Lampung
Pemprov Lampung Gelar Bimtek Validasi dan Rasionalisasi Data Aset
Alteripost.co, Bandarlampung-
Staf Ahli Gubernur bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Syaiful Dermawan, membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Validasi dan Rasionalisasi Data Barang Milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung Tahun 2021, bertempat di Hotel Emersia, Selasa (08/06/2021).
Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut Kepala BPKAD Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan. Hadir pula Kepala OPD, Sekretaris Dinas/Badan serta Kepala UPTD/UPT di lingkungan Pemprov Lampung.
Pemprov Lampung mendapatkan opini WTP sebanyak sembilan kali, dengan tujuh kali berturut-turut. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari komitmen Gubernur Lampung untuk mewujudkan tatakelola aset yang baik, sehingga laporan keuangan Pemprov Lampung dapat terwujud sesuai standar akuntansi Pemerintah.
Sejak diberlakukannya otonomi daerah, Pemerintah dituntut untuk harus menciptakan daya tarik di daerahnya, agar dapat menarik dana investasi masuk ke daerah sebagai pemacu pertumbuhan ekonomi, mampu menyediakan lapangan kerja, mempercepat proses pemerataan pembangunan guna mengentaskan kemiskinan.
Selain menciptakan daya tarik investasi, pemerintah harus melakukan inventarisasi aset daerah untuk mengetahui potensi yang perlu dikembangkan dan dioptimalkan oleh daerah dengan tujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam sambutan Sekdaprov Lampung yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur bidang Ekubang mengatakan, peran Kepala Daerah sangat penting untuk mengembangkan potensi kekayaan daerah berdasarkan aset yang dimiliki oleh daerah tersebut. Perlu adanya proyeksi atau perkiraan yang cermat ke depan dari Kepala Daerah untuk mengembangkan kekayaan daerah guna perbaikan kualitas hidup masyarakat di daerah.
“Penataan dan penertiban aset melalui kegiatan inventarisasi aset yang dikemas melalui Workshop dan Bimbingan Teknis Validasi dan Rasionalisasi Data Barang Milik Pemerintah Provinsi Lampung ini, merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan kinerja manajemen aset, penatausahaan aset, penertiban aset dan kewajaran Pelaporan Keuangan,” ungkapnya.
Saat ini, masih banyak pencatatan aset pada setiap Perangkat Daerah yang belum lengkap dan menjadi catatan pada LHP BPK RI atas audit Laporan Keuangan setiap tahunnya.
“Untuk itu, diperlukan daya dukung penuh dari seluruh Perangkat Daerah untuk segera menyempurnakan data aset pada buku inventaris barang, sehingga temuan atas Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI dapat diminimalisir,” ucap Syaiful Dermawan.
Komitmen dan kesadaran penuh dalam pengelolaan aset daerah perlu mendapat perhatian serius dari jajaran perangkat daerah, mengingat aset daerah menjadi komponen penting dalam laporan keuangan daerah dan dalam rangka mempertahankan opini WTP, karena WTP merupakan wajah pemerintah daerah. (rls)
Lampung
Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah PIT POGI 2027, Targetkan Dampak Besar bagi Kesehatan dan Ekonomi
Alteripost Bandar Lampung – Provinsi Lampung resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Tahun 2027. Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan siap mendukung persiapan penyelenggaraan sekaligus menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat kolaborasi dalam peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat menerima audiensi jajaran Pengurus Pusat (PP) POGI dan POGI Cabang Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Lampung, Senin (27/7/2026).
Wagub Jihan mengatakan, banyak ruang kolaborasi yang dapat dibangun antara Pemerintah Provinsi Lampung dan POGI, khususnya dalam mendukung program kesehatan ibu, bayi baru lahir, dan kesehatan reproduksi.
“Momentum PIT POGI 2027 menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan POGI. Kami berharap nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama yang konkret untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak,” ujar Wagub Jihan.
Pemerintah Provinsi Lampung, Lanjut Wagub Jihan, juga membuka peluang mengintegrasikan program kesehatan ibu dan reproduksi ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi program nasional.
Wagub Jihan meminta jajaran Pemprov Lampung melalui Dinas Kesehatan, dan POGI Lampung segera menyusun langkah teknis serta kebutuhan penyelenggaraan PIT 2027 agar seluruh persiapan dapat dimatangkan sejak dini.
“Nanti secara teknis silakan dirumuskan bersama. Apa saja yang dapat dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menyukseskan PIT 2027 sehingga menjadi momentum kolaborasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP POGI, dr. Ulul Albab, Sp.OG., mengatakan penunjukan Lampung sebagai tuan rumah PIT POGI 2027 merupakan hasil keputusan Pengurus Pusat setelah melalui proses seleksi sejak Kongres Obstetri dan Ginekologi Indonesia (KOGI) di Bali pada 2023.
Menurutnya, saat itu Lampung bersaing dengan sejumlah daerah, termasuk Palembang, untuk menjadi penyelenggara kegiatan ilmiah nasional tersebut.
“Kami mengucapkan selamat kepada POGI Lampung karena telah dipercaya menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan POGI Tahun 2027. Ini merupakan amanah besar sekaligus kepercayaan dari Pengurus Pusat,” ujarnya.
Ulul menjelaskan, PIT POGI merupakan agenda ilmiah tahunan berskala nasional yang diikuti sekitar 3.000 hingga 4.000 dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung selama lima hingga tujuh hari dan meliputi pra-PIT, workshop, sidang ilmiah, kegiatan organisasi, hingga malam kebudayaan.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, penyelenggaraan PIT juga diyakini memberikan dampak ekonomi bagi daerah tuan rumah karena sebagian besar peserta datang bersama keluarga.
“Biasanya jumlah peserta mencapai 3.000 sampai 4.000 orang. Jika bersama keluarga, jumlah pengunjung bisa dua kali lipat. Ini menjadi peluang besar untuk menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM di daerah penyelenggara,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua POGI Cabang Lampung, dr. Dino Rinaldy, Sp.OG., mengatakan pihaknya mulai mempersiapkan penyelenggaraan PIT 2027 sekaligus memperkuat implementasi program nasional POGI bertajuk SPRINT (Selamatkan Perempuan Indonesia), yang berfokus pada penurunan angka kematian ibu melalui penguatan layanan kesehatan perempuan.
Ia menyebutkan, POGI Lampung yang beranggotakan sekitar 110 dokter spesialis obstetri dan ginekologi telah aktif mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari audit kematian maternal, pelatihan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir, pendampingan puskesmas, hingga skrining kanker serviks dan kehamilan berisiko tinggi.
Menurut Dino, penyelenggaraan PIT POGI 2027 juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui peningkatan kunjungan wisata, okupansi hotel, perputaran ekonomi lokal, promosi UMKM, sektor transportasi, serta penguatan citra Lampung sebagai daerah tujuan penyelenggaraan kegiatan nasional.
“Kami menargetkan PIT POGI 2027 sukses dari sisi penyelenggaraan, jumlah peserta, maupun manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kami membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.(*)

