Connect with us

Ruwajurai

Pengurus DPP APINDO Lampung Masa Bakti 2021-2026 Dilantik, Siap Bersinergi Membangun Negeri

Published

on

Foto: para Pengurus DPP APINDO Lampung resmi dilantik (istimewa)

 

Alteripost.co, Bandarlampung-
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) melakukan pelantikan pengurus Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Apindo Lampung masa bakti 2021-2026 di Grand Krakatau Ballroom Swissbell Hotel, Senin (29/11/2021).

Agenda tersebut dihadiri oleh ketua umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) Apindo, Gubernur Lampung, Bupati Pesawaran, Bupati Tulang Bawang Barat, Bupati Lampung Tengah, Wakil Bupati Pringsewu, Wali Kota Bandar Lampung serta Forkopimda se-Provinsi Lampung dan Asosiasi serikat pekerja.

Ketua Umum DPN Apindo Hariyadi B. Sukamdani mengatakan, kinerja DPP Provinsi Lampung sudah sangat baik, meskipun pengurus DPP Apindo Provinsi Lampung baru dilakukan pada hari ini.

“Walaupun pengurus DPP Apindo Lampung baru dilakukan, tetapi kinerja mereka sudah sangat luar biasa, tidak ada kendala sama sekali. Mereka senantiasa melakukan yang terbaik untuk Provinsi Lampung,” ujarnya.

Hariyadi juga mengungkapkan, khusus untuk APINDO Lampung akan bergerak di sektor pariwisata dan perkebunan karena dianggap sangat strategis bagi Provinsi Lampung.

“Lampung sangat memiliki potensi yang besar sekarang bagaimana cara kita membuat menarik dan berkembang, kita (APINDO, red) akan mengkonsolidasikan rekan-rekan yang bergerak disektor tersebut, entah nantinya kita akan carikan rekanannya atau mereka kembangkan sendiri ini,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut, menjadi hal yang sangat menarik bagi Apindo karena Apindo senantiasa mentargetkan capaian yang didapat dalam setiap pekerjaannya.

“Tentunya ini akan sangat menarik, karena biasanya kami (APINDO) kalau bekerja biasanya ada targetnya, capaiannya yang mau kita peroleh, kami ada. Misalnya di sektor pariwisata, kita akan lihat kenaikan pendapatannya bagaimana, perubahannya bagaimana,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Umum DPP Apindo Provinsi Lampung, Ary Meizari Alfian dalam sambutannya mengatakan, pelantikan pengurus DPP APINDO Provinsi Lampung merupakan tindak lanjut dari kegiatan pada Februari tahun 2021 lalu.

“Semoga kepengurusan yang dilantik dapat sesuai harapan kita bersama, semoga kedepannya APINDO Provinsi Lampung dapat menjadi kebanggaan,” ujarnya.

Ary menjelaskan, bahwa rangkaian kegiatan hari ini tidak hanya pelantikan pengurus DPP APINDO Lampung saja. Namun, ada juga kegiatan rapat kerja dan konsultasi provinsi.

“Hal ini dilakukan untuk membentuk dan mematangkan program-program yang akan menjadi acuan program bagi APINDO Provinsi Lampung, saya minta untuk mengikuti rangkai acara dengan sungguh-sungguh sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat,” jelasnya.

Lanjutnya, Ary mengungkapkan pihaknya juga membangun kerjasama di bidang pendidikan dengan menggandeng beberapa perguruan tinggi yang ada di Provinsi Lampung.

“Ini juga bertujuan untuk membangun konektivitas, kolektivitas perguruan tinggi di Provinsi Lampung, sehingga menjadi pengayom bagi segala pengusaha baik pengusaha besar, kecil ataupun UMKM,” ungkapnya.

Selain itu, Ary juga juga menyebutkan, bahwa keberadaan Apindo merupakan wadah pengusaha di Lampung yang bermartabat dapat terus meningkat dan berkontribusi bagi Provinsi Lampung.

“Dengan ini menegaskan bahwa APINDO Lampung adalah mitra daerah yang akan disegani dan berkontribusi dalam kemajuan ekonomi,” timpalnya.

