Connect with us

Lampung Selatan

Nanang Dampingi Ketua Komisi IV DPR RI Monitoring Vaksinasi di Lampung Selatan

Published

on

Foto: Istimewa for Alteripost.co

 

Alteripost.co, Lampung Selatan-
Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, melaksanakan monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19, bagi masyarakat di Aula Kantor Kecamatan Penengahan, Jumat (6/8/2021).

Turut hadir juga, Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang Tri Wahyudi Saleh, Ketua DPRD Lampung Selatan H. Hendry Rosyadi beserta anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Sekretaris Daerah Kabupaten Thamrin beserta sejumlah pejabat utama dilingkup Pemkab Lampung Selatan dan Forkopimcam Penengahan.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto mengatakan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 itu dapat berjalan berkat bantuan dari pemerintah pusat melalui Ketua Komisi IV DPR RI yang memberikan 500 dosis vaksin Covid-19.

Pemberian bantuan vaksin Covid-19 itu kata Nanang, merupakan bentuk dukungan Ketua Komisi IV DPR RI dalam upaya Pemkab Lampung Selatan dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 yang semakin masif.

“Sebenarnya Pak Sudin ini bidangnya pertanian. Tapi bantuan ini sebagai bentuk kepedulian beliau dengan kesehatan. Karena begitu masifnya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lampung Selatan. Terima kasih Pak Sudin,” ujar Nanang.

Nanang menyebut, ada 500 masyarakat yang mengikuti vaksinasi massal tersebut. Pelaksanaan vaksinasi itu, sambung Nanang, dilakukan secara bertahap guna mengurangi kerumunan.

“Pagi ini kita lakukan 100 vaksinasi. Nanti secara bertahap sampai sore pelaksanaan vaksinasi kita bagi agar tidak terjadi kerumunan,” kata Nanang.

Pada kesempatan itu, Nanang juga kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan meskipun sudah menerima dosis lengkap vaksinasi Covid-19.

“Meski sudah di vaksin tetap disiplin jaga protokol kesehatan, pakai masker, hindari kerumunan. Sampaikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar pentingnya menjaga protokol kesehatan. Karena Lampung Selatan ini masih zona merah,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Sudin mengatakan bahwa keberadaan vaksin Covid-19 penting demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Vaksin itu paling penting untuk melindungi diri kita. Jangan tidak percaya dengan adanya Covid-19. Karena saya pernah merasakan terpapar virus Covid-19,” kata Sudin.

Dalam kesempatan itu, Sudin juga mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah memutus penyebaran Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Lampung 1 ini juga mengingatkan, vaksinasi tidak berarti mengurangi pelaksanaan protokol kesehatan.

“Kita wajib menjaga protokol kesehatan. Karena kita tidak tahu yang membawa virus itu siapa. Maka bantu pemerintah. Caranya dengan di vaksin dan menjaga protokol kesehatan,” kata Sudin.

Selain menyerahkan bantuan 500 dosis vaksin Covid-19, dalam kunjungannya Sudin juga memberikan bantuan 500 paket sembako untuk masyarakat yang sudah di vaksin. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lampung Selatan

Akhiri Penantian 19 Tahun Warga, Bupati Radityo Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Published

on

Alteripost Merbau Mataram – Kondisi jalan menuju Desa Baru Ranji, Kecamatan Merbau Mataram, yang selama ini dikeluhkan masyarakat akhirnya mendapat respons langsung dari Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Setelah melihat dan merasakan langsung kondisinya, Bupati Egi memastikan jalan tersebut diperbaiki pada 2026, setelah 19 tahun belum tersentuh perbaikan.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Egi saat meninjau langsung ruas jalan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Desa Baru Ranji, di sela kunjungannya melihat Desa HELAU di Kecamatan Merbau Mataram, Sabtu (8/8/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Egi mengakui kondisi jalan sudah cukup memprihatinkan. Kerusakan yang ditemukan di lapangan dinilai membutuhkan penanganan segera agar tidak semakin mengganggu mobilitas masyarakat.

“Saya selaku bupati menghaturkan permintaan maaf kalau jalannya belum bagus. 30 persen rusak, 70 persen rusak banget,” ujar Egi.

Melihat kondisi tersebut secara langsung, Egi menegaskan persoalan infrastruktur tidak cukup hanya disampaikan melalui laporan. Karena itu, ia langsung meminta agar ruas jalan menuju Desa Baru Ranji segera ditangani dan masuk dalam agenda perbaikan tahun ini.

“Saya minta perbaiki jalan Baru Ranji. Ini saya kalau nggak ke sini, nggak ngerti kalau jalannya begitu,” kata Egi.

Peninjauan langsung jalan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.

Bagi warga, kondisi jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan perjalanan, tetapi juga menyangkut kelancaran aktivitas sehari-hari dan konektivitas antarwilayah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan Hendry Kurniawan mengatakan, arahan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama langsung ditindaklanjuti setelah melihat kondisi jalan penghubung antara Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji.

“Tidak perlu berpikir lama. Bupati Lampung Selatan langsung menindaklanjuti, dan jalan penghubung kedua desa tersebut akan diperbaiki pada tahun 2026 ini,” kata Hendry.

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan respons cepat pemerintah daerah dalam menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan infrastruktur dasar.

Perbaikan ruas jalan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas akses masyarakat, tetapi juga memperlancar mobilitas warga serta memperkuat konektivitas antara Desa Tanjung Baru dan Desa Baru Ranji di Kecamatan Merbau Mataram.

“Ini merupakan bentuk gerak cepat dan penyerapan aspirasi masyarakat dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk keberlangsungan kesejahteraan masyarakat dan pemerataan infrastruktur yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya kepastian perbaikan pada 2026, masyarakat di kedua desa diharapkan segera mendapatkan akses jalan yang lebih layak dan aman.

Penanganan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi menjangkau hingga kawasan perdesaan. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading