Nasional
Presiden Jokowi Minta Pemprov Lampung Serius Tangani Pandemi Covid-19
Alteripost.co, Jakarta-
Provinsi Lampung termasuk dalam sepuluh daerah yang ditegur dan disorot oleh Presiden Joko Widodo, dalam penanganan Pandemi Covid-19.
dilansir dari laman CNNIndonesia.com, Presiden Joko Widodo menyebut jumlah kasus Covid -19 mulai merangkak naik di sepuluh daerah, di antaranya Sumatera Selatan, Aceh dan Lampung. Jokowi mengaku memantau data perkembangan kasus di seluruh daerah setiap waktu.
Atas kondisi tersebut, dia pun meminta setiap Pemerintah Daerah serius dan sigap merespon perkembangan Pandemi. Dia tak ingin lonjakan jumlah kasus Covid-19 kembali terjadi di Indonesia.
“Saya melihat beberapa daerah sudah mulai terjadi kenaikan. Perlu saya sampaikan hati-hati. Di daerah-daerah Sumatera Selatan, Aceh, Lampung, Jambi, Kalbar, NTT, Riau, Sumbar, Bengkulu, Kepri, hati-hati ada kenaikan,” kata Jokowi dalam Pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah se-Indonesia Tahun 2021 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).
Jokowi juga menyebut, ada kenaikan jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit (bed occupancy rate/BOR). Dia mencontohkan keterisian Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta, yang naik 4 persen dalam dua pekan terakhir.
Kendati demikian, mantan Wali Kota Solo itu juga menyampaikan bahwa jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, mulai menurun beberapa pekan terakhir. Dia menyebut kasus baru setiap harinya tercatat di kisaran angka 4 ribu hingga 6 ribu.
Jumlah itu, menurut Jokowi, jauh di bawah catatan penambahan kasus Covid-19 pada awal tahun. Akan tetapi, dia tak mau masyarakat dan pemerintah daerah terlena dengan keadaan tersebut.
“Terus akan kita tekan. Jadi, sekali lagi hati-hati dan serius dalam menangani Pandemi ini,” tegasnya.
Pada kegiatan yang sama, Jokowi juga mewanti-wanti kepala daerah untuk serius mencermati perkembangan kasus Covid-19 di wilayah masing-masing. Dia ingin pemantauan kasus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
“Begitu naik sedikit, segerakan untuk ditekan kembali agar terus menurun,” kata Jokowi mengingatkan.
Imbauan itu disampaikan Jokowi demi mencegah situasi serupa India dialami Indonesia. Peringatan akan potensi lonjakan kasus sebelumnya sempat diutarakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.
Wiku mengatakan, itu bertolak pada gambaran global grafik perkembangan kasus Covid-19 di berbagai negara dunia. Beberapa negara yang dia contohkan mengalami lonjakan kasus Covid-19 di antaranya India, Turki dan Brazil.
“Apabila Indonesia tidak hati-hati dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, tidak menutup kemungkinan kita dapat mengalami lonjakan kasus yang signifikan, dan tentunya sangat berpotensi berujung fatal,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Kamis (22/4). (*/Gus)
Nasional
Dari Distribusi Hingga Permodalan, Zulhas Ungkap Peran Strategis KDKMP
Alteripost.cl, Bandarlampung –Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia (RI) Zulkifli Hasan menegaskan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak dibentuk sekadar sebagai tempat masyarakat berjualan.
KDKMP diproyeksikan menjadi bagian dari infrastruktur pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Hal tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Lampung, di Gedung Semergou, Kantor Wali Kota Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).
Zulhas mengatakan, KDKMP memiliki fungsi strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat di desa dan kelurahan.
Menurutnya, pemerintah mendorong KDKMP agar mampu menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa. Koperasi juga diharapkan dapat memperkuat distribusi berbagai kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi penghubung antara program pemerintah dan masyarakat di tingkat bawah.
“Jadi KDKMP bukan hanya soal distribusi barang, tapi juga pemerintah menyiapkan akses permodalan bagi masyarakat desa yang membutuhkan,” kata Zulhas.

Selain memperkuat distribusi, pemerintah juga menyiapkan akses permodalan melalui KDKMP. Langkah ini dinilai penting karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usaha, namun menghadapi kendala biaya pinjaman yang tinggi.
Dengan adanya akses permodalan tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan usaha dan aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Zulhas berharap keberadaan KDKMP dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari membantu pemenuhan kebutuhan pokok, membuka akses permodalan, mengembangkan usaha, hingga meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat desa.
Seminar Nasional KDKMP di Lampung menjadi forum untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai program KDKMP. Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi pemerintah daerah dan publik untuk menyampaikan masukan terkait pelaksanaan program di lapangan.
Seminar dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta jajaran pemerintah daerah dan pengurus koperasi se-Provinsi Lampung. (Agus)