Diakhir sambutan, Ketua Umum Apindo Lampung, Ary Meizari Alfian membangkitkan semangat peserta dengan yel-yel “Apindo Lampung Kebanggaan, Apindo Lampung Kehormatan, Apindo Lampung Harga Mati, Apindo, Apindo, Apindo”. (*)

Facebook Comments Box
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ruwajurai

Degensetisasi PLN Dorong Industri Pertanian di Lampung Makin Hijau dan Efisien

Published

on

Alteripost Bandar Lampung – Degensetisasi merupakan salah satu program PLN yang mengganti dari penggunaan genset berbahan bakar fosil ke penggunaan energi listrik yang ramah lingkungan. Program ini diklaim selain mendukung energi bersih juga lebih efisien sehingga membantu menekan biaya operasional. Jumat (1/3/2024).

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung, Sugeng Widodo turun langsung melakukan penyambungan dan penyalaan di salah satu industri penghasil pupuk organik yaitu CV Duta Agro Lestari yang berlokasi di Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Hal itu dilakukan, sebagai komitmen PLN mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor industri pertanian di Provinsi Lampung. Selain itu, penyalaan di Industri pupuk organik tersebut merupakan pengimplementasian program degensetisasi PLN.

“Alhamdulillah, hari ini PLN menyalakan listrik dengan daya 41500 Volt Ampere (VA) di CV Duta Agro Lestari. Ini merupakan komitmen kami di PLN untuk mendukung industri pertanian atau usaha pertanian yang ada di Provinsi Lampung”, ujar Sugeng Widodo.

Selain itu, Sugeng menuturkan, penyalaan listrik tersebut merupakan salah satu program PLN untuk melakukan degensetisasi secara masif di masyarakat. Menurutnya, dengan mengurangi penggunaan energi fosil, kita membantu lingkungan bebas emisi, tetap bersih dan hijau.

“Melalui program gensetisasi, PLN terus mendukung lingkungan kita bebas emisi, bersih dan hijau. Sebelumnya menggunakan Genset beremisi dan tidak ramah lingkungan, membutuhkan 35 liter solar per hari untuk pembakarannya, kini digantikan dengan penggunaan energi listrik yang tentunya ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara Leman selaku pemilik CV Duta Agro Lestari mengapresiasi penyalaan listrik yang dilakukan PLN. Leman mengaku sangat beryukur bahwa listrik PLN sudah menyala sehingga Leman dapat segera mengoperasikan tempat usahanya tersebut.

“Saya bersyukur PLN telah memasang listrik di tempat usaha kami, biar langgeng, biar berkah. Alhamdulillah langsung nyala, terima kasih buat PLN,” kata Leman.

Hadirnya pabrik pupuk milik Leman tersebut sangat membantu masyarakat disekitarnya. Dia telah mempekerjakan 30 pekerja yang berasal dari desa tempat usahanya itu beroperasi. Leman menjelaskan, bahan bakunya dari kotoran ternak diantaranya kotoran sapi, kotoran ayam dan kapur.

“Semula kami menggunakan listrik dari genset berbahan bakar solar untuk memproduksi pupuk organik. Dalam satu tahun kami positif memproduksi 3000 ton pupuk organik dan laku terjual di pasar lokalan Lampung. Alhamdulillah hari ini listrik langsung dipasang, langsung nyala, langsung besok bisa operasi, sangat senang sekali dengan pelayanan PLN,” ujar Leman.

Ditambahkannya, saat pabriknya tersebut beroperasi menggunakan genset, Leman harus menyiapkan solar 35 liter perhari, itu pun jika solarnya mudah didapat.

“Selain solar, jika genset sedang dilakukan pemeliharaan, saya harus menyiapkan oli dan sparepart untuk mesin, harus membayar operator genset dan sebagainya hingga biayanya membengkak. Sekarang saya sudah pakai listrik PLN yang tentunya sudah praktis, bersih, ramah lingkungan dan sangat efisien terhadap biaya operasionalnya,” tutup Leman.(*)

Facebook Comments Box
Continue Reading