Connect with us

Lampung

Ratna Dewi Cek Depo Arsip di Kantor Perpustakaan Lampung Selatan

Published

on

Foto: Kadis Perpustakaan Lampung Ratna Dewi saat berkunjung ke Lampung Selatan

 

Alteripost.co, Lampung Selatan-
Kadis Perpustakaan & Kearsipan Lampung, Dra. Ratna Dewi, M.M., melakukan kunjungan dalam rangka Persiapan Uji Petik Audit Pengawasan Kearsipan oleh Arsip Nasional Indonesia (ANRI) Tahun 2021, ke Kantor Arsip Pemkab Lampung Selatan di Kalianda, Kamis (03/06/2021).

Audit Pengawasan Kearsipan adalah bagian kegiatan tahunan ANRI dalam menilai unit kearsipan Provinsi/Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Ratna Dewi didampingi Kabid Pembinaan & Pengawasan Kearsipan Putri Kartarina, Kabid Pengelolaan Arsip Dwi Aprilia Lestari, dan Kabid Pengembangan Perpustakaan Dian.

Kedatangan Ratna Dewi dan jajaran ke Lamsel, disambut Kadis Perpustakaan & Kearsipan Lampung Selatan, Qorinilwan, didampingi beberapa Kabid Kearsipan. Pada kunjungan itu Ratna Dewi dan jajaran melihat langsung kesiapan depo arsip yang ada di Kantor Perpustakaan & Kearsipan Lampung Selatan.

Terkait dengan program audit pengawasan kearsipan di Lampung tahun 2021 ini, ANRI telah menetapkan Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung sebagai tempat uji petiknya.

“Karena itulah kami dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung merasa perlu untuk mengecek langsung kondisi depo arsip yang ada, baik di Lampung Selatan maupun Bandar Lampung. Apa yang kami lakukan ini merupakan bagian dari pembinaan,” ungkap Ratna Dewi.

Selepas mengecek langsung depo arsip di kantor Dinas Perpustakaan & Kearsipan Lamsel, Ratna Dewi dan jajaran didampingi Qorinilwan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Palas, guna melakukan pembinaan perpustakaan di Desa Pulau Jaya.

“Alhamdulillah, inklusi sosialnya disini sudah berjalan,” kata Ratna Dewi selepas melihat langsung perpustakaan di Desa Pulau Jaya, Palas. (rls)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Pemprov Lampung Terus Memperkuat Pengembangan Kawasan Industri

Published

on

Foto: Sekdaprov Marindo saat memimpin Rakor percepatan pembangunan kawasan industri

Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mempercepat pengembangan sejumlah kawasan industri strategis sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas penyerapan tenaga kerja, meningkatkan ekspor, serta memperkuat daya saing daerah. Salah satu fokusnya adalah pengembangan Kawasan Industri Katibung yang diproyeksikan mendukung penguatan industri hilir dan kemandirian energi nasional.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kawasan Industri bertempat di Ruang Pepadun Kantor Gubernur, Jumat (16/10/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa percepatan pengembangan kawasan industri membutuhkan sinergi seluruh pihak yang tergabung dalam tim percepatan, sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Ia meminta seluruh anggota tim mengawal proses pengembangan secara terpadu, mulai dari pemenuhan persyaratan, koordinasi dengan pemerintah pusat, hingga penjajakan kerja sama dengan calon investor.

“Pada saatnya nanti, ini tidak bisa berjalan secara parsial. Kita harus bersama-sama mengawal proses ini sesuai dengan tugas masing-masing dan terus melaporkan perkembangannya kepada Pak Gubernur,” ujar Marindo.

Marindo juga mendorong agar peluang pengembangan kawasan industri dipromosikan melalui Lampung Forum Investment (FOILA), yang diharapkan menjadi ruang pertemuan antara pemilik potensi investasi dan calon investor.

Melalui forum tersebut, Pemprov Lampung berharap dapat menarik minat investor yang bersedia menjadi anchor investor atau investor utama untuk mendukung pengembangan kawasan industri. Persiapan promosi, termasuk penyediaan materi informasi dan publikasi, akan dilakukan menjelang pelaksanaan FOILA mendatang.

Sementara itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung Mulyadi Irsan menjelaskan bahwa investasi menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melengkapi upaya peningkatan produktivitas sektor pertanian, pengembangan industri hilir, dan penguatan sektor jasa, termasuk pariwisata.

Menurutnya, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekspor, serta memperkuat struktur ekonomi Lampung yang lebih produktif.

Dalam rapat tersebut, Mulyadi menyampaikan perkembangan sejumlah rencana pengembangan kawasan industri, termasuk kawasan industri Mayapada dan PISEL, yang ditargetkan memasuki tahap peletakan batu pertama/ groundbreaking pada Desember 2026.

Ia juga menyoroti pengembangan Kawasan Industri Katibung yang telah ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Minamas. Kawasan ini diharapkan menjadi salah satu penggerak pengembangan industri hilir sekaligus mendukung agenda kemandirian energi nasional.

Mulyadi menjelaskan bahwa penyelesaian studi kelayakan feasibility study/FS menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan rencana pengembangan kawasan tersebut. Kajian itu diharapkan mencakup aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan sehingga dapat menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah pusat.

“Kita berharap finalisasi feasibility study ini bisa diselesaikan sebelum Desember, sehingga menjadi bahan bagi Pemprov Lampung untuk melaporkan kesiapan daerah dalam mendukung cita-cita kemandirian energi nasional,” ujarnya.

Dalam rencana pengembangannya, Kawasan Industri Katibung diarahkan untuk mendukung pembangunan fasilitas pengolahan minyak mentah refinery, industri hilir oleokimia, serta industri kimia lainnya. Kawasan ini juga direncanakan memiliki terminal khusus guna mendukung kegiatan logistik dan distribusi.

Pengembangan Katibung juga ditempatkan dalam konteks kebutuhan energi nasional dan dinamika geopolitik global yang memengaruhi pasokan serta distribusi bahan bakar. Karena itu, kajian pengembangan kawasan diharapkan dapat memperkuat kesiapan Lampung dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi dan pengembangan industri hilir.

Selain pengembangan kawasan industri, rapat tersebut membahas perkembangan Kawasan Industri Lampung (KAIL) dan rencana pengembangan tahap berikutnya. Pemprov Lampung juga menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar pengembangan kawasan industri sesuai dengan Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP).

Melalui koordinasi lintas perangkat daerah dan mitra usaha, Pemprov Lampung mendorong agar setiap tahapan pengembangan kawasan industri dapat berjalan terarah, mulai dari penyelesaian kajian, kesiapan lahan dan infrastruktur, hingga promosi kepada calon investor.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi, memperkuat hilirisasi sumber daya alam, serta menjadikan Lampung sebagai salah satu daerah yang berkontribusi dalam penguatan industri dan ketahanan energi nasional. (Red)

Facebook Comments Box
Continue Reading