Connect with us

Bandar Lampung

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana Meresmikan Stadion Mini Way Dadi Sukarame

Published

on

BANDAR LAMPUNG – Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana meresmikan Stadion Mini Way Dadi Sukarame Bandar Lampung, Jumat (28/5/2021). Peresmian stadion Mini Way Dadi ditandai dengan Penekanan sirine dan Pemotongan Pita.

Dalam Acara peresmian stadion mini ikut dihadiri Wakil Walikota Deddy Amarullah, Plh Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Tole Dailami, unsur Forkopimda dan para Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung.

Walikota Eva Dwiana mengungkapkan, diresmikan stadion ini semoga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar dan jangan lupa ikut menjaga kebersihannya.

Stadion Mini Way Dadi yang seluas 1,5 hektare dan dilengkapi dengan fasilitas lapangan sepak bola, bola voli dan jogging track.

“Bunda minta kepada masyarakat untuk menjaga lapangan mini waydadi bersama, jaga kebersihannya dan jangan di coret coret temboknya, dirawat bersama, semoga akan menambah pendapatan anggaran daerah (PAD) Kota Bandar Lampung”. Harap Bunda Eva Dwiana.

Lanjut Walikota Eva Dwiana meminta kepada pengelola dan juga masyarakat sekitar, untuk sama-sama menjaga sarana yang ada di stadion ini, pengelolaan stadion mini Way Dadi ini sudah disediakan kios UMKM semoga bisa menambah PAD kita. Imbuhnya.

Kemudian untuk sarana olah raga sepak bola bisa diadakannya turnamen sepak bola antar kecamatan atau antar forkopimda. Terang Bunda Eva.

Iwan Gunawan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung mengatakan, pembangunan Stadion Mini Way Dadi ini dibangun menggunakan dana APBD Kota Bandar Lampung Tahun 2020, dengan anggaran dua tahap dengan tahap pertama Rp. 4.950.252.600 dan tahap ke dua Rp.1.484.441.600.

Lanjut Iwan, Adapun fasilitas yang ada di stadion mini ini terdapat tribun utama, tribun penonton, lapangan sepak bola, lapangan voly ball, gudang, kamar mandi, toilet, kios UMKM terdapat 32 kios, lapangan parkir, gapura dan joging track. Urainya.

“Kita hanya membangun selanjutnya aset akan diserahkan ke Dispora dan dikelola oleh camat setempat, karena ini punya kecamatan, dengan pembangunan stadion mini ini bertujuan untuk tempat bersosialisasi antar masyarakat, sarana olahraga, dan berkumpulnya para UMKM dapat untuk mempromosikan dagangannya”. Pungkas Kadis PU Kota Bandar Lampung. (*).

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung dan Walikota Resmi Membuka Bimbingan Kemandirian Pelatihan Pangkas Rambut dan Salon WBP

Published

on

Alteripost Lampung – Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Lampung Sorta Delima Lumban Tobing bersama Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana resmi membuka Bimbingan Kemandirian Pelatihan Pangkas Rambut dan Salon WBP sekaligus penandatanganan perjanjian kerjasama dengan stakeholder Griya Abhipraya Berkilau. Kamis (29/2/2024) di Griya Abhipraya Berkilau Balai Pemasyarakatan Kelas II Bandar Lampung.

Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Balai Pemasyarakatan Kelas II Bandar Lampung Muhammad Nur mengatakan, Griya Abhipraya Berkilau Bapas Kelas II Bandar Lampung mulai dibentuk sejak Januari 2023.

Griya Abhipraya Berkilau Bapas Kelas II Bandar Lampung menyelenggarakan Program Layanan berupa Bimbingan Kepribadian, Kemandirian, Hukum dan Kemasyarakatan.

Selain itu Griya Abhipraya juga menyediakan
tempat/sarana penampungan sementara, asimilasi, rujukan pidana alternati, Pendidikan berkelanjutan. Kemandirian sarana kegiatan produktif sebagai wadah pelaksanaan latihan kerja.

Produk Unggulan dari Unit Usaha Griya Abhipraya Bapas Kelas II Bandar Lampung meliputi Pengelolaan Produk Kopi Lampung yang telah didistribusikan ke beberapa UPT Pemasyarakatan yang meliputi,
Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Rutan Kelas I Bandar Lampung, Lapas Kelas IIA Kalianda dan Lapas Kelas IIB Gunung Sugih.

Pengelolaan Tahu Putih dan Susu Kedelai yang diolah langgung oleh Klien Pemasyarakatan Bapas Kelas II Bandar Lampung.

Kegiatan Bimbingan Kemandirian dilaksanakan melalui berbagi kegiatan pelatihan berupa pelatihan perbengkelan, pelatihan sablon, pelatihan hidroponik, pengembangan ketrampilan macramé, pelatihan pijat dan refleksiologi, Pelatihan Pengolahan Sabut Kelapa dengan menggunakan yang minim dan bekerjasama dengan POKMAS LIPAS yang ada.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Lampung Sorta Delima Lumban Tobing mengatakan, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis pada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, Bapas Kelas II Bandar Lampung memiliki tugas dan fungsi untuk melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan, Pendampingan, Pembimbingan, Pengawasan, dan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dengan wilayah kerja yang meliputi Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap kinerja Pokmas Lipas yang terbentuk, peran pemerintah daerah dan instansi pemerintah lainnya yang terkait menjadi faktor pendukung dalam optimalisasi pemberdayaan Pokmas Lipas.

“Dan Alhamdulillah berdasarkan laporan yang telah kami terima dari Kepala Bapas Kelas II Bandar Lampung bahwa Stakeholder dan Pokmas Lipas yang sudah bekerjasama dengan Bapas Kelas II Bandar Lampung sampai dengan saat ini adalah terdiri dari 1 (satu) Stakeholder yaitu Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindunan Anak dan 23 Pokmas Lipas,” ujar Sorta.

Diharapkan melalui kerjasama ini diharapkan nantinya Pokmas Lipas akan banyak membantu dalam memberikan dukungan dan fasilitasi untuk mencapai tujuan Sistem Pemasyarakatan yaitu Reintegrasi Sosial.

Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, saudara di lapas memiliki peluang dan keterampilan bermanfaat untuk orang lain. Kerajianan dari lapas juga tidak kalah dari hasil produk masyarakat lain, kedepan juga akan diberikan tempat dan bantuan Rp100 juta untuk meningkatkan keterampilan warga binaan di Bandar Lampung.

“Tetap semangat untuk para warga binaan dapat menghasilkan keterampilan dan produk yang bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat,” harapnya.

Turut dihadiri Kepala Divisi Administrasi M.Ikmal Idrus, Kepala Divisi Keimigrasian, Tato Juliadin Hidayawan, Kepala Balai Pemasyarakatan (Kabapas) Kelas II Bandarlampung, M. Nur, Kalapas Narkotika Bandarlampung, Ade Kusmanto, Karutan Bandarlampung, Iwan Setiawan, serta Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung, Putranti Rahayu dan Kepala Lapas Kelas I Bandarlampung, Saiful Sahri yang diwakili oleh Kabag Tata Usaha, Mulyani. (Ian)

Facebook Comments Box
Continue Reading