Ekonomi dan Bisnis
Hasil RUPS-LB, Ahmad Jahri Diamanahkan Menjabat Direktur Bisnis Bank Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Bank Lampung mengelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) dengan seluruh Kepala Daerah se-provinsi Lampung, secara tertutup untuk membahas penyertaan modal serta melantik direktur bisnis yang baru.
Sebelum membahas penyertaan modal, rapat ini resmi melantik Ahmad Jahri Sebagai Direktur Bisnis Bank Lampung. Ia dilantik mengantikan Nurdin Hasboena yang meninggal akibat terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu.
Kepada awak media, Komisaris Utama Fahrizal Darminto mengatakan bahwa rapat RUPS-LB ini tentang menyetujui dan mengesahkan Ahmad Jahri sebagai Direktur Bisnis Bank Lampung mengantikan almarhum (Nurdin Hasboena).
“Kalau semua tahapan sudah dilakukan melalui fit and proper test dan otoritas jasa keuangan (OJK) dan semuanya juga berjalan lancar,” katanya di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (16/9/2021).
Selain itu, rapat tertutup ini juga membahas terkait pernyetaan modal bagi para pemegang saham diantaranya pemerintah Provinsi Lampung dan kabupaten/kota Se Lampung.
“Sudah dikoordinasikan maka ditetapkan dan diprioritaskan untuk menambah modal karena untuk kabupaten/kota yang masih kecil,” ujar Fahrizal Darminto yang juga sebagai Sekdaprov Lampung.
Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Lampung Ahmad Jahri menyebut, akan lebih fokus pada sektor komersial dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta akan membangun ekosistem desa dan pasar.
“Tetapi tetap saja harus berpatokan pada Captive Market yakni kredit konsumer dan kredit konsumsi, mungkin itu yang kita kembangkan kedepannya,” tutupya
Ekonomi dan Bisnis
HLN ke-81, PLN Lampung Berdayakan Perempuan Disabilitas Melalui Wirausaha
Alteripost Bandar Lampung –Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung melalui Srikandi PLN UID Lampung berkolaborasi dengan PLN Peduli menggelar program Women Support Women bertajuk “Berdaya Tanpa Batas”, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan berupa pelatihan kewirausahaan tersebut diikuti 20 perempuan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Persatuan Komunitas Disabilitas Lampung (PKDL). Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan, mendorong kemandirian ekonomi, serta membuka kesempatan usaha yang inklusif bagi perempuan penyandang disabilitas.
Dalam pelatihan yang bekerja sama dengan Rumah Mama Pintar tersebut, para peserta dibekali keterampilan membuat siomay dan dimsum. Mereka mendapatkan pengetahuan praktis mulai dari pengolahan bahan baku hingga proses pembuatan produk kuliner yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri.
Melalui kegiatan ini, PLN berharap para peserta mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menciptakan peluang usaha produktif, meningkatkan pendapatan, dan membantu memperkuat perekonomian keluarga.
Manager Distribusi PLN UID Lampung, Moh. Sadli, mengatakan program Women Support Women “Berdaya Tanpa Batas” merupakan bentuk kontribusi PLN dalam menghadirkan manfaat sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“PLN meyakini setiap individu memiliki potensi untuk berkembang dan berkontribusi. Melalui pelatihan ini, kami ingin membuka ruang bagi perempuan penyandang disabilitas untuk mengasah keterampilan, meningkatkan nilai tambah produk, serta memanfaatkan teknologi digital dalam memperluas pasar,” ujar Sadli.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh para peserta dapat menjadi bekal untuk membangun usaha mandiri sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, S.E., M.H., mengapresiasi kolaborasi PLN dan berbagai pihak dalam menghadirkan program pemberdayaan bagi perempuan penyandang disabilitas.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Srikandi PLN UID Lampung bersama PKDL atas terselenggaranya pelatihan kewirausahaan bagi perempuan penyandang disabilitas. Kegiatan ini merupakan langkah positif untuk membantu penyandang disabilitas mengembangkan keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun kemandirian ekonomi,” kata Rudy.
Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat penting untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas agar dapat berkarya, berwirausaha, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Ia juga berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat sehingga tercipta lingkungan yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh masyarakat.
Program Women Support Women “Berdaya Tanpa Batas” sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan kelima, yakni kesetaraan gender. Tujuan tersebut mendorong pemberdayaan perempuan serta perluasan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang kehidupan.
PLN UID Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, komunitas, dan para pemangku kepentingan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui program ini, PLN berharap para perempuan penyandang disabilitas dapat mengembangkan keterampilan menjadi peluang usaha nyata, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menginspirasi perempuan lainnya untuk terus berkarya dan mandiri.(*)

