakat dengan tema ‘Lampung Terkini’.
Untuk kegiatan spektakuler ini Bank Lampung berkolaborasi dengan mitra mulai dari Dekranasda seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung, pelaku UMKM dan mitra lainnya.
“Melalui kegiatan ini Bank Lampung akan menyuguhkan Lampung Terkini’ secara menyeluruh dan bagaimana Bank Lampung dengan perubahan – perubahan yang telah dilakukan, ” katanya.
Tidak hanya itu, Bank Lampung juga akan mensosialisasikan perubahan dan inovasi terbarunya, seperti Lampung Online, Qris dan lainnya. Diakui Presley Hutabarat sejak diluncurkan tahun ini apresiasi yang diberikan masyarakat pada inovasi Bank Lampung ini sangat positif.
Saat disinggung sudah puaskah akan sambutan masyarakat terhadap inovasi Bank Lampung, Presley Hutabarat menegaskan jelas belum. “Kami akan terus memperkenalkan kepada masyarakat sehingga semakin familiar dan menjadikan fasilitas Bank Lampung akan jasa layanan perbankan pilihan utama masyarakat, ” katanya.
Ia juga berharap melalui ‘Lampung Terkini’ dapat dimanfaatkan masyarakat dengan baik. Pasalnya akan banyak hal – hal menarik dan program-progran khusus yang disuguhkan. Jadi, tunggu dan meriahkan Lampung Terkini bersama Bank Lampung. (*)
Ekonomi dan Bisnis
OJK dan Pemprov Lampung Jajaki Penerbitan Obligasi Daerah Untuk Percepat Pembangunan
Alteripost Bandar Lampung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggelar pertemuan strategis di Kantor OJK Provinsi Lampung, Rabu (3/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas peluang penerbitan obligasi daerah dan/atau sukuk daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan pembiayaan proyek-proyek strategis daerah tidak terkendala keterbatasan anggaran di masa mendatang.
Pertemuan yang dipimpin Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, dan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., menjadi langkah awal dalam mengidentifikasi peluang serta persiapan yang diperlukan apabila Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan instrumen pasar modal sebagai sumber pembiayaan pembangunan.
Instrumen obligasi maupun sukuk daerah dinilai dapat menjadi alternatif untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek produktif yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Dalam diskusi tersebut juga dibahas berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan regulasi, kapasitas fiskal daerah, tata kelola, pemilihan proyek yang layak dibiayai, hingga kemampuan pembayaran kembali agar kesehatan fiskal daerah dan kepercayaan investor tetap terjaga.
Kebutuhan akan instrumen obligasi atau sukuk daerah dinilai semakin relevan seiring penurunan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 dan keterbatasan APBD di tengah tingginya kebutuhan pembiayaan infrastruktur guna mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi Lampung untuk menjadi pionir nasional dalam pemanfaatan instrumen pembiayaan daerah. Selain menawarkan fleksibilitas pembayaran pokok saat jatuh tempo, obligasi dan sukuk daerah juga memungkinkan penentuan imbal hasil serta tenor yang sesuai kebutuhan, dilengkapi fitur buyback tanpa penalti dan fleksibilitas pendanaan bertahap untuk berbagai proyek.
Implementasi skema ini diharapkan dapat mendiversifikasi sumber pembiayaan pemerintah daerah, memperkuat tata kelola keuangan, mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang investasi yang aman bagi masyarakat.
Ke depan, obligasi daerah maupun sukuk daerah berpotensi digunakan untuk mendukung berbagai proyek strategis, seperti pembangunan infrastruktur produktif, pengembangan ekonomi hijau, peningkatan konektivitas, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Selain membahas instrumen pembiayaan daerah, forum tersebut juga mendiskusikan penyusunan Peta Jalan Pengelolaan Karbon Provinsi Lampung serta pengembangan Program DesaKu Maju Lampung “Agrifuture”. Ketiga agenda tersebut dinilai saling berkaitan dalam mewujudkan pembangunan Lampung yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Program DesaKu Maju menargetkan transformasi 2.446 desa di Provinsi Lampung menuju status maju dan mandiri. Program ini diawali melalui proyek percontohan di 30 desa yang tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan.
Melalui pengembangan subsektor peternakan sapi potong, program ini menerapkan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan mandiri, dan pupuk hayati, hingga penggemukan ternak, pencatatan digital melalui e-Livestock, hilirisasi produk daging, pengolahan limbah berbasis zero waste, serta integrasi pasar.
Dengan skema kemitraan tertutup (close loop) bersama pihak swasta untuk meminimalkan risiko perbankan, fase awal atau quick wins selama 12 bulan pertama ditargetkan mampu mencetak 300 peternak muda aktif, membentuk 30 klaster komunal, serta mendirikan tiga koperasi peternak.
Menanggapi peluang tersebut, Mulyadi Irsan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk segera membentuk tim khusus guna menindaklanjuti rencana penerbitan obligasi dan sukuk daerah, sekaligus menyusun regulasi pendukung Program DesaKu Maju Agrifuture.
“Pemerintah Provinsi Lampung juga akan melakukan deep dive analysis agar instrumen ini mampu memberikan dampak yang seimbang dan nyata bagi sektor pemerintahan maupun swasta,” ujarnya.
OJK menilai Lampung memiliki potensi ekonomi yang kuat, ditopang sektor pertanian, perkebunan, logistik, pariwisata, dan sumber daya alam yang melimpah.
Dengan perencanaan yang matang dan tata kelola yang baik, berbagai instrumen pembiayaan inovatif diyakini dapat menjadi katalis percepatan pembangunan daerah.
Hasil pertemuan ini akan menjadi masukan penting dalam penyusunan langkah lanjutan, termasuk kajian kelayakan, pemetaan proyek prioritas, penguatan kapasitas kelembagaan, serta penyusunan peta jalan yang komprehensif apabila Pemerintah Provinsi Lampung memutuskan untuk mengembangkan instrumen obligasi atau sukuk daerah.
Pada akhirnya, seluruh upaya tersebut bertujuan menghadirkan sumber pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan guna mendukung transformasi ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang lebih inklusif, hijau dan berdaya saing.
“OJK ingin memastikan bahwa setiap instrumen pembiayaan yang dikembangkan bukan sekadar menambah sumber dana pembangunan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membangun Lampung yang lebih maju serta berkelanjutan,” tegas Otto Fitriandy.(*)

