Politik
Musdalub TIDAR Diharapkan Menghasilkan Tunas-tunas Berintegritas
Alteripost.co, Bandarlampung-
Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus pelatihan bagi kader Tunas di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/kota, yang digelar di Novotel Bandarlampung, Senin (25/10/2021).
Kegiatan ini menjadi ancang-ancang bagi seluruh keluarga besar Gerindra termasuk, sayap partainya yakni TIDAR dalam mendukung kembali Ketua Umum DPP Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres di Pilpres 2024.
Dalam acara tersebut, dihadiri Waketum DPP Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Waketum DPP TIDAR Ahmad Bahtiar Sebayang, Sekretaris DPD Gerindra Lampung Pattimura Daniel, Ketua Fraksi Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal serta para anggota legislatif DPRD Lampung maupun kabupaten/kota.
Saat diwawancara, Waketum DPP Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menegaskan bahwa Tidar bukan buzzer. Menurutnya, TIDAR merupakan anak kandung Partai Gerindra yang selalu siap, patuh dan taat tehadap perintah Partai, termasuk dalam memenangkan Prabowo di Pilpres 2024 mendatang.
“TIDAR bukan buzzer karena TIDAR adalah kader. TIDAR ingin memperlihatkan dan melibatkan anak-anak muda dalam memberikan kontribusi nyata dalam membangun negara, apakah itu di bidang politik atau di bidang masing-masing. Jadi, kita bukan objek, melainkan subjek,” ucap dia.
Ia pun berharap, dari hasil Musdalub ini akan menghasilkan Tunas-tunas baru yang berintegritas, mandiri dan berdaya saing, serta selalu berkomitmen dalam membangun bangsa.
Sementara itu, Sekretaris DPD Gerindra Lampung Pattimura mengatakan, TIDAR diharapkan menjadi wadah bagi para pemuda khususnya millenial untuk berpolitik dan membesarkan Partai Gerindra ke depan.
“Kita mengajak mereka (TIDAR) di 2024 untuk berpartisipasi aktif dan memaksimalkan peran sebagai generasi muda dan tentunya ikut dalam kontestasi baik sebagai kepala daerah, maupun wakil rakyat,” ucapnya.
Berdasarkan pantauan, Musda TIDAR Lampung diikuti oleh dua Calon Ketua, yakni Riko dan Reza Pahlevi. (*)
Politik
Bangun Kesadaran Kebangsaan, Dedi Yuginta Edukasi Masyarakat tentang Pancasila
Alteripost Bandar Lampung – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bandar Lampung, Dedi Yuginta, S.E., M.Si., mengajak masyarakat memperkuat pemahaman terhadap ideologi Pancasila, menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Dedi saat menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nakip, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diikuti masyarakat dari daerah pemilihan (Dapil) 2 Kota Bandar Lampung itu menghadirkan dua narasumber, yakni Taufik Hidayatullah, S.Pd., dan Rahmat Navindra, S.IP., dengan Zulkarnain sebagai moderator. Turut hadir Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bandar Lampung, Irwansyah Agung, S.H.
Dalam sambutannya, Dedi mengatakan kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila dan menanamkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi dan media digital membuat anak-anak semakin mudah mengakses beragam informasi. Oleh karena itu, orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap konten yang diakses anak melalui YouTube, Google, media sosial, maupun televisi agar sesuai dengan usia dan tahap perkembangan mereka.
“Generasi saat ini perlu mendapatkan pemahaman yang baik tentang ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, termasuk bagaimana mencintai bangsa kita sendiri. Orang tua juga harus memperhatikan apa yang ditonton anak-anak melalui internet dan media sosial,” ujarnya.
Sementara itu, narasumber Rahmat Navindra, S.IP., mengawali pemaparannya dengan mengajak peserta meneriakkan Salam Pancasila. Ia menjelaskan bahwa kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan merupakan bagian dari upaya DPRD memberikan pendidikan politik dan kebangsaan kepada masyarakat.
Rahmat kemudian memaparkan empat konsensus dasar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu keberagaman, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang harus dijaga keutuhannya.
Ia menegaskan, perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Narasumber lainnya, Taufik Hidayatullah, S.Pd., mengawali penyampaian materinya dengan membangkitkan semangat nasionalisme melalui seruan, “Merdeka! Merdeka! Merdeka!”
Taufik menekankan pentingnya memahami sejarah perjuangan bangsa, termasuk peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak penting persatuan nasional dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda memuat tiga ikrar utama, yakni bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Menurutnya, semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan PIP dan Wawasan Kebangsaan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami nilai-nilai Pancasila, memperkuat semangat nasionalisme, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. (Yan)

