Lampung
Ketua Dekranasda Lampung Buka Pembekalan Kewirausahaan Bagi ASN
Alteripost.co, Bandarlampung-
Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, membuka kegiatan Pembekalan Kewirausahaan Pembuatan Batik Tabrak Corak bagi ASN yang akan memasuki masa Purna Bakti tahun 2021, di Gedung Pusiban, Selasa (30/11/2021).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi bagi ASN yang akan memasuki masa purna bakti serta memberi bekal kemampuan juga keterampilan di bidang kewirausahaan menuju kemandirian, baik secara sosial maupun ekonomi di masa purna bakti.
Sebanyak 40 orang yang merupakan ASN yang akan memasuki masa pensiun menjadi peserta dalam kegiatan ini.
Dalam sambutannya, Riana Sari mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap ASN yang akan memasuki masa purna bakti, dalam rangka memberikan pengetahuan dan keterampilan.
“Saya berharap agar kegiatan ini dapat diikuti dengan baik, sehingga hasil dari Pembekalan Kewirausahaan ini dapat dijadikan modal dalam hidup di lingkungan yang baru yaitu masa purna bakti,” harap Riana Sari.
Masa pensiun merupakan masa bahagia yang harus dinikmati. Karena menurut Riana Sari, agar jangan menjadikan masa pensiun ini sebagai hal yang menakutkan. Melainkan harus disambut dengan hati yang senang nan gembira.
“Karena kita menjadi lebih bebas mengisi hidup, dengan keluarga, teman-teman, sahabat, dan tetangga dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang selama ini mungkin banyak terlewati dengan tugas pekerjaan kedinasan,” terang Ketua Dekranasda Provinsi Lampung.
Riana Sari juga menambahkan bahwa kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat ia terjun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tetaplah berinovasi, jangan berhenti bekerja untuk memberikan manfaat baik bagi diri kita sendiri, keluarga maupun masyarakat banyak,” tutup Riana Sari.
Di sela acara, Riana Sari menyerahkan buku tabungan pensiun Bank Mandiri Taspen secara simbolis bagi ASN yang akan memasuki masa purna bakti tahun 2021. Selain itu, Riana Sari juga memberikan doorprize bagi para peserta kewirausahaan di akhir acara pembukaan.
Kegiatan ini dihadiri Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Lampung, Manajer Cabang PT Taspen Bandar Lampung, Kepala Cabang Mandiri Taspen Bandar Lampung dan para pendamping. (rls)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

