Kota Metro
Pemkot Metro Apresiasi Pasar Murah Yang Dilakukan Pemprov Lampung
Alteripost.co, Metro
Wakil Wali Kota Metro Qomaru Zaman menghadiri Operasi Pasar Murah bersubsidi dalam rangka, stabilitas harga pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri tahun 2021 di Balai Kelurahan Mulyojati, Jumat (30/04/2021).
Dalam sambutannya, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan bahwa pasar bersubsidi ini bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung, dan merupakan kepedulian Pemerintah pada kondisi pandemi Covid-19 ini.
Adapun untuk komoditi bahan pangan tersebut, terdiri dari beras sebanyak 750 sak dengan kupon sebanyak 750 lembar, minyak makan sebanyak 2000 liter dengan kupon 1000 lembar yang masing-masing mendapatkan 2 liter, gula pasir sebanyak 2000 liter dengan kupon sebanyak 1000 lembar, tepung terigu 2000 kg masing-masing 1000 kupon dan telur 250 kg berkupon 250 lembar, serta 100 kg sapi dan 100 kg ayam.
“Pasar subsidi ini harganya jauh lebih murah dibanding harga di pasar normal, disini kita bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro yang kemudian dalam prosesnya akan diantarkan dengan pamong agar dalam hal ini tetap menerapkan prokes secara ketat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Qomaru Zaman menyampaikan terima kasih karena Kota metro ditunjuk sebagai pasar murah, dengan harapan kegiatan pasar murah ini dapat terselenggara dengan baik dan tepat sasaran.
“Kami atas nama Pemkot Metro berterima kasih telah ditunjuk untuk melakukan pasar murah. Mudah-mudahan kegiatan pasar murah ini dapat terselenggara dengan baik dan tepat sasaran. Kita juga apresiasi langkah dari Pemprov Lampung dalam menekan harga bahan pokok,” paparnya. (*)
Ekonomi dan Bisnis
OJK dan Pemkot Metro Edukasi ASN soal Investasi Legal dan Bahaya Keuangan Digital
Alteripost Metro – Dalam upaya memperluas edukasi keuangan kepada kelompok strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kota Metro melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Phintraco Sekuritas menggelar kegiatan Product Matching dan Edukasi Pasar Modal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Metro.
Kegiatan ini bertujuan mendorong peningkatan pemahaman terhadap investasi legal sekaligus memperkuat perlindungan ASN dari risiko keuangan digital yang semakin kompleks.
Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kapasitas ASN sebagai agen literasi keuangan, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat. Selain menerima materi edukatif, peserta juga mendapatkan kesempatan praktik langsung melalui pembukaan rekening efek sebagai bentuk implementasi inklusi keuangan di sektor pasar modal.
Materi dari OJK menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap produk keuangan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi bodong, hingga praktik judi online berkedok aplikasi. ASN dinilai sebagai kelompok yang cukup rentan terhadap modus-modus keuangan ilegal di tengah meningkatnya aktivitas digital.
Sementara itu, BEI dan Phintraco Sekuritas menyampaikan materi teknis mengenai investasi pasar modal, mulai dari pengenalan instrumen saham, mekanisme transaksi, pemanfaatan teknologi, hingga dasar-dasar manajemen risiko bagi investor pemula.
Sebagai wujud nyata inklusi keuangan, sejumlah ASN Pemkot Metro langsung membuka rekening efek yang difasilitasi oleh Phintraco Sekuritas. Ini menjadi tonggak awal dalam membudayakan investasi yang sehat dan legal di kalangan ASN.
Kepala Kantor OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Divisi Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Lampung, Nurwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi di sektor pasar modal, yang secara nasional masih tergolong rendah.
“Diharapkan ASN tidak hanya memiliki akses terhadap produk keuangan, tetapi juga memahami penggunaannya secara cerdas, mengenali risikonya, dan memilih produk yang resmi serta diawasi,” ujar Nurwanto.
Apresiasi juga disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Ir. Yeri Ehwan, M.T., yang menilai kegiatan ini relevan untuk membangun kemandirian finansial ASN dan menumbuhkan budaya investasi yang sehat.
“Kegiatan ini memperkuat kapasitas ASN dalam memahami risiko keuangan digital serta mengenal investasi legal seperti saham. Ini bagian dari pembinaan agar ASN lebih cerdas dan tanggap terhadap isu ekonomi,” ungkap Yeri.
Melalui kolaborasi OJK, BEI, Phintraco Sekuritas, dan Pemkot Metro, kegiatan ini diharapkan menjadi model literasi keuangan yang efektif, menjadikan ASN sebagai motor perubahan dalam perilaku keuangan di lingkungan kerja dan masyarakat. Dengan pemahaman yang baik, ASN diharapkan mampu terhindar dari jebakan investasi ilegal dan turut aktif dalam mendukung pengembangan pasar keuangan nasional yang inklusif.(*)

