Lampung
PLN Jamin Ketersediaan Listrik Jelang Muktamar NU ke-34 di Lampung
Alteripost.co, Bandarlampung-
Selain menyiagakan personil siaga, Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga menyiapkan peralatan tambahan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik mulai dari UPS hingga genset, Selasa (21/12/2021).
Ditunjuknya Bandarlampung dan Kabupaten Lampung Tengah sebagai daerah tempat acara berlangsung, PLN setempat terus berbenah mempersiapkan penyelenggaraan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU). Muktamar ke-34 ini rencananya akan digelar pada 22-24 Desember 2021 di empat lokasi tersebar di Kabupaten Lampung Tengah dan Kota Bandarlampung.
Kesiapan pasokan daya listrik untuk perhelatan akbar yang dihadiri ribuan Nahdliyin se-Nusantara itu, dipersiapkan secara matang oleh PT PLN (Persero) dalam memastikan pasokan listrik dalam kondisi aman. Perusahaan plat merah tersebut, telah menyiagakan personil dan peralatan kelistrikan dengan skema listrik tanpa kedip di lokasi-lokasi yang menjadi pusat kegiatan Muktamar ke-34 NU itu.
General Manager PLN UID Lampung I Gede Agung Sindu Putra mengatakan bahwa kondisi kelistrikan Lampung saat ini dalam kondisi aman, daya mampu pembangkit sebesar 1244 Megawatt (MW) dengan beban puncak maksimal mencapai 1086 Megawatt (MW).
Untuk memastikan kualitas pasokan daya listrik tanpa kedip, disiapkan Uninterruptible Power Supply (UPS) berkapasitas 100 kVA yang didatangkan dari PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung dan 60 kVA dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya. Langkah ini merupakan bagian dari skema listrik tanpa kedip.
“Selain menempatkan puluhan personil terbaik, PLN juga telah menyiagakan 3 unit genset dan 2 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) yang sengaja didatangkan dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya dan Unit Induk Wilayah Bangka Belitung,” imbuhnya.
Selain itu, bertepatan dengan masa siaga Natal dan Tahun Baru, PT PLN (Persero) UID Lampung telah mendirikan 102 Posko dan menyiagakan 1251 Personil yang tersebar di Provinsi Lampung. Menurut Sindu, hal itu merupakan bentuk pelayanan prima dari PLN agar gelaran Muktamar ke-34 NU yang dilaksanakan di Provinsi Lampung terselenggara dengan lancar, nyaman dan aman.
“PLN tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaiknya untuk seluruh pelanggan, baik dalam penyelenggaraan Muktamar ke-34 NU, juga kepada masyarakat yang merayakan Natal dan tahun Baru 2022 nanti, terang Sindu, Sang Nahkoda PLN UID Lampung itu.
“Di tengah kondisi pandemi Covid-19, PLN memastikan SOP Protokol Kesehatan Covid-19 tetap dilaksanakan oleh petugas PLN pada seluruh kegiatan yang dilaksanakan, baik itu dalam gelaran Muktamar juga Siaga Natal dan Tahun Baru,” tukas Sindu.
Bagi pelanggan yang membutuhkan layanan PLN dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi layanan Contact Center PLN 123. (Rls)
Lampung
BPBD Lampung Bakal Kirim Relawan ke NTT, Warga Pesisir Diimbau Waspadai Ancaman Bencana
Alteripost.co, Bandarlampung-
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan siap memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudy Syawal mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait bentuk bantuan yang akan diberikan kepada daerah terdampak.
“Pemprov Lampung siap memberikan bantuan. Namun, saat ini kami masih menunggu arahan dari pusat. Nanti akan kami koordinasikan, termasuk dengan provinsi lain, terkait bantuan apa yang dibutuhkan,” kata Rudy, Minggu (16/8/2026).
Menurut Rudy, Lampung memiliki posisi strategis dalam penanganan kebencanaan karena menjadi salah satu provinsi di Sumatera yang masuk dalam 10 besar daerah yang memiliki kapasitas dan jejaring penanggulangan bencana.
Kondisi tersebut, kata dia, memungkinkan BPBD Lampung untuk berkoordinasi dengan daerah lain apabila sewaktu-waktu diperlukan dalam penanganan bencana di wilayah NTT.
“Pada intinya BPBD Lampung siap jika nanti dibutuhkan untuk mengirimkan relawan ke NTT. Tentu semuanya akan kami laporkan terlebih dahulu kepada Pak Gubernur,” ujarnya.
Rudy menilai bencana gempa bumi yang terjadi di NTT menjadi pengingat bagi seluruh daerah, termasuk Lampung, untuk tidak lengah terhadap potensi bencana.
Lampung sendiri memiliki wilayah pesisir yang cukup luas dan berada di kawasan yang memiliki potensi aktivitas kegempaan serta ancaman tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kemungkinan bencana.
“Gempa yang terjadi di NTT merupakan bagian dari dinamika atau siklus aktivitas di laut. Lampung juga memiliki wilayah pesisir. Kita juga memiliki potensi bencana, termasuk aktivitas Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami,” jelasnya.
Rudy meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Lampung, untuk meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah evakuasi apabila terjadi gempa kuat maupun peringatan tsunami.
Menurutnya, upaya mitigasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi bencana sebelum bantuan datang.
“Alhamdulillah, kita sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat. Harapannya, masyarakat tetap tangguh dan mampu menghadapi musibah kapan pun datang,” katanya.
Rudy juga menyebut keberadaan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS), termasuk dukungan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Menurutnya, informasi peringatan dini harus segera direspons dengan tindakan nyata, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana.
“EWS dan informasi dari BMKG sangat membantu. Tetapi yang paling penting adalah masyarakat memahami apa yang harus dilakukan ketika peringatan dini dikeluarkan,” ujarnya.
Di tengah musibah yang melanda NTT, Rudy menyampaikan belasungkawa kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak.
“Atas nama BPBD dan Pemerintah Provinsi Lampung, kami turut berbelasungkawa atas musibah yang terjadi kepada saudara-saudara kita di NTT. Semoga para korban yang berada di lokasi segera mendapatkan bantuan, baik makanan maupun pengobatan dari pemerintah dan pihak terkait,” tuturnya.
Ia juga mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana tersebut agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Semoga korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khatimah. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan seluruh proses penanganan bencana dapat berjalan dengan baik,” pungkas Rudy. (Rls)

