Bandar Lampung
Eva Dwiana Harapannya di HUT Bandar Lampung Bisa Bersinergi, Bergandengan Tangan Untuk Pembangunan
BANDAR LAMPUNG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bandar Lampung Ke-339 Tahun 2021, Pemerintah beserta seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung, mengadakan rapat paripurna istimewa di ruang sidang DPRD Kota setempat. Kamis (17/6/2021).
Paripurna Peringatan HUT Kota Bandar Lampung dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, Wakil Walikota Bandar Lampung Deddy Amarullah, serta Jajaran Forkopimda Kota Bandar Lampung.
Dalam Acara Paripurna Sekda Provinsi Lampung Fahrizal Darminto mengungkapkan apresiasinya terhadap prestasi Kota Bandar Lampung sampai saat ini khususnya dalam penanganan Covid-19.
“Memang sangat perlu untuk menuntaskan pandemi Covid-19 ini karena hal tersebut akan berdampak pada semua sektor termasuk sektor pariwisata. Semoga Kota Bandar Lampung bisa secepatnya memasuki zona hijau, agar anak anak sekolah bisa merasakan bertatap muka kembali dalam ajaran pendidikan tahun ini”. Ungkapnya.
Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana mengungkapkan harapannya kepada seluruh elemen untuk bisa bersinergi, bergandengan tangan untuk pembangunan dan penanganan Covid-19, sehingga Kota Bandar Lampung masuk ke dalam zona hijau Covid-19.
Apalagi Bapak Presiden sudah memberikan perintah bagi kawasan yang memasuki Zona kuning dan zona hijau yang boleh ajaran baru dengan bertatap muka. Karna Kota Bandar Lampung masih zona orens, harapan bunda di hari HUT ini Kota Bandar Lampung bisa secepatnya memasuki zona Hijau. Ungkap Bunda Eva.
Bunda akan terus berusaha untuk kota bandar lampung bisa memasuki zona kuning dan hijau, agar anak anak bisa merasakan kembali masuk sekolah dengan bertatap muka, bunda minta kepada anggota DPRD agar bisa membantu program Pemkot untuk membantu agar kota bandar lampung bisa memasuki zona hijau”. Ajaknya.
Lanjut Bunda Eva, “Terimakasih kepada bapak gubernur yang diwakilkan oleh bapak sekda yang telah hadir, program bandar lampung adalah wisata dan UKM, karna mampu mengembangkan pendapatan ekonomi agar kota balam bisa membantu bertambahnya Anggaran Pendapatan Daerah (APD)”. Ujarnya.
“Dengan di hari momentum HUT kota bandar lampung yang ke 339, ayo mari bersatu untuk memajukan pembangunan kota bandar lampung, karna masyarakat menunggu kinerja Pemkot, DPRD dan stakholder lainnya, mari bersama sama membangun agar kota bandar lampung makin maju dan sejahtera. Majunya bandar lampung tidak harus dari pemkot saja tapi dari DPRD Kepolisian, stakholder lainnya dan masyarakat ayo sama sama bergandeng tangan untuk menyatukan tujuan dan langkah agar kota bandar lampung semakin maju dsn berjaya”. Pungkasnya. (*).
Bandar Lampung
Sidak Wamendagri, Bandar Lampung Siap Jadi Percontohan WFH ASN
Alteripost Bandar Lampung – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jumat (10/4), guna memantau pelaksanaan transformasi budaya kerja aparatur sipil negara (ASN), khususnya penerapan skema kerja fleksibel berbasis lokasi atau work from home (WFH).
Dalam kunjungan tersebut, Wamendagri didampingi Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.
Sidak ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800 tentang transformasi budaya kerja ASN di lingkungan pemerintah daerah.
Akhmad Wiyagus menegaskan, kepala daerah diminta menerapkan sistem kerja kombinasi antara work from office (WFO) dan WFH guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja ASN tanpa mengganggu pelayanan publik.
“Saya datang ke Lampung atas perintah Menteri Dalam Negeri untuk melakukan monitoring dan evaluasi terkait implementasi kebijakan ini,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menjaga kualitas layanan meskipun sebagian ASN bekerja dari rumah.
“Di Mal Pelayanan Publik, seluruh loket tetap beroperasi normal. Tidak ada pengurangan layanan, masyarakat tetap terlayani dengan baik,” tegasnya.
Wiyagus juga memastikan sektor-sektor vital seperti layanan kesehatan, pemadam kebakaran, dan unit kedaruratan tetap beroperasi penuh dan tidak terdampak kebijakan WFH.
Menurutnya, kebijakan work from anywhere (WFA) bukan sekadar fleksibilitas kerja, melainkan bagian dari transformasi besar birokrasi. Tujuannya antara lain meningkatkan efisiensi kerja ASN, menjamin pelayanan publik tetap optimal, serta mempercepat digitalisasi pemerintahan melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). “Ini tidak bisa dihindari, harus kita percepat,” tegasnya.
Ke depan, kata dia, evaluasi berkala akan terus dilakukan, termasuk terkait potensi penghematan listrik, air, hingga penggunaan kendaraan dinas. Dengan hasil sidak yang positif, Bandar Lampung dinilai siap menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan sistem kerja fleksibel di lingkungan pemerintah daerah.
Sementara itu, Eva Dwiana mengaku kunjungan Wamendagri dilakukan secara mendadak dan menjadi momentum evaluasi bagi jajarannya.
“Kami berterima kasih atas kunjungan Pak Wamen. Ini jadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja ASN di Bandar Lampung,” ujarnya.
Saat ini, Pemkot Bandar Lampung baru menerapkan WFH sebesar 20 persen. Namun, ke depan angka tersebut akan ditingkatkan secara bertahap. “Insyaallah minggu depan akan kami evaluasi kembali. Targetnya bisa mencapai 50 persen sesuai arahan pemerintah pusat,” tandasnya.(*)

