Politik
Rentetan Jelang Musda, Tidar Lampung Gelar Kegiatan Vaksinasi dan Baksos
Alteripost.co, Bandarlampung-
DPD Tunas Indonesia Raya (Tidar) provinsi Lampung menggelar kegiatan vaksinasi dan Bakti Sosial (Baksos). Kedua acara tersebut merupakan rentetan rangkaian road show menuju Musyawarah Daerah (Musda).
Dengan menyediakan 300 dosis vaksin pertama, yang menyasar khususnya kepada kaum milenial dan masyarakat sekitar. DPD Tidar Lampung menggelar kegiatan vaksinasi di Cafe Kiyo, Pahoman, Bandarlampung. Sabtu (09/10/2021).
Wasekjen PP Tidar Riko Wahyudi mengatakan, tujuan kegiatan vaksinasi ini untuk membantu pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 di Provinsi Lampung.
“Tidar merupakan salah satu sayap partai Gerindra, sesuai instruksi DPP kita didorong membantu pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 di negeri ini, di sini kita (Tidar) hadir,” ucap Riko.
Terkait Musda yang rencananya akan digelar akhir bulan ini, kata Riko, dirinya berharap ketua yang terpilih mendatang dapat membesarkan Tidar di Provinsi Lampung, dan membentuk kepengurusan sampai ke masing-masing kabupaten dan kota
“Tidar yang menjadi wadah bagi milenial untuk berpolitik, berinovasi maupun berkreatifitas. Sebab, fokus kita bukan hanya memikirkan politik saja, tapi bagaimana bisa berbuat untuk orang banyak,” cetusnya.
Dihadiri langsung Waketum PP TIDAR Bachtiar Sebayang, Wasekjen Riko Wahyudi, dan Ketua karakter PD TIDAR Lampung Atras Mafazi. Kegiatan vaksinasi berjalan lancar dengan menggunakan protokol kesehatan.

Selain kegiatan vaksinasi, DPD Tidar Lampung beserta jajarannya menggelar acara Baksos. Sekitar puluhan paket sembako didistribusikan ke panti asuhan dan kepada masyarakat yang membutuhkan. (*)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

