Lampung Selatan
Saat Tinjau Pelaksanaan Bedah Rumah, Bupati Nanang Ketemu Kawan Sekolah
Alteripost.co, Lampung Selatan-
Usai memberikan bantuan Bedah Rumah pada (4/8/2021) lalu, Bupati Lampung Selatan, H. Nanang Ermanto menyempatkan waktu untuk meninjau langsung pelaksanaan Bedah Rumah di Desa Pancasila Kecamatan Natar. Sabtu (7/8/2021).
Nanang Ermanto juga memberikan bantuan berupa sembako untuk para warga yang bergotong royong merenovasi rumah warga yang mendapat bantuan Program Bedah Rumah.
Marsudi salah satu warga yang mendapat Program Bedah Rumah menuturkan, bahwa Bupati Lampung Selatan merupakan sahabatnya saat duduk bangku SMA Tunas Harapan Bandar Lampung.
“Nanang ini merupakan teman SMA saya dulu, kami sempat satu kelas waktu kelas 1 dan kelas 2 di SMA Tunas Harapan,” kata Marsudi.
Nanang yang tiba di lokasi mengakui bahwa Marsudi merupakan salah satu sahabatnya saat di bangku SMA.
“Awalnya saya ga tau, tapi saat dikirimkan video oleh salah satu warga baru saya ingat dengan Pak Marsudi,” tutur Nanang.
Nanang juga memberikan bantuan sembako untuk masyarakat yang bergotong royong melaksanakan bedah rumah tersebut.
“Ini kebetulan saya bawa sedikit sekedar untuk membantu masyarakat yang bergotong royong membangun rumah warga, sudah seharusnya kita bahu membahu saling menolong,” kata Nanang.
“Mudah-mudahan dengan kepedulian dan saling tolong menolong kehidupan masyarakat kita semakin membaik, apalagi ditengah Pandemi COVID-19 saat ini,” tukas Nanang.
Selain itu Nanang juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan.
“Jangan lupa pakai maskernya, terapkan Protokol Kesehatan secara ketat, lindungi diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat kita,” pungkas Nanang. (*)
Lampung Selatan
Program Rumah Subsidi di Lampung Selatan Tawarkan Cicilan Hingga 40 Tahun
Alteripost Jati Agung – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendampingi kunjungan kerja Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di Lampung Selatan, Kamis (7/5/2026). Kunjungan tersebut membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program pembiayaan rumah subsidi dengan bunga ringan dan tenor kredit hingga 40 tahun.
Kegiatan dipusatkan pada acara Kredit Program Perumahan (KPP) bertajuk Kolaborasi Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang berlangsung di Gedung Parrona, Jalan Terusan Ryacudu, Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung.
Program itu menekankan kolaborasi pembiayaan perumahan bagi masyarakat melalui dukungan berbagai lembaga seperti Bank BTN, BP Tapera, PNM, SMF dan sejumlah mitra lainnya. Melalui program tersebut, masyarakat kini dapat mengakses kredit rumah dengan bunga mulai 5,59 persen per tahun serta skema cicilan yang lebih ringan.
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap sektor perumahan rakyat sebagai bagian dari pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
“Presiden Prabowo memerintahkan kepada saya untuk mempersiapkan kota-kota baru di sekitar Jakarta, Medan, Makassar, Manado dan berbagai daerah lainnya agar tercipta pusat-pusat pertumbuhan baru,” ujar Maruarar.
Menurutnya, pemerintah juga terus memperluas kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar semakin mudah memiliki rumah layak huni. Salah satu kebijakan yang disiapkan yakni memperpanjang tenor kredit rumah subsidi dari 20 tahun menjadi 40 tahun.
“Presiden juga memerintahkan agar masa kredit diperpanjang menjadi 40 tahun sehingga cicilan masyarakat menjadi lebih ringan. Selain itu, BPHTB dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk MBR di Lampung juga sudah digratiskan,” katanya.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat yang selama ini kesulitan memiliki rumah akibat tingginya cicilan dan biaya administrasi.
Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama berharap program kolaborasi pembiayaan perumahan tersebut dapat membuka akses kepemilikan rumah yang lebih luas bagi masyarakat di daerahnya, khususnya kalangan pekerja dan keluarga muda.
Ia juga berharap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan dan pengembang dapat mempercepat pemerataan hunian layak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau dan berkelanjutan. (*)

