Connect with us

Lampung Tengah

Lewat Zoom Meeting, Musa Ahmad Apresiasi Kinerja Para Nakes

Published

on

Foto: (kiri) Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad

 

Alteripost.co, Lampung Tengah-
Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad menyapa para tenaga kesehatan (Nakes) secara virtual melalui zoom meeting di room BJW, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada para tenaga kesehatan dan relawan yang saat ini tak mengenal pagi, siang, atau malam berjuang dan bekerja keras menangani pandemi Covid-19.

Bahkan dirinya tak kuasa menahan air mata saat berbicara dengan tenaga kesehatan melalui virtual dan mengucapkan rasa terimakasih dan penghormatan kepada para garda terdepan yaitu tenaga kesehatan yang telah berjuang, Rabu (28/7/2021).

Dirinya mengungkapkan, dimasa pandemi virus Corona (Covid-19) saat ini masih belum berakhir. Para tenaga kesehatan (Nakes) pun terus berjuang untuk merawat pasien Covid-19 yang setiap hari masih terus bertambah. Bahkan, tidak sedikit para nakes yang juga ikut terpapar dan meninggal akibat Covid-19,

“Pandemi Covid-19 telah menjadi pukulan berat. Hampir seluruh sumber daya kesehatan dikerahkan untuk memerangi pandemi Covid-19 ini. Saudara-saudara telah berjuang menyelamatkan ribuan nyawa manusia, mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran,” ujarnya

Dia juga menuturkan, para nakes merupakan orang-orang yang terpilih di tengah pandemi Covid-19 ini. Pihaknya juga memahami bahwa sebagai manusia tentu kita memiliki keterbatasan.

“Tenaga kesehatan merupakan orang-orang terpilih dimasa pandemi covid-9, saya memahami sebagai manusia tentunya memiliki keterbatasan,” tuturnya.

Musa juga mengatakan bahwa tenaga kesehatan yang berjuang di tengah pandemi adalah orang terpilih yang mampu melampaui berbagai keterbatasan tersebut.

“Saya berpesan kepada semua untuk tetap berjuang, dan jangan melupakan protokol kesehatan untuk selalu diterapkan,” pesannya. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung

Tinjau Jalan Gunung Batin–Daya Murni, Gubernur Mirza Tegaskan Tak Tolerir Pekerjaan Asal-asalan

Published

on

Alteeipost Lampung Tengah – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres penanganan reaksi cepat di ruas jalan Gunung Batin–Daya Murni, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (3/3/2026).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, terutama pada titik-titik krusial yang menjadi akses penghubung pintu tol. Ruas jalan sepanjang 12 kilometer tersebut diketahui telah mengalami kerusakan selama bertahun-tahun akibat tingginya volume kendaraan berat yang melintas.

“Ini jalan provinsi di ruas Gunung Batin–Daya Murni. Ini juga sudah bertahun-tahun rusak. Tahun kemarin ada penanganan sedikit, tahun ini ditambahkan penangannya sampai ke perlintasan jalan tol,” ujar

Gubernur di sela-sela peninjauan.
Menurutnya, kerusakan jalan dipicu oleh maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), khususnya angkutan komoditas singkong. Ia menyoroti ketimpangan antara kapasitas jalan provinsi dengan beban kendaraan yang melintas.

“Jalan provinsi itu maksimal 8 ton, dan dilewati 40 ton. Ya rusak! Tapi di satu sisi, sektor swasta juga harus pahami, jalan provinsi ini hanya untuk 8 ton, jangan dilewati 40 ton,” tegasnya.

Terkait teknis pengerjaan, Gubernur menjelaskan bahwa saat ini tim di lapangan melakukan penanganan sementara guna menjaga kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan ke tahap permanen dengan spesifikasi aspal dua lapis yang diperkuat.

Ia juga menyoroti temuan teknis terkait pengerjaan sebelumnya yang dinilai tidak memenuhi standar. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan ketebalan lapis bawah (base) yang tidak sesuai spesifikasi.
“Kualitas harus terjaga, tidak boleh dibayar kalau tidak sesuai spek, karena kita yang kasihan warganya. Lapis bawahnya batunya base-nya 35 cm, tadi (temuan lama) kurang dari 35 cm,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen menuntaskan perbaikan ruas ini secara bertahap. Saat ini, penanganan difokuskan pada titik terparah sepanjang 3 kilometer dan akan terus dilanjutkan hingga seluruh ruas dapat berfungsi optimal dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading